OPINI

Teori Merkantilisme Pada Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Kegiatan Ekspor – Impor di Indonesia

199
×

Teori Merkantilisme Pada Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Kegiatan Ekspor – Impor di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Teori Merkantilisme Pada Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Kegiatan Ekspor - Impor di Indonesia
Susi Susanti (Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

TEORI MERKANTILISME PADA PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP KEGIATAN EKSPOR-IMPOR DI INDONESIA

Oleh: Susi Susanti
Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Merkantilisme  itu sendiri merupakan suatu system ekonomi yang bertujuan guna untuk menerapkan kegiatan ekspor sebanyak munking demi mendapatkan emas atau logam mulia, dalam system ini suatu negara akan berusaha untuk mengoptimalkan kegiatan perdagangan guna untuk mendapatkan keuntungan. Dan  di negara Indonesia, merkantilisme itu sendiri memberikan dampak yang sangat besar, seperti pada abad ke-16 hingga 18 Masehi banyak pedagang-pedagang Eropa yang melakukan kerja sama perdagangan dengan masyarakat indonesia pada saat itu, sebab di indonesia sendiri merupakan negara penghasil komoditas rempah-rempah yang dicari di pasar tradisional.

Dengan melakukan perdagangan internasional,perekonomian Indonesia terus mengalami naik-turun, dan berdasarkan data yang sudah ada dijelaskan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan januari 2020 mengalami deficit sebesar $860 juta US dollar yang disebabkan oleh neraca ekspor Indonesia sebesar $13,4 miliar  lebih rendah dari neraca impor sebesar $14,2 miliar.

Apalagi pada akhir tahun 2019 terjadi wabah pandemic covid-19.  Yang mana Pandemic Covid-19 ini sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi dunia salah satunnya yang terdampak itu adalah negara Indonesia, dalam hal ini pemerintah sudah menerapkan berbagai peraturan yang harus di patuhi , salah satunya dengan menerapkan pembatasan social yang menyebabkan para pedagang terhambat dalam proses kegiatan jual beli, sehingga dapat dikatakan bahwa covid-19 ini membawa pengaruh terhadap kegiatan ekspor impor di negara Indonesia.

Penurunan nilai impor yang paling banyak terjadi pada negara Indonesia yaitu pada bulan februari dan mei pada tahun 2020. Pada bulan februari  terjadi penurunan yang sangat sigfinikan sebab pada saat itu sudah mulai banyak negara yang mengkonfirmasi bahwa warga negaranya sudah banyak yang terkena covid-19, sehingga kegiatan impor maupun ekspor dibatasi, sehingga adanya pandemic covid-19 ini akan membawa pengaruh bagi terhambatnya kegiatan ekspor-impor, terhambatnya kegiatan ekspor-impor ini menyebabkan kenaikan harga sejumlah barang serta penutupan sejumlah bisnis yang ada sebab, ketika bisnis mengalami kehilangan pendapatan, maka pengangguran cenderung meningkat, sehingga dampak ini akan terus berasa selama adanya pembatasan kegiatan ekonomi.

Pada awal tahun 2020  dari data yang didapat diketahui bahwa nilai ekspor dan impor mengalami penurunan, namun pada bulan Mei setelah mengalami titik terendah,  perlahan-lahan nilai ekspor dan impor mulai mengalami peningkatan kembali, begitupun pada data ekspor dan impor pada bulan Juni tahun 2021 yang menunjukkan percapaian sejak tahun 2019 yaitu sebesar U$$ 17.229,0 juta. Angka ekspor ini meningkat sebesar 54,46% dibandingkan dengan bulan Juni pada tahun2020 dan meningkat sebesar 9,5% dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Pertumbuhan ekspor ini juga disebabkan oleh pertumbuhan ekspor  nonmigas sebesar 8,4% serta melesatnya pertumbuhan pada ekspor migas sebesar 27,2% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Tingginya angka eskpor ini didominasi oleh berbagai macam produk-produk seperti industry pengolahan, sector pertambangan, sector migas, serta sector pertanian. Ekspor nonmigas ini biasanya ditujukan ke negara Tiongkok, Amerika Serikat, Jepan serta negara Malaysia. Sedangkan pada impor bulan Juni 2021 meningkat sebesar 60,12% yang dibandingkan dengan impor bulan Juni tahun sebelumnya. Nilai impor ini didominasi oleh bahan baku penolong, barang modal serta barang konsumsi, pada impor nonmigas ini berasal dari negara Tiongkok, Jepang, Thailand serta negara Singapura.

Dalam hal ini impor Indonesia yang didominasi oleh bahan baku, penolong, serta barang modal diharapkan kedepannya akan tetap menjaga proses produksi yang berada dalam negeri sehingga bisa berjalan dengan baik dan lacar, serta nantinya juga akan mendorong kinerja ekspor yang berada di negara Indonesia, meskipun pada saat ini, masa pandemic belum sepenuhnya berakhir, namun pada saat ini perkembangan nilai ekspor dan impor perlahan sudah mulai membaik serta WTO juga harus dapat mengkoordinasi dengan baik negara-negara yang tergabung dalam kerja sama perdagangan di dalamnya, serta harus pula mencari solusi yang dapat membantu setiap negara melewati kesulitan perdagangan internasional pada masa pandemic seperti ini seperti pengurangan tarif dalam perdaganga internasional, memaksimalkan penggunaan teknologi digital, serta harus mengurangi pajak dalam perdagangan internasional.

Sehingga dengan hal ini diharapkan kedepannya akan semakin menggerakan perekonomian Indonesia kea rah yang lebih baik lagi dan tentunya komoditas nonmigas ini diharapkan dapat semakin berperan dalam kinerja perekonomian secara keseluruhan.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://binus.ac.id/bandung/2021/09/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-ekspor-impor/

https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/12/152303169/merkantilisme-dan-dampaknya-bagi-indonesia

https://www.bps.go.id/website/images/Ekspor-Impor-Juni-2021-ind.jpg

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *