oleh

Kian Tak Terbendung, Debu PT. OSS Kini Diduga Racuni Puluhan Tambak Masyarakat

TOPIKTERKINI.COM – KONAWE UTARA | Puluhan petani tambak Desa Matandahi Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara mengeluhkan benih tambak mereka yang tiba – tiba saja mati serentak.

Beberapa masyarakat setempat yang menggantungkan hidup sebagai petani tambak tersebut menyebutkan bahwa benih tambak mereka sudah beberapa hari mengalami mati secara serentak tetapi puncaknya terjadi hari ini, sehingga menghabiskan seluruh isi tambak mereka, serta menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah, Sabtu 27/02/2021.

Kian Tak Terbendung, Debu OSS Kini Diduga Racuni Puluhan Tambak Masyarakat
Foto : Gasin. R Salah Satu Petani Tambak

Salah satu petani tambak Gasin. R yang sempat dikonfirmasi menuturkan bahwa sudah beberapa hari ini benih udang ditambaknya mengalami mati secara tiba – tiba, sehingga dirinya merasa sangat merugi.

” Saya selaku masyarakat miskin yang mata pencaharian hanya mengharapkan tambak sebagai sumber kehidupan, ketika terjadi bencana seperti ini tentunya ini adalah kerugian besar saya sehingga kalau saya hitung bisa mencapai 50 juta rupiah, itu belum teman – teman yang yang mengalami hal sama seperti saya ”

Dirinya menduga bahwa hal itu terjadi karena adanya limbah industri berupa debu batubara yang ditimbulkan oleh perusahaan PT. Obisidian Stainless Steel ( OSS ) yang diketahui ditumpuk hingga mencapai ketinggian 23 meter, sehingga terbawa angin dan berterbangan, kemudian telah menjadi polemik beberapa hari ini dilingkungan masyarakat lingkar industri, yang menyebabkan rumah mereka tercemar debu.

” sudah puluhan tahun saya menjadi petani tambak belum sekalipun terjadi secara serentak udang didalam tambak kami tiba – tiba saja mati, ini kami duga sejak adanya debu yang berterbangan kemudian masuk kedalam empang ” katanya.

Ia berharap kepada pihak perusahaan PT. OSS segera mengantisipasi hal ini, dan kepada pemerintah daerah kabupaten konawe utara, pemerintah provinsi, hingga pemrintah pusat segera ada tindakan nyata terkait persoalan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

” Saya sangat berharap sekali kepada pihak PT. OSS untuk segera mengantisipasi debu tersebut, selanjutnya saya juga berharap pemerintah daerah, provinsi hingga pusat untuk segera ada tindakan nyata sebagai bentuk kepdulian ” tutupnya.

Salah satu unsur pemerintah Desa setempat yang diketahui bernama Baso membenarkan hal tersebut adanya kematian secara serentak isi tambak mereka berupa udang secara tiba – tiba, tetapi hal tersebut sudah disampaikan kepada pihak perusahaan PT. OSS yang akan diwakilkan oleh pihak Hubungan Masyarakat ( Humas ) & Kepala Tehnik Tambang ( KTT ).

” Ia benar sekitar tiga puluh petani tambak yang berada di Desa Matandahi ini memang mengalami dampak tersebut berupa matinya benih udang mereka, tetapi hal ini sudah kami sampaikan kepada pihak Humas dan KTT, dan selanjutnya hari ini mereka akan turun meninjau langsung hal ini ” ungkapnya

Selang beberapa jam kemudian ditempat yang sama hadir pihak perusahaan PT. OSS yang diwakilkan oleh Humas dan KTT, yang langsung meninjau kondisi tambak masyarakat dan langsung mengambil sample air guna pemeriksaan dilaboratorium.

Pihak KTT PT. OSS yang enggan berkomentar saat diwawancarai kemudian meminta diwakilkan oleh Humas bernama Bahar mengatakan bahwa ” saya bersama KTT hari ini turun kelapangan sebab adanya video pendek yang beredar bahwa terjadi kematian benih udang ditambak masyarakat, sehingga langsung kami cek dan ambil samplenya untuk kami lakukan pemeriksaan di laboratorium, dan hasilnya nanti bisa kami ketahui apa benar udang yang mati ditimbulkan oleh debu batubara dari perusahaan kami atau bukan, hasilnya nanti akan kami sampaikan ”

Pihak humas PT. OSS saat ditanya terkait ganti rugi nantinya tambak masyarakat yang terdampak, hingga akhir wawacara masih enggan memberikan jawaban.

Laporan : Endran Lahuku

Komentar

News Feed