Topikterkini.com Lombok Timur NTB— Direktur RSUD Soedjono Selong Muhammad Tantowi Jauhari mengklarifikasi kegaduhan terkait penanganan pasien stroke yang diminta pulang oleh pihak Rumah Sakit yang sempat viral dijagat Media Sosial Facebook dan pemberitaan Media On Line, faktanya pasien sudah dinyatakan membaik dan ditangani sesuai dengan SOP Sabtu 23/04 lalu.
Sempat diberitakan Topikterkini.com edisi Jum’at 23/04 lalu tentang kondisi penanganan pasien Stroke Mahli 75 alias Amaq Mawar warga Dusun Prian Utara Desa Prian Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur dimana cucu pasien bernama Masnun mengeluhkan kondisi Kakeknya yang belum sembuh tetapi dipulangkan oleh pihak RSUD Soedjono Selong dengan alasan pasien memiliki banyak penyakit dan diminta untuk rawat di rumah.
Menanggapi berita tak sedap itu, Direktur RSUD Soedjono Selong Muhamad Tantowi Jauhari mengklarifikasi secara detail apa yang terjadi sebenarnya. Awalnya pasien datang dengan penurunan kesadaran setelah dilakukan Computerised Tomography (CT) Scan, Pasien di-diagnosa mengalami Stroke Pendarahan (Stroke Hemoragik).
“Setelah dilakukan TC Scan, Pasien di-diagnosa mengalami Stroke Pendarahan, Stroke Homoragik,” ungkapnya.
Dijelaskan Stroke Homoragik merupakan kondisi darurat dimana pembuluh darah pecah maka terjadi pendarahan didalam otak, penyebab utamanya karena adanya tekanan darah tinggi. Pasien dirawat inap selama lima hari, pihaknya memberikan pelayanan dengan baik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) lalu diberikan pengobatan dan perawatan oleh Spesialis Saraf dan perawat terlatih di ruang Saraf RSUD dr. Soedjono Selong.
“Alhamdulillah, kondisi kesadaran pasien membaik, dan telah dapat merespon dengan cukup baik, sehingga dokter Spesialis Saraf mengijinkan pasien untuk pulang, dan disarankan kontrol ke Rumah Sakit secara berkala,” tegas Tantowi.
Lanjut Tantowi perawatan lanjutan dapat dilakukan di Rumah (Home Care) juga dapat dilakukan oleh Publik Safety Center (PSC) RSUD dr Soedjono, kondisi hari ini (Sabtu Siang Red) telah dilakukan kunjungan ke rumah pasien oleh PSC RSUD Soedjono untuk Home Care, dan Tim tersebut menjelaskan secara medis ke pihak keluarga pasien jika dirawat lebih lama di RS, dikhawatirkan pasien akan mengalami infeksi oportunistik akibat penularan dari pasien lainnya, sehingga pihak keluarga pasien menerima arahan pihak RSUD Soedjono Selong dengan baik.
“Alhamdulillah sekarang kondisi pasien sudah membaik dukungan keluarga untuk kesehatan pasien dapat dilakukan di rumah,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan dari masing-masing kedua belah pihak antara RSUD Soedjono Selong dengan keluarga pasien sudah menyetujui agar pasien Mahli alias Amaq Mawar dirawat jalan secara teratur sesuai anjuran dokter.
Liputan: Burhanudin Febrians











