oleh

Kasus Dugaan Pemerasan Kadus, Oknum Wartawan Seret nama Kejaksaan. KA sebut Tuduhan itu Fitnah

Topikterkini.com, BANGGAI – Kepala Dusun II Desa Padang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Alimin Damang nyaris saja menjadi korban dugaan pemerasan oleh terduga oknum Wartawan.

Dugaan pemerasan itu terungkap ketika Kadus Alimin Damang didampingi Kades Padang, Zulkifli B Shahida menyambangi Sekretariat PWI Banggai, pada Senin (29/3/2021) sekitar pukul 15.30 Wita.

Kejadian itu cerita Zulkifli B Shahida mengatakan, bermula dari persoalan dugaan pemalsuan Ijasah SMP oleh Kadus Alimin Damang. Oknum wartawan, saat itu menghubunginya melalui via telpon minta untuk negosiasi terkait dugaan pemalsuan Ijasah.

Dalam rekaman percakapan yang berdurasi 7 menit, 12 detik itu, direkam via telepon pada Rabu (17/3/2021), sekitar pukul 21.03 Wita, oleh Kades Zulkifli, dari rekaman itu oknum wartawan meminta duit senilai Rp.30 juta agar masalah ini diselesaikan.

Dalam negosiasi itu, oknum wartawan meminta uang DP sebesar Rp.10 juta, dan dipaksa untuk diberikan malam itu juga. Namun, Kepala Dusun belum bisa menyahuti permintaan tersebut. Sang oknum wartawan pun memberikan waktu selama sepekan, harus menyanggupi permintaan uang sebesar Rp.30 juta.

Jika permintaan uang tersebut tidak di respon, oknum wartawan tersebut mengancam kasus dugaan ijazah palsu itu akan diproses hukum.

Dalam rekaman itu juga oknum wartawan membeberkan bahwa uang tersebut nantinya akan digunakan oleh oknum pejabat kejaksaan untuk biaya perjalanan ke Palu. Dan uang itu digunakan untuk menutupi kasus dugaan ijazah palsu.

Zulkifli juga mengaku dugaan pemerasan tersebut telah resmi dilaporkan  ke Polres Banggai, Senin (29/3/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. “Iya, sudah kami laporkan tadi,” ungkap Zulkifli kepada awak media di sekretariat PWI Banggai.

Ketua PWI Banggai Iskandar Djiada menegaskan, PWI tidak pernah membenarkan tindakan seperti itu.

“Tidak ada pembelaan apapun terhadap oknum wartawan yang berperilaku seperti itu,” tegasnya.

Iskandar juga menambahkan, terkait status wartawan yang bersangkutan di organisasi PWI, dirinya akan melaporkan persoalan ke PWI Sulteng.

“ soal status sertfikasi wartawan nya di PWI,  saya juga akan melapor ke PWI Sulteng, nantinya yang memproses PWI Sulteng,” kata Iskandar.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Masnur SH, saat dikonfirmasi via telpon hanya merespon singkat atas dugaan pemerasan yang menyeret oknum pejabat Kejaksaan Negeri Banggai.

“Maaf mas masih sementara pemeriksaan,” kata Masnur singkat.

Terpisah, KA  di konfirmasi via telpon semalam membantah soal pemerasan tersebut. KA mengatakan, apa yang disampaikan oleh Kades Zulkifli dan Kadus Alimin adalah fitnah. Alasannya, dirinya tidak pernah terlibat percakapan via telepon seperti yang ada dalam percakapan tersebut rekaman via telpon tersebut.

“Itu fitnah dan saya tidak pernah terlibat pembicaraan sola angka – angka, memang benar nomor yang di sebut itu adalah nomor saya, tapi nomor itu hilang sejak enam bulan lalu,” aku KA.

KA juga mengaku persoalan itu juga telah direspon oleh Kejari Banggai, Masnur.

“saya juga tadi  sempat di panggil Kejari, dan saya jelaskan nomor yang mereka tuduhkan memang benar itu nomor saya. tetapi nomor itu hilang dengan HP sejak 6 bulan lalu,” kata AK.

KA membantah dirinya tidak pernah terlibat komunikasi vita telpon dengan Kadus Alimin.

“Kalau Kades (Zulkifli) pernah komunikasi via Whats App,” katanya.

KA menjelaskan, persoalan dugaan ijasah palsu pernah di klarifikasi melalui Camat Kintom, Makmur Lalekeng. Camat Makmur menyarankan KA agar melakukan klarifikasi ke Kades Zulkifli. Klarifikasi itu tambah AK, dari keterangan Zulkifli membenarkan soal isu dugaan ijasah palsu tetapi, tidak mampu di buktikan.

Sekitar tanggal 14 Maret 2021, Zulkifli dan Alimin menyambangi rumah KA.

“waktu di rumah dia (Alimin) mengaku dia palsukan ijasah, itu di palsukan waktu dia mau mencalonkan kadus, karena dia punya ijasah SD. percakapan di rumah tidak pernah menyebut angka – angka, itu juga yang mengarahkan Alimin dan Zulkifli ke rumah saya adalah Camat Kintom,” cerita  KA.

KA juga bersedia menjalani pemeriksaan oleh pihak Kepolisian.

“kalau misalkan mereka sudah lapor, saya siap memberikan keterangan. sepanjang mereka tidak dapat buktikan berarti saya tidak bersalah, intinya saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan itu,” tandas AK.

Liputan : Amad Labino

Komentar

News Feed