oleh

Terapkan Program Baru, Kejari Jeneponto Minta Tersangka Baca Surat Yasin Usai Diperiksa

Topikterkini.com-Jeneponto | Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto terus berupaya melahirkan program yang dapat menyentuh khalayak dan mampu mengangkat citra Kejaksaan dalam proses penegakan hukum.

Kali ini, Kepala Seksi Pidana Umum ( Kasi Pidum) Kejari Jeneponto melahirkan program baru, yakni setiap penerimaan tersangka tahap-2, Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah selesai melakukan pemeriksaan dan sambil menunggu proses administrasi meminta kepada setiap tersangka membaca Surat Yasin.

Program baru yang diterapkan Kasi Pidum, Hary Surachman, SH, MH mulai Kamis 19 Agustus 2021 itu, tentu saja bertujuan untuk membuat tersangka dan JPU serta staf yang mendengar lantunan Ayat Suci Al Qur’an tersebut sama-sama mendapat pahala.

“Ini program baru Pidum Kejari Jeneponto, setiap penerimaan tersangka tahap-2 dan setelah diperiksa oleh JPU-nya, tersangka diminta membaca Surat Yasin sambil menunggu proses administrasi. Ya, tersangka dapat pahala, JPU dan staf yang mendegar juga dapat pahala,” jelas Kasi Pidum Kejari Jeneponto kepada awak media, Kamis 19/8/2021.

Lanjut Hary menambahkan, bagi tersangka yang tidak tahu membaca Al Qur’an disiap buku bacaan do’a-do’a yang memiliki tulisan latin.

“Bagi tersangka yang tidak tahu baca Al Qu’an, kita siapkan buku bacaan do’a-do’a yang memiliki tulisan latin,” tambahnya.

Hary mengungkapkan, bahwa sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto juga telah membuat progran “Jabat Hati” (Jaksa Sahabat Tahanan Napi) di Rutan Kelas II B Jeneponto.

“Program Jabat Hati ini tujuannya, kita masuk ke Rutan memberi edukasi kepada Napi agar tidak kembali lagi melakukan perbuatannya, dan juga memastikan proses hukum mereka berjalan dengan benar,” ungkapnya.

Diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto telah meraih berbagai prestasi. Salah satunya adalah predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2020.

Laporan: Usman S
Editor : Nasir Erank

Komentar

News Feed