oleh

Dampak Merkantilisme Bagi Indonesia

Dampak Merkantilisme Bagi Indonesia

Oleh: Batara Adhim
(Mahasiswi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar)

Secara harfiah, Merkantilisme berasal dari bahasa inggris merchant yang berarti pedagang. Melalui sistem merkantilisme, sebuah negara berupaya untuk mengoptimalkan aktifitas perdagangan untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah. Merkantilisme merupakan sistem ekonomi yg bertujuan untuk melakukan aktifitas ekspor sebanyak mungkin demi mendapatkan emas atau logam mulia. Secara harfiah, Sistem merkantilisme mulai berlaku pada abad ke-15-18 Masehi. Negara-negara Eropa yang menganut sistem merkantilisme pada masa tersebut adalah Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, Perancis.

Konsep ekonomi Merkantilis muncul pada abad ke18 dengan membawa pandangan ekonomi terkait dengan konsep kesejahteraan negara. Konsep pemikiran ini menganggap bahwa suatu negara yang ingin lebih maju harus menjalin kerjasama perdagangan dengan negara-negara lain, kemudian dari perdagangan luar negeri inilah yang nantinya akan menghasilkan surplus perdagangan luar negeri dalam bentuk emas ataupun perak. Karena pandangan terkait perdagangan luar negeri inilah yang menjadikan kelompok saudagar memiliki posisi penting di masyarakat. Pada abad ke-17 M hingga abad ke-18 M menyebabkan zaman tersebut disebut sebagai zaman kapitalisme komersial atau kapitalisme saudaga,r di negara Eropa. kaum Merkantilisme berpendapat bahwa sebuah kekayaan berpatokan/dapat dilihat dari kepemilikan logam mulia seperti emas serta kekuatan militer sebuah negara. Sedangkan jika suatu

negara tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku untuk kehidupan sehari-harinya, maka negara tersebut haruslah memiliki negara jajahan (kolonialisasi) untuk pemenuhannya. Pada masa pemikiran Merkantilisme berkembang, beberapa negara Eropayang menganut pemahaman ini ialah, Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda. Pada masa tersebut perkembangan pemikiran ekonomi berkembang begitu pesat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Masa ini menjadi sebuah periode masa dimana setiap individu menjadi ahli ekonomi bagi dirinya sendiri.

Tokoh-tokoh Pemikir Paham Merkantilisme

1 .Jean Bodin (1530-1596)

     Jean Bodin lahir di Angers, Prancis pada 1530 kemudian wafat di Laon pada 1596. Bodin merupakan seorang filsuf politik Prancis yang sangat mentereng di Eropa pada abad pertengahan dengan pemikirannya terkait konsep kedaulatan hukum dan politikm .4 Pendapat Jean Bodin mengenai teori uang dan harga, yang setengah abad kemudian oleh Irving Fisher dijadikan dasar teorinya terkait Teori Kuantitas Uang, ialah bahwa “bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri serta praktik monopoli dan pola hidup mewah dari kaum bangsawan dan raja dapat menyebabkan kenaikanharga barang-barang. ”Bodin berpendapat bahwa cadangan emas yang dimiliki lebih baik disimpan, kemudian pengeluaran dilakukan seara hemat dan hati-hati agar Inflasi dapat terkendali

  1. Thomas Mun (1571-1641)

Thomas Munmerupakan seorang saudagar yang berasal dari Inggris yang banyak menulis terkait permasalahan perdagangan luar negeri .Mun dilahirkan di London, Inggris. Pada abad ke-17 Mun tergabung dalam kelompok ekonomi pedagang Inggris. Beberapa karya Mun yang tersohor ialah :  A Discourse of Trade, From England unto The East-Indies (1621) dan England’s Treasure by Foreign Trade or The Balance of Our Foreign Trade is the Rule of Our Treasure (1664), yang membahas terkait manfaat perdagangan luar negeri. Beberapa pendapat yang dikeluarkan Mun terkait kebijakan harga, kebijakan barang, dan kebijakan pajak nasional.

  1. Jean Baptiste Colbert (1619-1683)

       Colbert lahir di Reims, Prancis pada 1619. Colbert bukanlah seorang ahli ekonomi melainkan dia menjabat sebagai menteri utama bidang ekonomi dan keuangan pada masa Louis XIV. Dia memperoleh penghormatan yan tinggi atas kerja kerasnya dalam menghemat anggaran kerajaan dan karyanya dalam memperbaiki kondisi manufaktur serta membawa Prancis dari dari ambang kebangkrutan. Colbert berpendapat bahwa hanya konstitusi dari sebuah harta perang yang penting yang dapat menjaga kekayaan nasional, juga kemampuan untuk menakuti dan mendominasi sebuah negara melalui kekuatan militernya.8Colbert juga membuat sebuah kebijakan yang orientasinya lebih mengarah pada kekuasaan dan kejayaan negara bukan untuk memperkaya orang-perorangan.

  1. Sir William Petty (1623-1687)

 Sir William Petty lahir pada tanggal 26 Mei 1623, wafat pada tahun 1687. Dia merupakan seorang ekonom, ilmuwan dan filsuf Inggris, anggota Parlemen Inggris dan juga merupakan anggota piagam Royal Society. Teorinya banyak membahas mengenai ekonomi dan metode aritmatika politik, dan kaitannya dengan filosofi “laissez-faire” dalam relevansinya terkait aktivitas pemerintah. William Petty mempunyai banyak karya yang membahas ekonomi politik, beberapa karyanya terkait ekonomi yaitu Treatise of Taxes and Contributions, Verbum Sapienti dan Quantoping cunque mengenai uang, semua karyanya tersebut disusun dengan begitu ringkas. Karya ini menjadi terkenal pada tahun 1690-an, spesifiknya mengenai pemikiran-pemikirannya terkait kontribusi fiskal, kekayaan nasional, jumlah uang beredar dan kecepatan perputaran uang, nilai, tingkat suku bunga, perdagangan internasional dan investasi pemerintah. William menganggap bahwa tenaga kerja (labor) itu jauh lebih penting jika dibandingkan dengan sumber daya tanah (alam).

Merkantilisme memberikan dampak yang besar bagi Indonesia. Pada sekitar abad ke16-18 Masehi, banyak pedagang-pedagang Eropa yang melakukan hubungan perdagangan dengan masyarakat Indonesia. Indonesia sendiri merupakan penghasil komoditas rempah-rempah yang sangat dicari di pasar Internasional. Dalam buku Sejarah Perekonomian Indonesia (2009) merkantilisme mendorong adanya kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia. Pada sekitar abad ke-17 Masehi mulai muncul kongsi-kongsi dagang seperti VOC (kongsi dagang Belanda) dan EIC (kongsi dagang Inggris) di Indonesia. Kehadiran kongsi dagang Eropa di Indonesia bertujuan untuk menguasai dan memonopoli perdagangan di kawasan kepulauan Nusantara melalui jalur peperangan dan politik.

 Adapun 5 dampak dari merkantilisme:

  1. Timbulnya kolonialisme.
  2. Banyaknya peraturan perdagangan antar negara.
  3. Munculnya pasar saham.
  4. Munculnya perusahaan perdagangan besar.
  5. Munculnya perbudakan

Adapun dampak merkantilisme dalam konteks perdagangan internasional Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat, Pada sisi ekspor, hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk kelompok komoditi Pertanian, ekspor ke luar negeri mempengaruhi kesejahteraan masyarakat lebih melalui jalur tenaga kerja. Pada kelompok industri, jalur modal lebih dominan; ditunjukkan dengan besaran pengganda yang lebih besar relatif terhadap jalur tenaga kerja. Dari sisi impor, dampak terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat disalurkan melalui dua jalur utama yakni jalur produksi dan jalur penerimaan pajak. Faktor produksi yang terlibat dalam proses ini terdiri dari pekerja dengan pendapatan menengah yang tinggal di perkotaan dan pengusaha berpendapatan menengah baik di pedesaan maupun di perkotaan

Secara ekonomi perdagangan internasional juga sangat berpengaruh terhadap aspek

konsumsi, produksi, dan distribusi pendapatan. Dalam model perdagangan standar, sebuah negara memperoleh keuntungan dari perdagangan dengan melakukan spesialisasi, memproduksi, dan mengekspor barang yang memiliki keunggulan komparatif. Sebaliknya, negara tersebut lebih baik mengurangi produksi serta mengimpor barang yang tidak memiliki keunggulan komparatif.

Teori Kaum Merkantilis

Teori Merkantilis pertama kali berkembang sekitar abad 16 dan 17 di Eropa, yang dipelopori oleh Colbert, Thomas Mun, Sir Josiah Child, dan lain sebagainya. Teori Merkantilis menggambarkan pemerintah berperan sebagai pelaku utama dalam bidang ekonomi, sehingga terjadi ekspor lebih banyak ketimbang impor pada perdagangan internasional. Sumber kemakmuran dari teori Merkantilis yaitu dari logam mulia, yaitu dengan dicapainya surplus ekspor di atas impor dengan cara sebagai berikut:

  • Meningkatkan ekspor dan membatasi impor
  • Memperluas daerah jajahan untuk mendapatkan logam mulia atau bahan mental murah
  • Mendapatkan hasil monopoli dalam perdagangan.

Teori Klasik

Teori Klasik memiliki beberapa kesimpulan yang terdiri dari:

  • Barang dagangan terdiri dari dua jensi dari dua negara berbeda
  • Ongkos produksi dianggap tetap
  • Ongkos transportasi diabaikan
  • Teknologi tidak berubah
  • Tenaga kerja menjadi dasar teori nilai
  • Faktor produksi tidak boleh melampaui batas negara
  • Terdapat persaingan di pasar barang dan pasar faktor produksi
  • Distribusi pendapatan tetap.

Gagasan Dan Solusi

Negara maju dan berkembang sangat menjaga perkembangan perdagangan agar tidak terjadinya minus, salah satunya yaitu dengan mengembangkan ekonomi kreatif dan meningkatkan terjadinya ekspor.  untuk menyeimbangkan kesehatan ekonomi, beberapa paham ekonomi diterapkan agar keuangan negara mencapai tingkat atau level aman.

teori merkantilisme mengasumsikan kesejahteraan suatu negara  ditentukan oleh banyaknya aset ataupun modal yang disimpan oleh sebuah negara, serta besar volume perdagangan internasional yang dilakukan negara tersebut.

Teori Merkantilisme sangat populer karena sebagian besar kerajaan melarang koloni nya berdagang dengan  kerajaan lain. Gerakan Merkantilisme berkembang  sangat kuat dalam mempengaruhi kehidupan politik dan ekonomi di negara barat seperti Belanda, Jerman, Inggris, dll

Negara kolonial berlomba untuk mendapatkan dan mengumpulkan logam mulia untuk berbagai kepentingan seperti industri, ekspor dan impor. Bahkan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, negara akan melakukan berbagai cara baik dengan memonopili, menaikan bea masuk dan penjajahan atas negara dengan sumber daya yang yang sangat melimpah.

Maka tak heran, negara seperti Belanda, Jerman, Inggris, dan Prancis yang mempelopori teori ekonomi ini.

Dengan berkembangnya teori ekonomi Merkantilisme  di Eropa tersebut maka akan membawa pengaruh besar terhadap peradaban manusia sampai saat ini. Dimana berkembangnya kapitalisme, penggunaan uang sebagai alat tukar, bursa efek atau pasar modal dan perdagangan surat berharga atau obligasi, serta perusahaan asuransi dan bank terlahir di era Merkantilisme.

Begitupun dengan Indonesia, sebagai salah satu negara yang pernah terjajah oleh negara Eropa Indonesia merasakan dampak dari Merkantilisme ini. Hal ini lantaran Belanda dengan VOC nya mempengaruhi perekonomian dan sosial di Indonesia.

 

Daftar Pustaka

 https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/12/152303169/merkantilisme-dan-dampaknya-bagi-indonesia

https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/12/152303169/merkantilisme-dan-dampaknya-bagi-indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.