Harta, tahta dan wanita bisa menjatuhkan keimanan seseorang. Siapapun dia, berstatus apapun dia dan bergelar apapun dia? Tapi, dia bukan makhluk sempurna ! Dia hanyalah manusia biasa, manusia yang berusaha untuk hidup sempurna tapi tidak berikhtiar dan beriman secara total. Jika totalitas keimanan dalam kehidupan di serahkan pada Tuhan pastilah kehidupan akan dikendalikan olehNYA.
Jalan hidup seseorang tak ada yang tahu termasuk dirinya sendiri. Tak ada manusia yang ingin kehidupannya hancur berantakan. Semua ingin bahagia, sempurna lahir batin. Ketika dalam proses pencapaian kebahagiaan dan kesempurnaan mengalami pencobaan yang menggoda dan seolah-olah di perhadapkan pada situasi ” di makan ibu mati tak di makan ayah mati” di situlah sebenarnya akal sehat atau ikhtiar tersebut bekerja.
Kenyataannya, proses antara saraf sensorik dan motorik bekerja pada rel yang berbeda menyebabkan fungsi otak yang sebenarnya tidak seimbang berakibat fatal.
Aktifitas sehari-hari seharusnya jangan monoton itu-itu saja, variasi dan kreativitas selalu didiskusikan secara persuasif antara pasangan. Komunikasi dalam suatu hubungan pasangan hidup berlangsung sebagaimana masa awal perkenalan dan dibawa dalam berumahtangga maka dipastikan rumahtangga akan baik-baik saja.
Secara umum, jika seseorang sudah berumahtangga dan berjalan diatas tiga tahun sifat bosan akan muncul dan mulai merusak sedikit demi sedikit tatanan yang sudah di bentuk secara apik sejak awal. Dari rasa bosan muncul ketidakpedulian terhadap pasangan, membiarkan pasangan dengan rutinitasnya sendiri sehingga perasaan ingin di pedulikan tidak di dapatkan dari pasangan yang seharusnya. Di situlah awal kehancuran.
Dalam menjalankan aktivitas di butuhkan keihklasan sehingga hasilnya akan memuaskan dan tidak mengecewakan.
Ikhlas melakukan tugas dan tanggungjawab dalam proses pencapaian kebahagiaan dan kesempurnaan merupakan sebuah katup yang membuka kran tujuan hidup. Namun ketika katup tersebut mengalami kebocoran kecil saja air kebahagiaan dan kesempurnaan akan terbagi tidak deras seperti yang direncanakan.
Maka keihklasan akan tercabik-cabik akibat pengkhianatan.
Seseorang boleh ikhlas tapi berlandaskan ikhtiar. Keseimbangan antara otak kiri dan kanan harus terus di update agar tetap sinkron, berelasi dan berkolaborasi.









