oleh

Ajak Demonstran Berdiskusi, Bupati Buol Tunjukan Sikap Demokratis, Apa yang Terjadi ?

Topikterkini.com. Buol – Usai memimpin rapat Terkait Kasus Dana DAK dan  Kecurangan Seleksi CASN serta menon-Job Kaban BKPSDM.

Bupati Buol langsung menemui  Demonstran  dan mengajak dialog agar masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GERAK) menyampaikan tuntutanya untuk di tindak lanjuti, Selasa (8/11/2021).

 

Namun masa aksi yang  ditemui Bupati Buol di halaman kantor Bupati, menolak untuk Dialog dan menyampaikan tuntutanya. Mereka memilih tidak berdiskusi sama sekali.

 

Hal ini sangat di sayangkan, sebab dalam tradisi aksi selama ini,  setiap aksi demonstrasi memiliki tuntutan yang harus di jawab dan tindak lanjuti oleh pemerintah. Masa aksi memilih pulang dan tidak menyampaikan tuntutanya.

 

Sikap Demokratis Amirudin Rauf

 

Amirudin Rauf adalah tipikal orang yang tidak mau membicarakan orang di belakang. Beliau sangat identik dengan diskusi dan debat.

 

Baginya, solusi dari sebuah masalah adalah diskusi.  Karena informasi satu arah,  hanya akan menebar hoax dan menciptakan kegaduhan.

 

Dalam beberapa kesempatan baik Kasus Covid-19, maupun beberapa kasus lainya,  Bupati Buol mengundang para pengkritik untuk berdiskusi langsung menyampaikan aspirasinya secara langsung.

 

Saat perayaan HUTDA, Bupati Buol masih saja berpikir untuk menggelar dialog bertemakan “Rakyat Bertanya,  Bupati Menjawab”, hal ini agar aspirasi dari rakyat tentang pembangunan dan kebijakan dapat di kontrol dan maksimalkan dengan saran dan kritikan rakyat.

 

Jadi,  Amirudin Rauf sangat menjunjung tinggi diskusi dan debat dalam menyelesaikan persoalan.  Justru dirinya akan naik pitam,  kalau ada orang-orang yang tidak mau di ajak diskusi dan justru memilih bercerita di belakang

 

Sangat jarang  pemimpin mau temui masa aksi,  bahkan menghadirkan seluruh Pimpinan OPD agar semua tuntutan di jawab oleh pejabat tekhnis terkait.

 

Pantauan media ini saat itu, masa Aksi lebih memilih pulang dan tidak mau berdiskusi dan menyampaikan tuntutanya.

 

Disebutkan oleh sumber berita ini, Amirudin Rauf berbeda dengan pejabat-pejabat lainya yang ketika ada aksi demonstrasi,  justru memilih sibuk,  keluar daerah, atau tidak mau menemui masa aksi.

 

Baginya,  aksi demonstrasi adalah suatu komunikasi dua arah,  antara demonstran dan pemerintah yang perlu menjawab dan menindaklanjuti setiap tuntutan.

 

Amirudin Rauf yang merupakan salah satu pelaku sejarah gerakan mahasiswa di Makasar di tahun 1980an.  Dirinya sadar bahwa aksi penting,  asal dengan data dan tuntutan yang benar-benar objektif.

 

“Saya banyak membaca teori-teori,  saya juga membaca literatur gerakan rakyat,  baik People Power di Filipina,  Zapatista di Amerika Latin,  tetapi saya tidak pernah temukan ada aksi yang tidak punya tuntutan” ujarnya.

 

Apapun itu,  Amirudin Rauf tak pernah menghindari masa aksi,  dia malah menemui masa aksi,  mengajak Berdialog dan diskusi,  tetapi masa aksi sendiri yang memilih menolak dan tidak bersedia dialog dan  berdiskusi.

Sumber: Kominfo Buol.

 

Laporan: H.Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed