oleh

PUTUS MATA RANTAI COVID-19, PEMCAM TOTIKUM MELALUI PEMDES GELAR SOSIALISASI PPKM MIKRO TAHUN 2021

Topikterkini.com.Bangkep – Dalam rangkah mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai covid-19, pemerintah Kecamatan Totikum Kabupaten Bangkep,melalui pemerintah desa menggelar sosialisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat( PPKM) mikro tahun 2021 di Balai Desa Bolonan Kecamatan Totikum Kabupaten Bangkep, selasa(26/3/2021)pukul 14:40wita

Sosialisasi digelar selama sepekan, selasa-senin 23-29 maret 2021, 11 Desa di kecamatan Totikum, menghadirkan Camat Totikum H.Irwan Mayang SH, Ka.UPT.Puskesmas Totikum Ratno Salim A.md.Kep dan tenaga ahli/ pendamping kabupaten Rano Sanjaya Abdu Sama ST.

Pada kesempatan ini camat Totikum H.Irwan Mayang SH menegaskan bahwa diperlukan kerja sama pemdes dengan lembaga lembaga yang ada di desa sehingga semua pelaksanaan program pemerintahan di Desa dapat berjalan dengan baik sesuai harapan.

Irwan menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan tidur yang ada untuk ditanami sayur sayuran dan yang lainnya.Selain itu pemdes harus dapat menyediakan sarana dan prasarana dalam pencegahan pandemi covid-19, seperti tempat isolasi dan posko penanganan covid-19 di desa.

Sementara itu Ka.UPT Puskesmas Totikum Ratno Salim A.md,Kep menyampaikan peserta sosialisasi PPKM harus dapat mengimplementasi,merealisasi dan menjelaskan kepada masyarakat terkait PPKM berskala mikro dan mampu melaksanakannya.

Dalam materinya tenaga ahli/ pendamping Rano Sanjaya, memaparkan bahwa dalam menerapkan PPKM berskala mikro perlu dibentuk posko desa untuk menciptakan keadaan yang mengurangi resiko penyebaran covid-19 di desa secara terkendali.

Ditambahkannya Rano Sanjaya, dalam penentuan pelaksanaan penerapan PPKM berskala mikro di desa dengan mempertimbangkan pengendalian wilayah hingga tingkat rukun(RT).

Yakni (1) zona hijau, dengan kriteria tidak ada kasus covid-19 di satu RT,maka skenario pengendalian dilakukan dengan pemantauan kasus secara rutin serta selalu berkoordinasi dengan pihak puskesmas.

(2)Zona kuning, dengan kriteria jika terdapat 1 sampai 5 rumah kasus positif covid-19 dalam satu RT selama tujuh hari terakhir,maka skenario pengendalian dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat dengan pengawasan ketat.

(3)Zona orange, dengan kriteria 6 sampai 10 rumah kasus positif covid-19 dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor kebutuhan bahan pokok.Dalam pelaksanaannya puskesmas dan bhabinkamtibmas.

(4) Zona merah, dengan kriteria jika terdapat lebih dari 10 rumah, dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT yang mencakup beberapa rangkaian, yakni menemukan kasus positif dan pelacakan kontak erat,melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat,menutup rumah ibadah,tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor kebutuhan bahan pokok; melarang kerumunan lebih dari 3 orang, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20:00 dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat dilingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.Dimana dalam pelaksanaannya RT melaporkan kepada Kepala Desa serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Bhabinkamtibmas.

Terkait posko desa, ia menuturkan secara teknis yang merupakan satu kesatuan dari penanganan covid-19 di desa, yang terdiri dari;
(1) menyampaikan informasi tentang covid-19 kepada masyarakat desa;
(2) pendataan mobilisasi keluar masuk Desa RW/RT
(3) mengkoordinasikan pengecekan perlintasan antar desa
(4) mendeteksi penduduk di desa yang baru melakukan perjalanan dari wilayah luar desa
(5) memfasilitasi sarana kesehatan sederhana dalam pencegahan covid-19.

(6) membuat alur pengorganisasian pemenuhan logistik bagi warga yang melakukan isolasi mandiri dirumah atau yang lainnya.
(7) mengedukasi warga dalam upaya pencegahan covid-19 dan
(8) memastikan warga diwilayahnya mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.

Dia menambahkan dalam pelaksanaannya, posko desa diatur dalam tim yang terdiri dari Tim Pencegahan, Tim Penanganan, Tim Pembinaan dan Tim Pendukung.

Lebih lanjut di uraikan, bahwa pelaksanaan Posko Desa di bentuk dengan struktur yang terdiri dari; Ketua Kepala desa, wakil ketua BPD, dan Tim pencegahan terdiri dari unsur RT dan satuan linmas; Tim penanganan terdiri dari unsur RT, Bidan desa, Perawat,Kader kesehatan dan Kader Posyandu; Tim Pembinaan terdiri dari unsur RT, satuan Linmas dan Toko Agama; serta Tim pendukung yang terdiri dari unsur Perangkat Desa dan Sekertaris Desa.” Jelasnya.i

Dikatakan nya dalam pelaksanaan peran dan tugasnya, Tim Posko Desa bermitra dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Pendamping Desa.

Ia menegaskan Tim Pencegahan Posko Desa memiliki beberapa tugas yakni;

(1) melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi suspek terkonfirmasi positif covid-19 orang lanjut usia dan masyarakat yang keluar masuk desa.

(2) melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dalam wilayah Desa.

(3) melakukan sterilisasi fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah desa secara berkala.

(4) menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, disinfektan, dan tempat sampah medis dan non medis di setiap posko desa.

(5) melaporkan pelaksanaan tim secara berkala kepada Kepala Desa.

Sedangkan Tim penanganan Posko Desa memiliki tugas;

1. Berkoordinasi dengan Puskesmas terkait dengan kondisi warga yang dipantau.

2. Menyiapkan tempat isolasi bagi warga yang terkonfirmasi postif covid-19.

3. Melakukan penelusuran dan pengobatan sederhana bagi warga yang terkonfirmasi positif covid-19.

4. Mendistribusikan kebutuhan logistik dalam masa isolasi mandiri.

5. Melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19.

6. Melaporkan pelaksanaan tim secara berkala kepada kepala desa.

Untuk Tim Pembinaan Posko Desa memiliki tugas;

1. Memberikan pembinaan sosial yang bersifat edukatif sesuai dengan kewenangan desa dan kearifan lokal yang ditetapkan melalui peraturan desa.

2. Melaksanaan pembinaan dengan berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas dan Babinsa serta mitra desa lainnya.

3. Melakukan pembinaan bagi pelanggar prokes melalui peneguran pembatasan kegiatan di desa.

4. Melakukan pendataan terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran prokes.

Sementara Tim Pendukung Posko Desa, memiliki tugas yakni;

1. memfasilitasi operasional dan administrasi pelaksanaan posko desa Covid-19.

2. Membuat sistem informasi kesehatan warga desa.

3. Bersama tim sesuai bidang dan tugasnya menyediakan dan mendistribusikan logistik sesuai kebutuhan.

4. Melakukan sosialisasi prokes dan penanganan covid-19.

5. Melaporkan pelaksanaan tim secara berkala kepada kepala desa.

Sosialisasi PPKM berskala mikro tahun 2021 dikecamatan Totikum turut dihadiri Danramil 1308/10 Salakan diwakili oleh Babinsa/Danpos Totikum Serma J. Ferry dan Kapolsek Totikum diwakili oleh Bhabinkamtibmas setempat, dan Kepala Desa, Perangkat Desa,BPD dan para undangan lainnya.

Liputan: Andry Taangga

Komentar

News Feed