OPINI

Pengaruh Kegagalan Pasar dalam Ekonomi Kelembagaan Baru

121
×

Pengaruh Kegagalan Pasar dalam Ekonomi Kelembagaan Baru

Sebarkan artikel ini

Pengaruh Kegagalan Pasar dalam Ekonomi Kelembagaan Baru

Oleh : Nur Ramadani Ds
Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

 

Dalam hal ini yang kita ketahui kegagalan pasar adalah suatu kondisi dimana pasar mengalami kegagalan dalam menyediakan kebutuhan pasar secara efisien atau ketimpangan antara produsen dan konsumen. Suatu pasar dikatakan gagal jika tidak bisa memberikan jumlah yang optimal secara kebutuhan sosial. mekanisme pasar yang tidak effisien akan menyebabkan kebutuhan pasar yang dihasilkan menjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Adapun hal yang menyebabkan terjadinya kegagal pasar terdapat dua yaitu Eksternalitas dan Kekuatan Pasar yang mana Eksternalitas adalah dampak dari tindakan suatu pihak terhadap pihak ketiga yang tidak terlibat yang menyebabkan kegagalan pasar karena harga ekuilibrium tidak secara akurat mencerminkan biaya dan manfaat sebenarnya dari suatu produk atau layanan. Dan Kekuatan pasar mengacu pada kemampuan satu pihak (atau sekelompok kecil pihak) untuk mempengaruhi harga pasar.

Adapun hal ini ekonomi kelembagaan berperan untuk mengusut apa yang menyebabkan kegagalan pasar tersebut.sehingga dalam Ekonomi Kelembagaan Baru menjelaskan adanya kelemahan dalam pemahaman ekonomi neoklasik, seperti:

1.) pasar dapat berjalan dengan sempurna tanpa biaya karena informasi telah tersebar secara luas dan merata, sehingga pembeli tahu benar barang atau jasa apa yang akan dibelinya,
2.) Persaingan berjalan dengan sempurna sehingga produsen barang/jasa dapat menekan harga barang/jasa yang diperjual-belikan sehingga dapat menjadi murah,
3.) Transaksi tanpa adanya biaya,
Dalam teori ekonomi neoklasik pasar tidak selalu dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien.

Dalam ekonomi kelembagaan baru banyak terjadi kegagalan pasar yang mana mengakibatkan kegagalan pasar tidak sempurna sama hal yang telah terjadi di Indonesia yaitu Kegagalan Pasar Cengkeh Indonesia turunnya harga cengkeh atau tidak stabilnya harga cenkeh penyebab tersebut kemungkinan besar adakah ketidaksempurnaan pasar.

Yang mana hal ini terjadi karena adanya industri rokok kretek sehingga dalam membeli cengkeh atau tembakau bentuk pasar menjadi oligipsoni atau cenderung menjadi monopsoni melalui kolusi.

Adapun dalam pasar monopsoni pembeli memiliki kekuasaan untuk menekan harga input dari penjual atau dengan kata lain terjadi eksploitasi monopsonistik dalam penentuan harga.

Jadi penurunan cengkeh pada tahun 1980-1992 tidak murni terjadi karena kelebihan produksiI(komponen utama produksi) atas konsumsi (komponen utama permintaan) saja.
Sama halnya bila Kekuatan penawaran dan permintaan menentukan harga barang dan jasa.

Setiap perubahan dalam salah satu kekuatan (misalnya permintaan) menghasilkan perubahan harga. Namun, perubahan tersebut pada akhirnya akan menuju titik keseimbangan baru karena kekuatan yang lain (penawaran) juga ikut berubah.

Jika pasar terdiri dari satu pembeli (monopsoni) atau beberapa pembeli (oligopsoni), mereka memiliki kekuatan untuk mempengaruhi harga.Sama seperti sisi penawaran, ketika hanya terdiri dari sedikit pembeli – relatif terhadap pasokan pasar -, pembeli memiliki daya tawar yang lebih kuat. Mereka dapat memaksa penjual untuk menetapkan harga di bawah ekuilibrium.

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Kegagalan_pasar
http://blog.ub.ac.id/riafinola/2019/08/24/latar-belakang-munculnya-ekonomi-kelembagaan/
http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/6921/6160

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *