oleh

Ternyata Tak Hanya PT. Sawindo, Petani Juga Langgar Kesepakatan Dilahan Sengketa

TOPIKTERKINI.Com, BANGGAI – Lambannya proses penyelesaian sengketa lahan perkebunan sawit antara petani dan PT. Sawindo Cemerlang  (Scem) oleh Tim Investigasi bentukan Pemda Banggai, berdampak kedua belah pihak melanggar kesepakatan.

PT. Sawindo yang sebelumnya di komplain oleh petani karena melakukan aktivitas dengan memanen buah sawit di lahan bersengketa. Selanjutnya petani turut melanggar kesepakatan dengan memanen buah sawit ditempat yang sama.

Informasi yang diperoleh media ini, lebih dari 6o petani yang bersengketa dengan perusahaan PT Sawindo telah memanen buah sawit dilahan yang bersengketa.

Buah sawit diperjual belikan di perusahaan yang bersedia membeli, adapula  yang menjualnya ke calo.

Tim investigasi bentukan Pemda Banggai yang di ketuai Asisten I Setda Bupati Banggai, Alfian Djibran, bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Banggai Usman Suni, untuk pengumpulkan data belum juga menunjukan perkembangan.

Informasi terkahir diperoleh media ini, tim investigasi menunggu data dari BPN Kabupaten Banggai. Padahal Tim yang diketuai Alfian Djibran tersebut telah bekerja sejak awal Maret 2021. Melalui rapat yang digelar di Kantor Dinas TPHP Banggai pada 5 Maret 2021. Rapat tersebut menyepakati empat poin. Salah satu poin menyebut pihak perusahan PT. Sawindo dan petani plasma agar menghentikan aktivitas di lahan bersengketa sebelum ada penyelesaian.

Catatan wartawan Topikterkini.Com permalasahan sengketa lahan perkebunan sawit di Kabupaten Banggai terkesan tanpa ada penyelesaian dan adanya pembiaran terhadap kondisi petani yang menuntut hak – hak mereka.

Untuk diketahui persoalan sengketa lahan antara perusahaan perkebunan sawit dan petani plasma tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Batui. Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Kecamatan Bualemo, terlebih khusus petani di Desa Binsil dan sekitarnya.

Catatan: Amad Labino

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed