oleh

Mengapa Banyak Wartawan Dibunuh, Dikeroyok, Dikriminalisasi, Dipidanakan dan Dihukum ???

Oleh: R. Ng. Margo yoso. SK. MSc. (Pembina DPP KWRI Now)

Kita sebagai pekerja kuli tinta atau wartawan atau kerennya Jurnalis sebenarnya tugas mulia apabila dilakukan dengan baik dan melaksanakan sesuai koridor yang telah diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan UU.No.40 thn 1999 tentang Pers.

Pentingnya kita harus  belajar secara cermat setiap ketentuan Bab dan pasal sehingga tidak melakukan pelanggaran atau norma norma dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dalam tugas jurnalistik berbagai hal yang harus dikerjakan, diantaranya:

Peliputan, Wawancara, Investigasi, Penulisan berita/Pemuatan berita & penyiaran kepada khalayak ramai atau masyarakat. Kita selaku kuli tinta dituntut kehati hatian dan teliti dalam menulis berita karena jika ceroboh dan tidak memikirkan dampak yang akan terjadi niscaya wartawan tersebut akan menanggung segala resikonya.

Saya mencoba menulis pengalaman saya sebagai wartawan dari sejak tahun 1978 bersama dengan sahabat serta teman seprofesi Pers/ wartawan yg lain yang telah meninggalkan kami untuk selamanya, semoga tulisan yang berisikan wejangan ini bermanfaat untuk Sahabat yg telah bergabung dengan kami.:

UNTUK MENGHINDARI KESALAHAN YANG MENGAKIBATKAN JERAT HUKUM DAN TERJADI ANCAMAN HINGGA PEMBUNUHAN MARI KITA IKUTI DAN BACA INI :

* Jika menulis berita harus berimbang.

* Baca dengan teliti apakah berita yang akan dimuat dan disiarkan sudah tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

* Jika menulis atau memuat hasil wawancara mengangkat atau tentang profil/kebaikan alangkah lebih baiknya konsep tulisan yang akan disiarkan dipersilahkan Narasumber agar membaca terlebih dahulu sehingga jika ada kesalahan/kekeliruan dapat diperbaiki dan dengan demikian Nara sumber juga diminta ACC.

* Jika akan memuat berita yang terkait perbuatan Pidana atau tentang kesalahan seseorang yang sudah jelas Nara sumber terbukti melakukan kesalahan, sebaiknya konsep berita yang belum diajukan kepada Redaktur boleh ditunjukkan Narasumber dengan memperlihatkan JUDUL BERITANYA SAJA akan tetapi tidak memberikan konsep secara utuh kepada Nara sumber karena bisa terkena DELIK PERS.

* Ingat jangan coba coba Wartawan dalam menulis berita tentang perbuatan yang dianggap bersalah yang melibatkan lebih dari satu orang jangan sekali kali berita hanya diperoleh dari satu Nara sumber saja, minimal diperoleh sedikitnya 2(dua) Nara sumber sehingga berimbang tidak terkesan direkayasa Wartawan itu sendiri atau GOSSIP yang akhirnya terjadi Pencemaran Nama Baik atau bisa juga Perbuatan tidak menyenangkan.Wartawan akan dituntut Pidana jika Nara sumber tidak terima dengan pasal 310-335 KUHP yang akhirnya terkena Pidana.

* Jika Nara sumber sudah memberi Isyarat OFF THE RECORD kepada Wartawan jangan mencoba berbuat nekad untuk tetap dimuat atau disiarkan dengan dana tutup mulut, ini terkadang merupakan jebakan sejauh mana kemampuan seorang Wartawan memiliki pengetahuan tentang Jurnalistik.

* Apabila kedapatan Nara sumber yang merayu dengan memberikan sejumlah dana agar tidak diungkap atau diberitakan/disiarkan kemudian ANDA diminta tanda terima tidak perlu takut buatkan saja dan tanda tangani diatas meterai asalkan ANDA dalam menulis pada tanda terima diisi lengkap sebagai pembayaran pemasangan iklan Ucapan atau Pemuatan Artikel atau Sebagai partisipasi membantu biaya Cetak atau yg terbaik menurut ANDA yang terpenting tidak dapat dituntut secara Hukum/Pidana.

* Jika Anda mendapatkan Nara sumber yang karena rasa takutnya akibat perbuatan salahnya dimuat/disiarkan, kemudian ANDA ditawari sejumlah dana yang menurut ANDA dianggap cukup besar.Ini cukup MENGGIURKAN walaupun tanpa tanda terima sebaiknya ANDA katakan saya akan terima namun harus ikhlas & jumlahnyapun saya tidak menentukan, berarti ANDA berkesinambungan terus dan tetap bisa berhubungan karena yg telah memberi dana kepada ANDA merasa bersahabat dgn ANDA.

* Jika Anda dalam meliput atau Investigasi mendapatkan seorang atau pejabat atau lebih dari satu orang melakukan pelanggaran seperti penyalahgunaan jabatan, korupsi atau perbuatan melanggar Hukum dan pejabat tersebut dari salah satu instansi Pemerintah/Institusi jangan sekali kali menyebutkan Instansi/Institusinya namun tuliskan saja oknumnya karena yang melakukan adalah Oknumnya bukan instansinya atau boleh menuliskan inisial nama oknum pejabat dan boleh dilengkapi Instansi/Institusinya. Namun jika oknum tersebut sudah menjadi tersangka dengan melalui prosedur Hukum/penyidikan ANDA diperbolehkan menulis berita  dengan nama lengkap dan jabatannya serta Instansi/Institusinya karena sudah dipastikan pejabat tersebut bersalah melakukan Pelanggaran atau melawan hukum.

* Jangan sekali kali memuat berita tentang SARA (Suku,Ras dan Agama) ini sangat riskan dan berdampak memecah belah dan Adu domba yang mengakibatkan memecah belah persatuan dan kesatuan sedangkan tujuan utama adalah NKRI harga mati.!

* Dan tidak diperkenankan Membuka Rahasia Negara dampaknya sangat membahayakan.

TOLONG INI DIJADIKAN PERHATIAN UNTUK SEMUA WARTAWAN/JURNALIS YANG MENGINGINKAN AMAN.

Saya tetap bangga menjadi Wartawan/i walaupun berhadapan dengan berbagai rintangan dan tantangan.

SEMOGA BERMANFAAT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed