oleh

Ramai , korban intimidasi buruh tani paluh kurau lapor polisi

TOPIKTERKINI/DELISERDANG-Puluhan buruh tani Desa paluh kurau di Dusun XV kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang merasa resah & terancam karena di intimidasi oleh sejumlah orang.(07/11)

Bagaimana tidak , keresahan dan ketakutan para buruh tani ini dikarenakan sejumlah orang tersebut telah melakukan intimidasi dan merusak tanaman yang dikerjai oleh para buruh tani hingga menelan kerugian dan harapan terhadap hasil kerja pertanian.

Teror dan kejahatan sangat meresahkan , ucap salah seorang buruh tani -Pardiman (52)- di tandai satu unit mesin jetor miliknya hilang dicuri , yang diduga dilakukan oleh kelompok orang orang yang mengintimidasi kami , ucap Pardiman .

Lebih miris lagi , “istri saya jadi terganggu jiwa dan mentalnya , dia terus merasa ketakutan dan trauma ” beber Pardiman.

Para buruh tani yang merupakan pekerja juga mengatakan , kelompok yang melakukan intimidasi ini mendatangi mereka selalu dengan kata ancaman dan membawa alat alat berupa Sajam ( senjata tajam).

Saat buruh tani bekerja , kelompok tersebut datang dan tak cukup menghardik saja tetapi juga turut mengayun ayunkan parang nya sehingga kami ketakutan.

“Saya ngk tau apa² , saya cuma pekerja , sewaktu saya bekerja mereka datang dan memaki² dan sempat sempatnya meracun bibit padi yang saya kerjakan sebanyak (10 h) sepuluh hektare ” ungkap Pardiman.

Buntut dari kejadian itu Pardiman dan pihaknya segera melaporkan para pelaku ke polisi.

Kinerja Pihak ke polisian Polres Pelabuhan Belawan yang di sebut² sudah mengamankan para terduga pelaku intimidasi dan pengancaman terhadap buruh tani di desa paluh kurau itu pun di harap kan membawa harapan dan perlindungan serta tegaknya ke Adilan, Ucap Pardiman.

Di pertegas oleh – Parlindungan Simanjuntak- yang merupakan ahli waris , sebagai pemilik lahan tersebut.

Parlindungan menyebutkan ” sekelompok orang yang melakukan intimidasi tersebut adalah merupakan orang yang menyewa lahan yang diwarisinya”. ucapnya .

Sambung nya lagi ” jadi Mereka itu menyewa dengan orang tak dikenal , karena lahan itu sudah mereka sewa dengan orang lain yang tak dikenal demi menjaga hal hal tak di inginkan maka pihaknya selaku ahli waris pemilik lahan mengambil alih dengan memberikan batas toleransi kepada penyewa itu sampai batas Maret 2021.

Di jelaskan lebih jauh , Pihaknya telah mengelola lahan itu sejak akhir tahun 1995 .

Di ceritakan ” waktu itu Sekeliling lahan dibentuk benteng untuk bertamam padi” ucap Parlindungan.

” Lahan yang awalnya rawa-rawa tersebut dibentengi dan di buatkan tanggul” tegas nya.

“Saya juga memiliki alas hak surat yang jelas terhadap lahan tersebut” tegas nya tinggi.

Diakui oleh Parlindungan , kalau persoalan ini sebenarnya sudah pernah di mediasi di Polres Pelabuhan Belawan, Akunya.

“Tapi Saat ditanya surat, mereka tidak bisa jawab. Sekarang ini malah mereka mengganggu kami dengan mengancam,” ucap Parlindungan geram.

Awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait informasi sudah diamankan nya para pelaku pengancaman dan intimidasi tersebut.

Melalui Chat What’s App beberapa kali kasat reskrim tak menjawab diduga sedang sibuk.

Beberapa hari kemudian saat di konfirmasi ulang Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang saat ini sedang dijabat oleh AKP I Kadek Heri Cahyadi SIK Melalui telepon beliau menyebutkan :

” ini sudah memasuki tahap 2″ ujar -AKP I Kadek menjelaskan perkembangan proses nya

Amatan Awak media , Kinerja Pihak Sat Reskrim Polres pelabuhan Belawan sangat lah membawa harapan bagi masyarakat buruh tani desa paluh kurau yang mereka anggap sudah ,bertindak , melindungi & melaksanakan penegakan hukum .

Tak sampai di situ , diharapkan pula Attensi dari Kapoldasu dan jajarannya beserta Bupati Deli Serdang bersama stake holder nya,untuk dapat memantau mafia lahan yang ada di desa paluh kurau Kabupaten Deli Serdang.

Dilaporkan : Edy sihotang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed