oleh

Gunakan Sepeda Motor, Bupati Tolitoli Tinjau Jembatan di Desa Galumpang Yang Runtuh

Topikterkini.com.Tolitoli – Hanya dengan mengendari sepeda motor milik Bhabinkamtibmas Polsek Galang, Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya bersama Kapolres Tolitoli AKBP M. Ridwan Raja Muda, S.IK dan Sekretaris Daerah Moh. Asrul Bantilan, S.Sos rabu sore (23/3) meninjau salah satu dampak paling parah yang diakibatkan oleh banjir bandang yakni jembatan Desa Galumpang Kecamatan Dako Pamean yang runtuh. Jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter itu merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol.

Setibanya di Desa Galumpang Bupati bersama Kapolres dan Sekda melihat langsung lokasi di mana terdapat beberapa rumah warga yang hanyut terbawa banjir bandang sekaligus menemui warga yang terpaksa harus kehilangan tempat tinggal.

Pada kesempatan itu, Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya meminta kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tolitoli untuk segera mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh banjir bandang ini.

Kepada seluruh warga yang terdampak, Bupati meminta untuk bersabar dengan kejadian ini, dan pemerintah Daerah akan segera mengambil langkah antisipasi guna meringankan beban warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tolitoli Nur Alam, ST.,MT mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim reaksi cepat (TRC) yang mensuplai kebutuhan masyarakat yang terdampak.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tolitoli Ir. Fadjar Suko Syuhadha, ST.,MT juga melaporkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kejadian ini ke Pemerintah Provinsi yang langsung disahuti dengan akan segera dibangunnya jembatan darurat (Panel Bridge) dalam waktu dekat ini.

Dalam perjalanan menuju Desa Galumpang, Bupati melewati beberapa jembatan lainnya yang juga runtuh akibat banjir yang ada di Desa Bajugan Kecamatan Galang.
Runtuhnya jembatan Galumpang tersebut karena terjadi longsor di badan jalan yang digerus oleh arus banjir yang cukup deras akibat hujan yang mengguyur pada rabu dinihari.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan dan Desa, serta aparat TNI dan Polri dengan dibantu oleh masyarakat setempat, membuat jembatan penyeberangan berbahan papan dan bambu yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Laporan: Andi Iswana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed