oleh

Paripurna PAW Ketua DPRD Tolitoli Tak Kunjung Digelar, Ketua DPC PPP: Ada Apa ???

Topikterkini.com.Tolitoli –Ketua DPC PPP Kabupaten Tolitoli Sulteng, Muh.Saleh menggelar konferensi pers terkait hangatnya pembicaraan tentang penggantian Antar waktu (PAW), Ketua DPRD kabupaten Tolitoli, Moh.Randi Saputra, yang berasal dari partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua DPC PPP menganggap penting untuk menyampaikan kepada masyarakat luas tentang PAW ketua DPRD, agar isu yang berkembang luas saat ini bisa menjadi jelas tidak simpang siur yang akan menimbulkan pro kontra dikalangan masyarakat tentang partai yang berlambangkan Ka’bah ini

Dikesempatan itu, Moh.Saleh mengatakan bahwa memang benar adanya saat ini PAW Ketua DPRD sedang dalam proses sebagaiman partai PPP mengikuti kewenangan yang sudah diatur dan melekat dalan partai tentang penunjukan alat kelengkapan dewan (AKD), yang termasuk diantaranya adalah ketua DPRD Tolitoli.

Dia juga mengatakan pergantian seperti Hal yang Biasa terjadi, yang di maksud didalamnya dari jabatan Ketua DPRD turun menjadi Anggota DPRD dan ini merupakan kewenangan yang telah di atur jika salah satu anggota partai yg diusung telah di anggap melakukan pelanggaran oleh partainya.

Sejak instruksi tertulis dari DPP PPP dan DPW PPP provinsi Sulteng, untuk melaksanakan dan mempercepat proses PAW Ketua DPRD Tolitoli, maka DPC PPP segera bersurat ke sekretariat DPRD agar segera mengagendakan Sidang Paripurna Pengumuman PAW Ketua DPRD, namun saudara Randi Keberatan dan tidak bersedia menjadwalkan Agenda Pergantian Ketua DPRD tersebut, sehingga Sidang Paripurna yang sudah diagendakan pada tanggal 30 Mei 2022 Batal dilaksanakan karena sekali lagi Saudara Moh Randi Saputra Keberatan jika Undangan tersebut ditandatangani oleh Wakil ketua DPRD.

Paripurna pun ditunda dengan meminta pertimbangan biro hukum sekretariat daerah provinsi Sulteng tentang silang pendapat berkaitan dengan kewenangan memimpin dan mengundang Paripurna PAW DPRD Tolitoli. Tegas Moh. Saleh

Ketua DPC PPP mengambil langkah menghubungi via telfon Wakil Ketua I, Jemy Yusuf, terkait Beliau enggan untuk melaksanakan Paripurna dikarenakan Alasan wakil ketua satu yakni masih menunggu hasil gugatan saudara Randi dari pengadilan Negri Tolitoli, namun pihak DPC PPP meyakini bahwa surat yang dilayangkan dari biro hukum provinsi Sulteng telah dibaca dan dipahami oleh wakil ketua DPRD bahwa gugatan saudara Randi dipengadilan Negri tidak berpengaruh pada agenda Paripurna PAW DPRD.

“Seharusnya sebagai pimpinan DPRD harus bersikap profesional dan tidak ada alasan untuk tidak atau menunda melaksanakan Paripurna Pengumuman PAW,’ujar Moh.Saleh.

Dirinya bahkan menegaskan kepada awak media, bahwa Wakil ketua I, Jemy Yusuf tidak boleh bersikap menghambat atau dengan sengaja melakukan penundaan paripurna dikarenakan ada sesuatu hal.

“Seharusnya beliau bersikap profesional dan tidak melibatkan perasaan hati atau rasa kasihan sehingga tidak siap mengambil keputusan tegas dalam hal ini karena ini sudah menjadi kewenangan wakil ketua untuk mengambil keputusan,” tegasnya.

Moh.Saleh meminta agar urusan partai berlambang Ka’bah ini, yang terjadi saat ini Agar Partai lain tidak terlalu jauh ikut campur kedalam internal partai mereka.

Menurutnya PAW ketua DPRD bagian dari kewenangan internal partai PPP. Sebagaimana Hal ini dilakukan karena yang bersangkutan sudah dianggap Abai dalam amanah partai.

(Andi Iswana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.