oleh

Tidak Sesuai Prediksi, Cakades Menggugat

Dua dari sembilan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang digelar serentak di Bantaeng, Rabu (27/10), digugat oleh calon yang kalah. Hal ini diungkapkan Sekretaris pilkades tingkat Kabupaten Bantaeng Muh. Azwar, SH. di ruang kerjanya. Senin 1/11/2021.

Keduanya adalah, Desa Rappoa dan Desa Gantarangkeke, Kecamatan Pa’jukukang. “ada dua calon Calon yang mengajukan protes, masing-masing, Fajrul Islam (Desa Rappoa) dan Firman (Desa Batu Karaeng)” ungkap Azwar.

Dua cakades ini menyatakan, tidak menerima hasil pilkades. Mereka melayangkan surat keberatan kepada panitia pilkades untuk dilakukan penghitungan manual.
Diantara alasan tim Fajrul Islam, yakni, adanya staf Desa yang diduga masuk ke bilik suara. Lain lagi dengan Cakades Batu Karaeng yang menyatakan keberatan karena tidak sesuai prediksi tim suksesnya dengan hasil penghitungan suara, jelas Azwar.

  Hal Yang Wajar

Muhammad Azwar yang juga menjabat Kabag Hukum Setda Bantaeng mengatakan, keberatan yang dilakukan oleh calon yang kalah adalah hal yang wajar.
Hanya saja, kata dia, pengajuan keberatan tersebut harus didasarkan pada regulasi yang ada.

“Tentang pilkades ini diatur melalui Perbup nomor 32 tahun 2019 tentang pedoman pilkades”, katanya.

Dijelaskan Azwar, keberatan yang diajukan oleh para pihak, harus didasarkan atas dugaan pelanggaran yang terjadi selama proses. Baik menyangkut penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun jumlah pemilih yang hadir pada saat pemungutan suara.
Misalnya, terjadi selisih antara DPT dengan pemilih yang hadir memberikan suaranya lantas hasilnya sama dengan jumlah DPT. Atau diduga ada yang memberikan suaranya tapi tidak terdaftar dalam DPT.

Mengenai mekanisme pengajuan keberatan lanjut Azwar, diatur dalam pasal 33, Perbup 32 Tahun 2019, disebutkan “Mekanisme pengajuan diatur berdasarkan pasal 33 Perbup nomor 32”, ungkapnya.

Terkait desakan membuka kotak suara, Azwar mengatakan, tidak serta-merta kotak suara dibuka. “Tidak semudah apa yang dibayangkan oleh para pihak. Membuka kotak suara untuk dihitung secara manual harus mengacu kepada peraturan yang berlaku”, tandas Azwar.

Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed