oleh

Kekaguman seorang Wartawati kepada Sosok Advokat Rakyat Sulteng, “Agus Salim”

Masya allah bukan hanya seorang pemimpin advokat rakyat di Sulawesi Tengah, namun iya juga adalah seorang musisi dan pencinta musik internasional, sebagai bawahannya yang juga berprofesi sebagai wartawati di salah satu media on line nasional, aku sangat bangga mempunyai seorang sosok pemimpin seperti itu.

Dia adalah AGUS SALIM ,SH, Advokat Rakyat Sulteng.
Dia di mata kami sangat lah baik dan sangat dermawan dan berjiwa sosial, tak membeda bedakan kami sebagai anak didik nya di LBH. Selama di LBH yang dipimpinnya, kami sangat puas dalam pelayanan nya begitu yang begitu sempurna.

Dalam keseharian, kami selalu di berikan arahan, nasehat, dan bimbingan dalam bentuk kinerja dan pembahasan tentang arti hukum dan politik. Maka dari situlah kami bisa paham dan mengerti .

Segudang Ilmu dan pengalaman yang kami dapat darinya, bagi kami adalah referensi dan kompas hidup menuju kemandirian dan keteguhan prinsip dan integritas diri. Bagaimana melihat sesuatu dari semua aspek agar kami menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, lingkungan, agama, bangsa dan negara.

“Jangan mendahulukan apa yang engkau dapatkan tapi berfikirlah lebih dahulu apa yang engkau berikan,” adalah sebuah kalimat motivasi yang selalu menginspirasi kami dari sosok sang ” Advokat Rakyat”.

Bimbingan dan pesan moral pun tak luput darinya dalam menjalankan aktivitas dan profesiku sebagai seorang jurnalis.

” Selalu bersikap optimistis, berani dan tidak cengeng,” adalah kalimat penyemangat yang selalu terucap darinya.

Menurutnya tugas dan kewajiban selaku pengemban profesi pemburu informasi, kebenaran itu untuk dipersembahkan kepada publik, maka seorang wartawan dituntut kompetensi dan integritas untuk bisa bekerja secara profesional.

Apalagi di era super modern saat ini, Wartawan harus lebih gesit dan tangguh. Terus belajar khususnya tentang teknologi digital yang berkembang pesat, Tuntunnya.

“Terus belajar dan gigih dalam menjalankan profesi, merupakan syarat mutlak bagi seorang wartawan, jika tidak pasti akan tergilas,” ujarnya.

Satu lagi kalimat yang sering terlontar dari ucapannya, jangan pernah takut berjuang untuk kebenaran.

“Sepanjang kalian menjalankan Kode etik Profesi, Seorang wartawan dan pekerja sosial tidak boleh takut dengan siapapun. Kecuali kepada Allah”.

Terimakasih kepada Ketua Lembaga Advokat Rakyat Sulteng, Bapak AGUS SALIM, SH.

Penulis: Stefi Lilis Soundakh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed