oleh

Kapolres Tolitoli Hadiri Pengukuhan 113 Orang TPPS Kabupaten Tolitoli

Topikterkini.com.Tolitoli –Kapolres Tolitoli, AKBP. Ridwan Raja Dewa. S.I.K menghadiri Kegiatan Rembuk stunting sekaligus pengukuhan 113 Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tolitoli yang secara resmi dibuka oleh Bupati Tolitoli Amran H.Yahya, Jumat pagi 24 Juni 2022 di Aula Hotel Mitra Utama Lantai II.

Pada kesempatan itu Ketua TPPS Kabupaten Tolitoli Mohammad Besar Bantilan yang baru saja dikukuhkan menyampaikan, sesuai dengan target Nasional tahun 2024 dimana angka stunting mencapai 14% yang tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Tolitoli yang masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk menurunkan populasi stunting sebagai target prevalensi tahun ini dapat menurun.

” Saya berharap kepada seluruh yang tergabung dalam TPPS Kabupaten Tolitoli mampu berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara aktif dan kooperatif dengan seluruh stakeholder sehingga sasaran prioritas dapat berjalan secara efektif, dapat pula dilaksanakan secara sinergis melalui pengaktifan peran Pemerintah, Perguruan Tinggi, pihak swasta, masyarakat bahkan media sehingga kerjasama dalam program dan kegiatan penanganan stunting dapat dilakukan semakin solid serta masing-masing mampu berbagi peran dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif melalui program penanganan stunting dan dengan kerjasama yang baik, kata Mohammad Besar dalam sambutannya.

Bupati Amran Yahya yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolitoli, Ny Sriyanti Amran Dg. Parebba dalam sambutannya mengatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak anak dan juga memiliki resiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Dikatakan tugas menurunkan angka stunting bukan hanya menjadi tupoksi jajaran kesehatan atau satu individu semata tetapi diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi mulai dari seluruh Perangkat Daerah terkait, Camat, Kepala Desa unsur akademisi hingga elemen masyarakat lainnya.
Untuk itu diharapkan kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial saja tetapi menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting dalam hal penanganan dan pencegahannya di Kabupaten Tolitoli.
Bupati juga menghimbau kepada instansi-instansi terkait agar mendampingi
desa atau wilayah yang telah ditetapkan menjadi sasaran lokasi penurunan stunting di tahun 2022.

Bupati menegaskan bahwa stunting menjadi harapan bangsa terutama otak bagi anak-anak, ini menjadi tugas berat bagi Pemerintah Daerah terutama para Camat dan Kepala Desa dalam memberikan kesadaran kepada masyarakat dan juga harus betul-betul bekerja, terutama memberikan perhatian penuh kepada ibu-ibu hamil di mana peran kita dalam mengatasi dan jangan menyepelekan persoalan ini tetapi marilah kita berpikir bagaimana anak-anak bangsa kedepannya bisa lebih baik terutama generasi yang masih bayi.

” Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tolitoli yang baru saja dikukuhkan dengan harapan pembentukan tim ini mampu menekan jumlah stunting secara signifikan di Kabupaten Tolitoli sehingga mampu terus turun dibawah target nasional, ujar Amran. ” Kedepannya diharapkan pula agar seluruh tim dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjalin koordinasi dan sinergitas lintas OPD yang baik dan solid sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud, pesan Bupati mengakhiri sambutannya.

Diakhir acara dilakukan penandatanganan Berita Acara Hasil Kesepakatan Rembuk Stunting Kabupaten Tolitoli Tahun 2022.

Laporan: Andi Iswana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.