oleh

Evaluasi Diri Dipenghujung Ramadhan, Oleh: Syarief Al-Mahdali, SE, M.Si

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Waa Barakatu.

Tak terasa, kita telah berada di penghujung Bulan suci Ramadhan, Bulan bertaburan Rahmat dan keberkahan Allah SWT Seakan baru saja kita menyambutnya. Kini ia akan pergi meninggalkan kita. Tak ada yang tahu dan memastikan, apakah kita akan menjumpai lagi Ramadhan tahun depan atau menjadi Ramadhan terakhir bagi kita.

Di penghujung  Ramadhan ini, sepantasnya kita merenung dan kembali mempertanyakan keseriusan setiap pribadi kita untuk meraih predikat taqwa yang dijanjikan Allah bagi hamba hambanya yang berpuasa secara Kaffah di bulan Ramadhan bulan yang penuh magfirah dan ampunan ini

“Menaati Allah dan tidak maksiat, selalu berdzikir dan tidak lupa senantiasa bersyukur dan tidak kufur atas segala nikmat yang dititipkan kepada hambanya”.

Dapat disimpulkan, bahwa taqwa adalah kalimat yang singkat namun kaya akan  makna, mencakup seluruh tuntunan yang dibawa Islam berupa akidah, ibadah, muamalah dan akhlak.

Takwa bukanlah kalimat yang hanya sekedar diucapkan atau klaim tanpa bukti. Tapi takwa adalah perbuatan dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT dan tidak melakukan maksiat kepada-Nya.

Wassalam

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed