oleh

Kacabjari Buol di Paleleh Lakukan Restorative Justice Kasus Penganiayaan

Topikterkini.com. Buol – Kejaksaan Cabang Negeri (Kecabjari) menerapkan restorative justice atau keadilan restoratif yaitu penghentian penuntutan (SKP2) dalam kasus tindak pidana Penganiayaan di kantor Kecabjari Buol di Paleleh, Rabu (1/12/2021).

 

Kepada media ini diruang kerjanya, Kepala Cabang Kejari Buol di Paleleh, Eliston, Hasugian, mengatakan hal ini didasari Peraturan Jaksa Agung RI Nomor: 15 Tahun 2020, tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadaan Restorative.

 

Lanjut Kacabjari, pada tanggal 28 Oktober 2021, pihaknya telah melakukan penghentian penuntutan (Restorative Justice) dalam perkara Pasal 351 ayat 1 KUH Pidana, yang mana pelaku Ahmad Amirudin alias Lumu (46) tahun Warga Desa Oyak Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan, korbannya adalah Taufik Umar alias Upik yang juga warga Desa Oyak.

 

“Kejadian berawal saat pawai takbir dimana ada keributan dalam menyalakan petasan, saat itu terjadi tindak pidana Penganiayaan terhadap korban Taufik Umar oleh tersangka Ahmad Amirudin, tepatnya tanggal 12 Mei 2021,” Ungkap Eliston Hasugian yang saat itu, di dampingi oleh tersangka dan korban.

 

Ketika perkara tersebut telah dinyatakan P21, Pihaknya langsung bersurat kepada keluarga Pelaku, korban dan pemerintah setempat dalam hal ini kepala Dusun 1 Desa Oyak untuk mendorong perkara ini di selesaikan dengan Restorative Justice.

 

” Setelah kami pertemukan pihak keluarga korban dan pelaku disaksikan Kepala Dusun 1, disepakati upaya perdamaian dan penghentian penuntutan melalui Restorative justice,” kata Kecabjari.

 

Lanjut Eliston Hasugian, tepat tanggal 10 Nopember 2021 pihak Kecabjari, Kejati dan Kejagung menyatakan Restorative Justice di setujui.

 

“Hari ini kami serahkan langsung kepada kedua belah pihak Surat penghentian Penuntutan (SKP2),”kata Kacabjari.

 

Dia berharap agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi dan menyarankan kepada kepada masyarakat dan pemerintah di wilayah Hukum kejaksaan cabang Negeri Buol di Paleleh, agar senantiasa mengedepankan upaya upaya perdamaian dalam penanganan perkara sebelum di bawa ke proses Hukum.

 

“Mari saling merangkul diantara masyarakat, jaga keamanan, ketertiban dan kedamaian sesama warga bangsa, Torang Samua Basudara,” pungkas orang Nomor 1 di jajaran Kejaksaan Cabang Negeri Buol di Paleleh.

 

Pihak korban dan pihak tersangka pun mengucapkan terimakasih dan penghargaan nya atas upaya yang dilakukan oleh pihak Kecabjari Buol di Paleleh, usai penyerahan SKP2, kedua belah pihak pun saling merangkul dan saling memberi maaf.

 

Liputan: Husni Sese

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed