oleh

Dukung Program Bupati Buol, Gubernur Sulteng Alokasikan Bantuan 1100 Ekor Sapi untuk Kabupaten Buol

Topikterkini.com.Buol – Bupati Buol, DR. H Amirudin Rauf, Sp.OG, M.Si, lakukan kunjungan kerja sekaligus berdiskusi dengan Gubernur Sulteng, bertempat di Rumah Jabatan Siranindi, Selasa (18/10).

Di terima langsung oleh Gubernur Sulteng, bersama jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng. Rombongan Bupati sendiri terdiri dari Anggota DPRD Provinsi Sulteng Dapil Buol Toli-Toli Zainal Daud dan Faisal Lahaja, juga Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Buol bersama jajarannya.

Sentra Pengembangan Peternakan Sapi Sulteng

Pertemuan ini melahirkan satu kesepakatan besar. Keinginan Bupati Buol untuk menjadikan Buol sebagai Kabupaten Sentra Pengembangan Sapi di Sulteng.

Bak gayung bersambut, Gubernur secara tegas menyatakan, sangat setuju dengan gagasan ini. Sebab, menurutnya, anggaran 100 M/Kabupaten sangat terbuka untuk mendukung program pemberdayaan seperti di Buol.

“Saya setuju, saya akan buatkan keputusanya apakah dalam bentuk Pergub atau di tambahkan dalam poin RPJMD, bahwa Buol sebagai sentra pengembangan Peternakan Sapi di Sulteng” Ujar Gubernur Sulteng Rusdi Mastura.

Menurut Gubernur Sulteng, selama ini Buol memang terus konsisten dengan program pemberdayaan berbasis pertanian dan peternakan. Oleh sebab itu, dirinya sangat mendukung tawaran Bupati Buol ini.

Bantuan 1100 Ekor Sapi

Untuk mendukung hal ini, Gubernur secara langsung menginstruksikan kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan mengalokasikan anggaran bantuan Sapi sejumlah 1100 ekor di Tahun 2022.

Hal ini juga nendapat dukungan dari Anggota DPRD Provinsi Sulteng Faisal Lahaja dan Zainal Daud, bahwa mereka akan mengawal dan memastikan hal tersebut di Penetapan APBD Provinsi Sulteng di Tahun 2022.

“Kami akan kawal, asal segera Dinas terkait masukan proposalnya ke KUA PPAS APBD 2022, maka saya dan kawan-kawan di Banggar akan memastikan hal tersebut” ujar Faisal Lahaja Anggota Banggar.

Prospek Tekhnologi Peternakan Buol

Satu-satunya Kabupaten di Sulteng dengan bangunan infrastruktur peternakan sapi hanya Buol. Bangunan bernama Mini Ranch.

Di tempat ini, tidak saja di fungsikan untuk peternakan sapi. Namun banyak rekayasa dan inovasi tekhnologi Yang di kembangkan disini.

Sebut saja peogram Inseminasi Buatan/Kawin Silang (IB), Pengolahan Biogas, Pengolahan Pupuk Organik, dan Manajemen pemeliharaan pakan ternak.

Jadi alasan untuk menjadikan Buol sebagai sentra pengembangan peternakan Sapi di Sulteng, tidak saja tentang Populasi, akan tetapi juga terkait pengembangan Teknologi Peternakan.

Sepekan kemarin, Bupati Buol baru saja berkunjung ke BET Cipelang, Balai Embrio Ternak yang berdiri sejak Tahun 1970-an ini telah sukses mengembangkan praktek Transfer Embrio berbagai Sapi Unggul Manca Negara dan Domestik. Juga sukses dalam memproduksi embrio ke berbagai daerah.

Hasil Kunjungan tersebut melahirkan kesepakatan antara BET Cipelang dan Pemda Buol akan melakukan kerjasama di bidang tekhnologi peternakan juga akan mengirim tenaga peternakan untuk belajar disana.

Efek domino ekonomi lainya adalah, karena Sulteng sedang memproyeksikan Tambak Udang Vaname, menurut Bupatj Buol ini akan sangat membantu dengan di bangunya tekhnologi pembuatan pupuk organik dan biogas di Mini Ranch.

“Kebutuhan Untuk setiap hektar tambak adalah 2 Ton Pupuk, semoga dengan sedang di kembangkan pengolahan pupuk organik berbasis kotoran ternak, itu akan sangat membantu program Gubernur di bidang perikanan tambak ini.

Industri Hilir dan Proyeksi Ibukota Negara

Salah satu prospek ekonomi yang penting untuk di manfaatkan dengan baik dengan mengacu pada letak geografis adalah Proyeksi Ibukota Negara di Pulau Kalimantan.

Tentu Komoditas penting yang sangat di butuhkan adalah pasokan daging Khususny sapi. Oleh sebab itu, selain bahwa Buol akan terus mengembangkan tekhnologi peternakan sapi, hal penting lainya adalah mempersiapkan industri hilirnya.

Jika di Industri hulu peternakan akan di kembangkan di Miniranch, utamanya transfer embrio yang bisa menghasilkan ternak secara cepat dan berlipat ganda.

Berbasis Letak Geografis tadi, Buol bisa memastikan jalur pasokan daging ke Ibukota Negara menjadi keunggulan ekonomi sejalan dengan berkembanganya populasi sapi dan Rekayasa tekhnologi reproduksi Ternak.

Artinya, Buol sebagai sentra pengembangan peternakan di Sulteng akan memadukan sukses peternakan sapi baik di sektor hulu, maupun di sektor hilirnya.

Rapat ini di awali dengan pemaparan materi oleh Bupati Buol berkaitan dengan peluang ekonomi ternak sapi, kebutuhan daging Sulteng dan Nasional, dan pentingnya pengembangan tekhnologi reproduksi ternak (IB dan Transfer Embrio).

Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi Sulteng, saat ini Populasi Sapi di Buol telah meningkat cepat hanya dalam waktu 3 (tiga) tahun. Yakni berada di angka 35 ribu ekor, dan masih bisa berpotensi meningkat.

Di sesi terakhir, dilakukan serah terima proposal Pemda Buol tentang permohonan bantuan 1000 ekor sapi betina, dan 100 ekor sapi jantan, yang kemudian di disposisi oleh Gubernur Sulteng, dan di teruskan ke Dinas Peternakan Provinsi dan akan di masukan di KUA PPAS APBD Tahun 2022.

Sumber: Diskominfo.

Laporan: Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed