oleh

Wartawan Inside Lombok di Smackdown, Pelaku Oknum Pol PP di Polisikan

Topikterkini.com.Lombok Timur NTB – Wartawan yang mendapatkan tindakan penganiayaan di Smek dwon dan di Cekik sehingga mengakibatkan tangan nya luka, dari salah satu oknum Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Lombok Timur, atas nama Deni Zarwandi akhirnya membuat laporan polisi atas tindakan yang dialaminya Kamis (29/04/2021) siang.

Kedatangan wartawan insidelombok.id itu untuk melaporkan oknum anggota Satpol-PP inisial (SP) ke Polres, ditemani oleh belasan rekan wartawannya dan langsung diterima oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Daniel P. Simangunsong, S.IK dan Kanit I Satreskrim, Aipda Widiastra.

Dalam kesempatan itu, Kasatreskrim langsung meminta pelapor sekaligus korban untuk segera melakukan visum dan berjanji akan memberi atensi kasus itu.  “Kami atensi laporan kasus salah satu wartawan media online Lotim atas arogansi oknum anggota Pol.PP Lotim,” tegas Daniel di ruang kerjanya, Sabtu, 01/05/2021.

Lanjut Daniel, setelah hasil visum keluar nantinya pelapor akan dimintai keterangannya untuk dimuat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) “Kita akan visum korban, kemudian dibuatkan  BAP. Tentunya kita akan tindaklanjuti laporan ini,” sebut dia.

Setelah diterima oleh Kasatreskrim dan Kanit I Reskrim, korban penganiayaan itu langsung ditemani oleh personel kepolisian ke ruangan SPKT guna melengkapi laporan.

Setelah keluar dari ruangan SPKT, korban yang dimintai keterangannya terkait laporannya itu menegaskan, jika dirinya telah membuat laporan polisi atas tindakan premanisme oknum anggota Satpol-PP Lombok Timur. “Laporan ini saya lakukan agar menjadi efek jera bagi terlapor dan pihak lainnya agar tidak melakukan tindak kekerasan kepada wartawan yang tengah bertugas,” kata Deni.

Masih kata Deni, hal itu juga dilakukannya agar Satpol-PP Lombok Timur lebih dewasa menjadi institusi penegak Perda. Agar tidak terjadi lagi tindakan serupa dari oknum anggota Satpol-PP kepada masyarakat yang lain, dan menyatakan jika dirinya tengah di BAP oleh penyidik.

“Saya baru selesai visum. Ini saya langsung mulai di BAP oleh penyidik,” pungkas Deni.

Laporan: Haeril

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed