oleh

Bawahannya Diduga Lakukan Pemerasan, GAM Desak Bupati Bulukumba Copot Kasatpol PP

TOPIKTERKINI.COM – BULUKUMBA | Pasca terjadinya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba terhadap dua orang perempuan warga asal Kabupaten Bantaeng pada sabtu 8 mei 2021 yang viral di media sosial mendapatkan tanggapan dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM)

“Pemerasan terhadap perempuan NS (22) dan RS (23) warga Kabupaten Bantaeng tersebut dengan jumlah uang 500 Ribu rupiah diduga di salah satu ruangan Satpol PP Bulukumba oleh tiga orang oknum satpol PP Bulukumba sekitar pukul 21. 37 Wita”

Hal tersebut diungkapkan oleh korban dihadapan Kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) pada minggu, 9 Mei 2021.

Kejadian ini langsung ditanggapi kritis oleh sejumlah aktivis Mahasiswa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM)

Zulkifli salah satu kader GAM mengatakan bahwa “ini tindakan yang mencoreng institusi Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kab. Bulukumba karena telah melakukan dugaan pemerasan dengan melanggar pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pungutan liar (Pungli), terangnya

“Apalagi dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Satpol PP Kab. Bulukumba itu mengatasnamakan wartawan (Media) untuk pembeli kopi dan rokok di warkop dan itu tindakan mencoreng lembaga Jurnalis” lanjutnya

Kami mendesak Bupati Bulukumba untuk segera mencopot Kasat Pol PP Bulukumba karena diduga tidak mampu menertibkan bawahannya di lapangan”. Lanjut Zulkifli

Zulkifli yang merupakan Mahasiswa dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Makassar yang berasal dari Kabupaten Bulukumba ini juga berharap agar Satpol PP menegakkan Peraturan Daerah dan tidak melanggar norma-norma hukum.

“Seharusnya Satpol PP sebagai institusi penegak Peraturan daerah (PERDA) tidak melanggar norma Hukum, apalagi dugaan pemerasan ini tindakan memalukan”. Harapnya

“Didepan kader GAM saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Bantaeng kedua perempuan tersebut menceritakan kronologi penangkapannya bahwa dia ditangkap di jalan Cendana Kabupaten Bulukumba dengan sangkaan yang tidak jelas dasar hukumnya”. Tutupnya

Laporan : Yudha Jaya
Editor : Irwan Lawing

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed