oleh

Dua Hari Tim Basarnas Sisir Sungai Jombe, Pria Asal Gowa Ditemukan Tewas

Topikterkini.com-Jeneponto: Pria asal Kabupaten Gowa yang dikabarkan tenggelam saat memancing di sungai Kassi Loe Jombe Utara Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Jumat (12/11/2021) ditemukan tewas mengapung sekitar radius 500 meter dari tempat kejadian, Minggu (14/11/2021).

Korban diketahui berinisial Liwang (40) warga Dusun Bae-Bae Desa Pencong Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dua Hari Tim Basarnas Sisir Sungai Jombe, Pria Asal Gowa Ditemukan Tewas Koordinator Basarnas Bantaeng, Hamka mengatakan, Jasad korban ditemukan setelah tim Basarnas dan BPBD Jeneponto bersama warga melakukan pencairan selama dua hari.

“Kita temukan di sungai Jombe pukul 11.47 wita sekitar radius 500 meter dari lokasi kejadian,” kata Hamka kepada awak media.

Setelah korban ditemukan jelas Hamka, jasad korban yang kondisi tubuhnya sudah bengkak dan berbau langsung dibawa warga dengan tandu ke perkampungan dan selanjutnya diantar ke kampung halamannya.

“Korban ditemukan mengapung dengan kondisi tubuh sudah bengkak dan berbau,” jelasnya.

Menurutnya, dihari pertama ia menurunkan dua unit perahu karet untuk mencari korban dengan menuyisir lokasi terjatuhnya korban hingga ke bendungan PDAM.

“Basarnas dan BPBD setempat menyisir sejumlah titik dari lokasi terjatuhnya korban hingga ke bendungan PDAM,” ungkapnya.

Hamka menambahkan, pihaknya tak menurunkan tim penyelam lantaran kondisi cuaca tidak mendukung, air sungai katanya kadang tiba-tiba naik.

“Untuk penyelam kita tidak turunkan karena dari pihak basarnas dan tim Sar gabungan, karena mengingat kondisi cuaca air kadang tiba-tiba naik, itu bisa membahayakan seorang penyelam,” tambahnya.

Kapolsek Binamu, Iptu Baharuddin meminta kepada warga agar berhati-hati, sebab kondisi cuaca saat ini tak bisa diprediksi, kadang hujan lebat, kadang pula sedang.

“Tepatnya ditemukan korban ini di sungai Jombe, maka saya selaku Kapolsek Binamu menghimbau kepada masyarakat Jombe dan sekitaranya agar berhati-hati memasuki musim penghujan, kadang hujan itu keras satu hari dan menyebabkan banjir,” katanya.

Terlebih kata Baharuddin, Jeneponto sudah pernah diterjang bencana banjir hingga menelan korban jiwa.

“Kita sudan pernah beberapa tahun lalu tiba-tiba datang banjir bandang dan meluluh lantakkan fasilitas di Desa Sapanang,” tuturnya.

Laporan: Usman S
Editor : Andi. Baso Pangerang WMG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed