oleh

Diduga Proyek Bronjong Konsel Tidak Sesuai SNI, Lsm Snak Markus Laporkan CV GAS Ke Kejati Sultra

TOPIKterkini.com – Konsel | Proyek pembangunan Bronjong yang dikerjakan oleh CV. Gaung Angkasa Sejahtera (GAS) terletak di Desa Pangan Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diduga tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pasalnya, material proyek bronjong diduga menggunakan jenis batu kapur atau batu gunung (Batu Warna Kuning) yang mudah retak dan hancur.

Hal tersebut diungkapkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) solidaritas national anti korupsi dan anti makelar kasus (Snak Markus), Amin, SH. (11/04/2021).

Atas dasar itu, LSM Snak Markus Sultra menilai ada indikasi dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan bronjong sehingga di laporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Laporan aduan tersebut dilakukan pada hari Jum,at, tanggal 09 April 2021, dengan Nomor Surat  60/LP/LSM-SNAK MARKUS/IV/2021, Kejati Sultra,” tutur Amin, SH.

Amir, SH mengatakan, kami melaporkan pembangunan proyek bronjong untuk meminta kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra agar segera memanggil dan memeriksa Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang beserta pihak kontraktor atas apa yang menjadi temuan kami dilapangan saat melakukan investigasi.

Lanjut kata Amin, proyek pembangunan bronjong di kerjakan oleh CV. Gaung Angkasa Sejahtera (GAS) dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp.783.000.000.,

Berdasarkan hasil uraian dugaan diatas diatur oleh Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001. Bahwa setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan Keuangan Negara dan Perekonomian Negara dapat di Pidana dengan Pidana seumur hidup atau di Pidana paling singkat 1 tahun dan 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp.50.000.000 dan paling banyak sebesar Rp. 1.000.000.000 (Satu Milyar).

Laporan : Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed