TOPIKTERKINI/MEDAN-Kemiskinan yang mendera dan menjerat keluarga pasutri Muhamad Khairi – Defi Fitriani .menyebabkan situasi yang sangat miris hingga tak mampu membyayar tagihan rumah sakit yang merawat bayinya 15/12/21
Pasalnya Defi Fitriani (19) yang baru saja melahirkan seorang bayi mungil perempuan di klinik seorang bidan di kawasan Medan Marelan setelah nya sang bayi harus mendapat perawatan lebih intensif .
Menurut keterangan Defi karena bayi nya tersebut kekurangan cairan sehingga harus di bawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Dengan ke terbatasan kemampuan di bidang ekonomi dan demi menyelamatkan bayi nya pasutri ini pun memberanikan diri segera membawa kerumah sakit swasta Imelda jalan Bilal keluharan Pulo Brayan kecamatan Medan barat kota madya Medan
Saking lugunya ortu bayi yang berharap kesembuhan anak nya itu tak terpikir nanti akan menerima kalkulasi biaya yang sangat besar mengingat rumah sakit tempat nya dirawat merupakan rumah sakit swasta .
Mirisnya lagi pasutri ini mendaftar kan pengobatan bayi putrinya dengan cara registrasi umum , bukan tanpa sebab itu di lakukan nya karena pasutri ini tidak memiliki rekomendasi jaminan kesehatan
Tapi apa hendak di kata , sampai saat ini sang bayi masih dalam perawatan pihak RS ,dan semakin hari biaya dalam hitungan hari kalkulasi nya semakin bertambah seiring tindakan medis yang di berikan pihak RS.
Lebih miris nya lagi, pasutri ini tidak memiliki dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS .
Muhamad Khairi (24) ayah sang bayi yang hanya seorang pencari rongsokan (botot) tak mampu membendung air matanya saat dirinya menceritakan kondisi sang bayi dan biaya yang semakin membengkak di RS .
” Aku ngk tau lagi bang harus berbuat apa , aku ingin bayi ku sehat , aku kerja cari rongsokan hanya bisa untuk beli makan seadanya demi keluarga ” ucap Muhamad Khairi tersedu² kepada wartawan yang kala itu sedang berada di sekitar RS
Sambung nya lagi , ” semakin hari biaya bertambah , saat ini nilainya saja sudah jutaan , aku bingung mau menebus anak ku bang” ucap nya lirih sambil memeluk wartawan .
Pihak petugas rumah sakit saat di konfirmas ,i awak media yang menemui bagian informasi yang bertugas sore sekitar pukul 18:15 di hari Rabu 15/12 membenarkan adanya bayi yang dirawat di ICU dengan nama ibu kandung Defi Fitriani.
Petugas pun menjelaskan
” Awal nya pihak rumah sakit sudah koperatiif menanyakan , akan di registrasi secara apa pengobatan ini ” ucap petugas menirukan ulang tawaran penanganan administrasi saat bayi akan mulai di lakukan registrasi waktu itu.
” Namun , keluarga nya tak memiliki BPJS Gratis atau pun yang mandiri ” ucap petugas menerangkan kepada awak media.
” Maka di daftar kan lah bayi tersebut secara umum , dan kalau pun ada perubahan Administrasi menggunakan BPJS Gratis , saat ini kemungkinan sulit ” ucap petugas.
Petugas Informasi RS itu pun lebih memperjelas
” Termasuk Yang bisa di layani di RS ini BPJS Gratis dan BPJS Mandiri , Kalau yang menggunakan Rekomendasi jaminan kesehatan dari Dinas Sosial itu biasanya di Rumah sakit pemerintah ” terang petugas itusecara Humanis kepada wartawan.
Pantauan awak media , Perawatan yang di lakukan Pihak RS Imelda terhadap bayi ibu Defi Fitriani sangat lah baik dan dinilai sudah menjlankan SOP terkait pelayanan dan perawatan terhadap Pasien.
Namun persoalan biaya yang semakin hari semakin membengkak tetap menjadi persoalan yang sulit di bayangkan penyelesaian nya bagi Pasutri ini.
Di sebut² pihak keluarga berencana akan menyampaikan dan meminta petunjuk dari Dinas Sosial kota Medan untuk meminta pencerahan dan solusi terkait pasutri keluarga tak mampu ini agar persoalan biaya di RS mendapat jalan keluar namun sampai saat ini awak media belum dapat menjelaskan karena belum mendapat info sampai sejauh mana langkah yang di ambil
Sampai saat ini pasutri keluarga tak mampu Defi Fitriani & Muhamad Khairi Yang mengaku masih menumpang dirumah orang tua di gang buntu 1 lingkungan 7 pasar 1 rel Medan Marelan ini pun semakin bingung ,cemas,dan menjadi semakin kebingungan bercampur harapan menunggu keajaiban ,
Tampak sesekali Muhamad Khairi mengelus rambut defi sambil meneteskan air mata di hadapan istrinya yang baru saja melahirkan itu menandai bentuk menenangkan istrinya.
Amatan awak media , sangat di butuhkan perhatian dari para pejabat yang berwenang di kota Medan terkait permasalahan yang di alami pasutri warga tak mampu Muhamad Khairi – Defi yang sering berlinang air mata merenungi nasib bayi putrinya.
menimbang rasa kemanusiaan ,dalam kesempatan ini awak media turut pula menyerukan ke pada masyarakat dan para dermawan di kota Medan agar dapat membantu kesulitan /persoalan yang di alami pasutri keluarga tak mampu ini agar dapat keluar dari permasalahanya dan dapat berkumpul dengan bayi mungilnya. (Edy sihotang)











