TOLITOLI

Bupati Tolitoli Tinjau Dua Desa Terdampak Banjir di Kecamatan Dakopamean

80
×

Bupati Tolitoli Tinjau Dua Desa Terdampak Banjir di Kecamatan Dakopamean

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Tolitoli – Curah Hujan dengan intensitas tinggi hampir setiap hari terjadi di kabupaten Tolitoli, kini memberikan dampak yang luar biasa pada dua desa Rabu dini hari, 23/03/2022 di Desa Bajugan dan desa Galumpang.

 

Titik terparah akibat banjir tersebut yakni didesa galumpang dimana kurang lebih 136 rumah yang mengalami kerusakan dan 4 rumah terserat arus air sungai.

Bukan hanya itu kerusakan yang di akibatkan Banjir yakni 4 jembatan yang rusak berada dijalan Trans sulawesi tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, dan satu jembatan yang rusak parah berada di desa Galumpang mengakibatkan roda dua dan kendaraan roda empat tidak bisa melintas.

 

Banjir melumpuhkan akses penyebrangan kendaraan antar kabupaten. Masyarakat yang akan melintas juga harus menempuh rute penyeberangan seadanya yang terbuat dari pohon bambu untuk menyebrang ke desa tetangga yang di bantu oleh warga setempat.

 

Pasca banjir rabu dini hari, pemerintah Desa bersama Babinkamtimas setempat bahu membahu bersama warga untuk membantu pengendara yang akan melintas ke desa sebelah dengan menggunakan alat penyeberangan seadanya.

 

Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya, saat di wawancarai oleh pihak Media menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada warga desa Galumpang yang terdampak banjir baik yang rumahnya mengalami kerusakan ringan sampai kerusakan yang parah.

 

Bupati meminta kepada masyarakat agar tetap bersabar dan Kuat karena bencana ini datang nya dari Allah. Bupati juga menyampaikan bahwa sementara ini masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan parah untuk sementara sudah mengungsi ke tempat aman, ke rumah sanak saudara yang terdekat.

 

Terkait bantuan untuk warga yang terdampak di serahkan kepada pihak Penanggulangan bencana untuk menyalurkan bantuan apa saja yang dibutuhkan oleh warga.

 

Salah satu warga yang rumahnya berada di bantaran sungai dekat jembatan mengatakan hujan hari itu memang tidak pernah berhenti dari siang hari sedangkan puncak hujan pada malam hari sekitat pukul 24.00 wita malam, bertambah sangat Deras, Satu jam curah hujan tinggi air sungai mulai meluap dan membuat warga sekitar jembatan Panik.

 

Warga bergeges meninggalkan rumah mereka dan menyelamatkan barang barang berharga yang bisa diselamatkan dan berlarian mencari tempat yang aman untuk berlindung.

 

Laporan: Andi iswana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *