SULBAR

Aliansi Masyarakat Kabuyu Didampingi PBHR-ST. Lakukan Aksi Damai di Depan PN Pasangkayu.

163
×

Aliansi Masyarakat Kabuyu Didampingi PBHR-ST. Lakukan Aksi Damai di Depan PN Pasangkayu.

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Pasangkayu –Masyarakat Desa Kabuyu Kecamatan Pedongga Kabupaten Pasangkayu. Sulawesi Barat Menuntut Pengadilan Negeri Pasangkayu agar membebaskan salah satu warga desa Kabuyu dan memastikan pertanggung jawaban perusahaan serta Pemerintah. Rabu/06/07/22

Pak Dedy Umur 29 Thn Terdakwa, adalah salah satu warga desa Kabuyu yang di dakwa oleh Pengadilan Negeri Pasangkayu atas tuduhan pengancaman. Pasal 135 KUHP oleh PT Mamuang, anak perusahaan PT ASTRA AGRO LESTARI

“Tumpah buah..tumpah buah” teriak masa aksi pada waktu itu dan tidak ada pengancaman oleh pak Dedy seperti yang dikatakan pihak PT Mamuang “Menutuk mobil, kalau tidak ditumpah buah akan dipukul.” Itu semua tidak ada. tegas Pak Kimin selaku masyarakat desa Kabuyu dan Korlap aksi

Lebih lanjut Kimin mengatakan perusahaan itu sangat meresahkan masyarakat karena menggusur kuburan, pencabutan kelapa sawit dan Penggusuran kebun kelompok tani damai itu semua dilakukan tanpa seizin kami

” Tanpa sepengetahuan kami, dari kepala dusun atau kepala desa tidak ada pemberitahuan. ”

Sebelumnya Terjadi Penggusuran lahan yang tanpa seizin masyarakat oleh Perusahaan (PT Mamuang, anak perusahaan PT ASTRA AGRO LESTARI)

Selanjutnya Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Moh. Taufik mengatakan Aksi solidaritas ini, harapannya bisa menguatkan Dedi terdakwa dalam tuntutan yang sedang dialami pak Dedy,

Mereka hanya ingin mendapatkan keadilan Dunia, mereka hanya ingin wilayah kelolanya itu tidak digusur, mereka hanya ingin ada kepastian hidup atas ruang-ruang produksi mereka, terang pak Taufik

mereka hanya ingin wilayah padi dan lain sebagainya yang menghidupi mereka setiap hari yang menyekolahkan anaknya yang menghidupi kebutuhan sehari -hari mereka itu tidak digusur, aksi ini damai tanpa lahan petani tidak akan bisa berproduksi, tanpa lahan petani tidak akan bisa menghidupi anak cucu mereka.tutupnya

Laporan: Sukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *