oleh

Ngaku Orang Dekat Bupati dan Sekda Lotim,  Terduga Oknum Jual SK Puluhan Juta Rupiah

 

Topikterkini.com.Lombok Timur—- Terduga Oknum Jual SK bupati di Lombok Timur masih berkeliaran mencari pembeli. SK di jual berfariasi Rp.20 – 28 juta rupiah.

Informasi yang di himpunan di lapangan oknum RD tersebut sudah mendapatkan 7 orang pembeli dan berhasil menjual SK tersebut.

Oknum RD mengaku orang dekat Bupati Lombok Timur kepada masyarakat yang mau bekerja di Dinas Lombok Timur dan mengaku juga keluarga Sekda Lombok Timur agar masyarakat percaya.

“Ya oknum RD itu mengakui dirinya orang dekat bupati Lombok Timur,” Ujar, salah satu orang tua yang memasuki anaknya kerja yang tidak mau di sebut namanya, Jumat,14/01/2022.

” Oknum RD langsung datang kerumah untuk membujuk anak kami kerja di Kantor Pol PP Lombok Timur,” Ucapanya.

“Setelah itu saya sebagai orang tua nya di suruh mengeluarkan uang Rp.20 juta untuk biaya Sk oleh RD, berselang beberapa hari kemudian oknum tersebut datang lagi meminta uang tambahan Rp.2 juta, ya langsung saya kasih biaya SK kurang,” Katanya.

“Cerita singkat, anak saya langsung di suruh masuk kerja dan di berikan SK dinas Pol PP bukan SK Bupati itupun tanpa seragam, seragam kami beli sendiri Rp.3 juta.Empat bulan itu anak saya tidak menerima gaji karena SK bupati belum di keluarkan,” Jelasnya.

“Oknum RD menjanjikan anak saya gaji Rp.700- 900 ribu perbulan, di terima hanya Rp.550 ribu perbulan janjinya tidak sesuai apa yang di sampaikan kepada kami sebelumnya,oleh RD,” Tegasnya.

“Kami kira dengan dana itu sudah selesai tidak ada biaya lagi. Tetapi oknum RD sering menghubungi kami untuk minta uang ke kami, Rp.10 juta, namun kami tidak memberikan nya, katanya untuk biaya kenaikan pangkat padahal gaji tidak ada di terima anak saya waktu menerima SK dinas,” Cetusnya.

“Berselang beberapa bulan anak kami di berikan SK dari Bupati sudah keluar kata oknum RD tersebut, iya meminta uang lagi kepada kami ya saya bilang kembali uang kami biarkan anak kami tidak kerja, setelah saya sampaikan seperti itu RD tidak pernah datang kerumah lagi,” Tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala BKPSDM Lotim Drs.Salmun Rahman, kalau ada korban yang merasa di rugikan silahkan laporkan ke APH, Kata, Salmun Rahman.

“Kalau ada yang menjual nama bupati jual nama sekda itu tidak benar,” Tegasnya.

“Berdasarkan usul dari kepala OPD masing masing sehingga Bupati menyetujui nya,” Kata, Salmun.

“Kami tidak akan menerima kalau tidak ada persetujuan dari kepala OPD nya,” Cetusnya.

“Sk bupati itu secara kolektif bukan individu,” Tutup.

Di terbitkan berita ini terduka pelaku oknum RD belum bisa di konfirmasi .

 

Liputan: Ril

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Semoga oknum spt ini segera tertangkap, dan tdk diOPD itu saja kayak spt ini, Dinas Pendidikan juga spt itu…. Terbukti banyak guru2 mendadak, dtg bawa SK,sementara yg lama msh banyak blm punya AKU Bupati…. Maka terjadilah penumpukan Guru disekolah yg Negri,…..