OPINI

Kerusakan Lingkungan yang Disebabkan Oleh Kapitalisme Global

115
×

Kerusakan Lingkungan yang Disebabkan Oleh Kapitalisme Global

Sebarkan artikel ini
Kerusakan Lingkungan yang Disebabkan Oleh Kapitalisme Global
Husna Apriyanti (Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

Kerusakan Lingkungan yang Disebabkan Oleh Kapitalisme Global

Oleh: Husna Apriyanti
Mahasiswi Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Kapitalisme kontenporer dan linkungan kontenporer muncul pada saat yang bersamaan. Gerakan dekolonisasi global yang ekstensif pada tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an memberikan kemudahan bagi para kapitalis dan korporasi untuk mengakses sumber daya alam, tenga kerja, dan tanah. Asal usul kapitalisme dari proses akumulasi primitif.

Akumulasi primitif merupakan suatu fenomena pengambilalihan tanah dan sumber daya alam dari produsennya, baik di kota maupun desa. Akumulasi primitif ini memutuskan hubungan antara produsen dan sarana produksinya, sehingga mau tidak mau mereka harus menjual tenaga kerjanya kepada mereka yang mempunyai sarana produksi.

Lingkungan merupakan sumber kehidupan yang mendasar bagi semua makhluk hidup, namun sekarang lingkungan  dalam keadaan yang genting karena berbagai faktor seperti penggundulan hutan, tingginya jumlah industri, limbah kimia, polutan sekunder, ledakan populasi dan kebijakan penggunaan lahan yang tidak terencana.

Sedangkan Globalisasi merupakan proses interkoneksi yang semakin hari meningkat di berbagai masyarakat sehingga kejadian – kejadian yang berlangsung mempengaruhi negara dan masyarakat lainnya.

Dapat dipahami bahwa globalisasi  sebagai instrumen paham kapitalisme dimana akan semakin mudah bagi kaum kapitaliisme  untuk masuk dan menjalankan apa yang seharusnya dikejar. Maka tidak heran ketika banyak yang mengartikan globalisasi sebagai tangan kaum kapitalisme.

Dimana Konsep kapitalisme  berasal dari pemikiran Marx  tentang sifat dasar manusia, yaitu  ketamakan, kekerasan, dan keserakahan. Sifat inilah yang menjadikan para pemilik modal dan alat produksi berlomba – lomba dalam mencari kekayaan semaksimal mungkin meskipun harus mengorbankan banyak orang dan bahkan mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan sehingga akan berdampak negatif  terhadap kehidupan jangka panjang. dalam logika kapitalis mencari keuntungan menjadi tujuan utama dan mengesampingkan yang lain bahkan efek buruk yang dapat merusak lingkungan.

Para filsuf lingkungan sepakat bahwa krisis lingkungan merupakan masalah moral. karena hanya dapat diselesaikan dengan mengadopsi etika lingkungan non-an­troposentris, yakni etika lingkungan yang memperluas pertimbangan moral ke alam (non-manusia).

Etika dominan dunia masyarakat modern saat ini menganggap kebutuhan manusia lebih penting daripada kebutuhan non-manusia. Konsekuensinya adalah jika manusia dianggap lebih penting dari pada makhluk hidup dan tak hidup yang lain, maka hal tersebut akan selalu berdampak pada kebu­tuhan atau keinginan manusia yang harus selalu diprioritaskan di atas kebutuhan atau kepentingan makhluk lainnya, tidak peduli seberapa kritis atau esensial kebutuhan yang terakhir itu. Proses akumulasi kapital ini menghasilkan kerusakan lingkungan secara global. Oleh karena itu, etika lingkungan perlu mempertim­bangkan penerapannya di era kapitalisme saat ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/11703792/PENGARUH_PROSES_GLOBALISASI_DAN_PAHAM_KAPITALISME_TERHADAP_KERUSAKAN_LINGKUNGAN_ALAM_INDONESIA

https://anotasi.com/kapitalisme-dan-kerusakan-lingkungan/

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=kapitalisme+global&btnG=#d=gs_qabs&t=1655011678985&u=%23p%3DYueqQBcf6ZAJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *