oleh

PERKELAHIAN SISWA SMP DI LOTIM SUDAH BERDAMAI

 

Topikterkini.com Selong Lombok Timur NTB—Sempat viral Video di WhatsApp Group dua orang Siswa SMP menggunakan seragam Sekolah terlibat perkelahian dengan temannya sendiri di salah satu pekarangan kosong di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB namun keduanya kini sudah berdamai.

Wakasek SMPN 1 Wanasaba Hubran S.Pd saat ditemui di Sekolah menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Sabtu tanggal 11 Desember sekitar Pukul 11:00 Wita, usai Siswa pulang Sekolah karena baru selesai ujian, Siswa inisial DP Kelas 7 dan IP Kelas 8 saat itu bersamaan pulang, mereka berdua diprovokasi oleh salah satu temannya kemudian terjadi perkelahian.

“Keduanya Siswa uni tidak saling kenal, mereka diadu oleh temanya dan terjadi perkelahian,” tuturnya.

Lanjut Hubran,setelah kejadian hari itu juga (Sabtu 11 Desember lalu, Red) dari pihak Sekolah langsung mengirim guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas untuk mendatangi kedua rumah orang tua Wali Murid untuk menyelesaikan masalah tersebut dan dari pihak Sekolah juga berupaya memanggil kedua belah pihak untuk menghadiri mediasi tersebut dengan tujuan berdamai.

Lebih jauh dijelaskan, mediasi saat itu bertempat di Kantor Desa Mamben Daya pada tanggal 17 Desember, hadir dua Siswa bersangkutan, Wali Murid, pihak Sekolah SMPN 1 Wanasaba termasuk Komite Sekolah, hadir juga UPT Dikbud Kecamatan Wanasaba, dan Kepala Desa Mamben Daya, Pihak Sekolah juga belakangan ini mengaku baru tau Video perkelahian Siswanya yang berdurasi sekitar 30 detik menjadi viral di media WhatsApp Group maupun pribadi.

“Sebenernya maslah ini sudah berdamai 17 Desember lalu, dan sudah ditanda tangani surat perdamaian oleh ke-dua belah pihak,” tegas Hubran.

Sambungnya, Pihak Sekolah dan semua kita tidak menginginkan hal ini terjadi karena akan mencoreng nama baik Sekolah dan dunia pendidikan, karenanya secara kelembagaan sudah menyampaikan permintaan maaf kepada kedua orang tua wali murid untuk bekerjasama dengan baik dalam mendidik dan mengajar Siswa saat di rumah maupun di Sekolah, karena usia anak Sekolah merupakan menjadi tanggungjawab kita bersma.

Menanggapi maslah tersebut dari pihak Wali Murid Saeful Hadi menyampaikan harapannya kepada pihak Sekolah kami sebagai orang tua korban sudah sepakati surat perdamaian, namun saya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, semoga saja peristiwa ini tidak terjadi lagi dan pihak sekolah benar-benar memperhatikan Siswanya demi kebaikan kita bersama.

“Sebagai wali murid saya berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya singkat.

Liputan: Burhanudin Febrians

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed