oleh

Diduga Raib, Pemuda Lira Pertanyakan Aset Pemda

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Tanggul Pemecah Ombak yang merupakan Aset Pemerintah Kabupaten Bantaeng, terletak dipesisir Pantai jalan Seruni Kelurahan Tappanjeng diduga raib, hal ini diungkapkan Ketua Pemuda Lira Bantaeng Andi Yuzdanar, Kamis 24/2/2022.

Kepada awak media Karaeng Danar sapaan akrab Yuzdanar membeberkan hal ini kepada awak media saat ditemui dibilangan pantai seruni “Diduga kuat aset pemda berupa tanggul pemecah ombak yang bernilai miliaran itu, saat ini telah menjadi lapangan hitam hilang tanpa jejak” bebernya.

Seharusnya lanjut Danar, instansi yang menangani aset melakukan pelepasan aset terlebih dahulu sebelum dilaksanakan proyek penimbunan saat itu, namun diduga kuat hal ini tidak dilakukan Pemkab. Sehingga aset yang bernilai miliaran itu diduga raib.

“kami menduga terjadi tindak pidana korupsi terhadap aset daerah yang Raib entah kemana” ungkap Danar

Proyek penimbunan Pantai Seruni yang terlaksana tahun 2015, sekarang jadi lapangan Hitam diduga kuat menguntungkan kontraktor pelaksana yang melibatkan oknum pejabat, tambahnya.

Diminta Kepala Bidang aset BPKD Bantaeng, untuk kembali menelusuri ke mana aset itu pergi dan kalaupun tidak ada pelepasan atas aset tersebut kami meminta aparat penegak hukum khususnya kepolisian unit Tipikor atau Kejaksaan untuk melakukan tindakan pemeriksaan pengumpulan data terkait permasalahan ini.

“Kami Pemuda Lira meminta Aparat penegak hukum melakukan pemeeiksaan terhadap kasus ini agar bisa menjadi terang benderang dan kalau perlu kami minta BPK untuk melakukan pemeriksaan Intens secara komprehensif kepada terhadap aset tersebut” tandasnya.

Kepala bidang Aset BPKD Bantaeng Lutfi,  yang dikonfirmasi melalui selulernya mengaku belum mengetahui soal aset dimaksud dan menyarankan untuk mengkofirmasi dinas PU yang menggunakan dan mengelola aset dimaksud.

“Saya belum tau soal aset itu, sebaiknya ditanyakan ke Dinas PU yang menggunakan aset itu” jawab Lutfi singkat.

Kepala Dinas PU Andi Syafruddin M, yang dikonfirmasi via ponselnya mengaku tidak tau. “Saya belum tau juga mengenai aset PU tahun 2015 yang dimaksud, karena saya di PU tahun 2018” tandasnya.

Laporan : Armin

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed