oleh

PULIH LEBIH CEPAT “Rayakan Kemenangan-mu, Bukan Tutupi Kegagalan-mu”

“PULIH LEBIH CEPAT”
(Rayakan Kemenangan-mu, Bukan Tutupi Kegagalan-mu)

Oleh: Haerullah Lodji

Indonesia merdeka 77 tahun silam, setiap tahun bangsa Indonesia merayakan, memperingati sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang harta dan jiwa, beragam bentuk dan cara anak bangsa mengekspresikan kemerdekaan rasa terima kasih kepada para pejuang, dari yang mulai renungan hingga hingar-bingar laku manusia, pertanyaan untuk siapa dan untuk apa merayakannya?

Dalih untuk para pejuang, bukankah mereka mereka sudah shahid, untuk menghargai, apa benar mereka yang telah shahid ridho dengan cara kalian merayakannya,? Aku yakin tidak, katanya untuk hiburan rakyat, lah emangnya hiburan hanya boleh saat hari kemerdekaan,, sungguh terlalu

Lalu bagaimana seyogyanya rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan yang mesti disyukuri,? mari kita lihat ragam cara memperbaiki hari kemerdekaan dari mulai Presiden hingga warga kampung,,
Presiden atau pemerintah pusat Memperingati dengan memberi penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa kepada bangsa ini, mereka yang sedang atau purna dalam pengabdiannya pada negara, atau penghargaan kepada keluarga para pejuang, dengan penuh keistimewaan mereka di rayakan dan diundang ke istana Negara, lihatlah bocah kecil bernama Prayoga diangkat derajatnya dengan koplo bareng dihari istimewa didepan bpk presiden dan seluruh tamu undanga, sungguh kesempatan yang sangat langka dan sangat diimpikan oleh sebagian Anak anak Indonesia,, dan diberbagai daerah ada banyak bentuk peringatan yang serupa, pemberian penghargaan kepada, guru, kader posyandu, PAUD, petugas kesehatan, petugas kebersihan yang dinilai bersungguh sungguh mengisi kemerdekaan dengan segala pengabdian, dedikasi dan kemampuan yang mereka miliki.

tampak pula di medsos viral peringatan hari kemerdekaan dengan arak arakan warga mengusung bendera merah putih hingga bermeter meter, menuju tempat pengibaran sang merah putih, katakanlah Pemerintah desa ujung bulu kec. Rumbia kab. Jeneponto bersama warganya mengarak bendera merah putih sepanjang 77 meter menuju Puncak bontolojong sebagai destinasi wisata yang sudah dibangun bahu membahu bersama seluruh warga desa, lalu tibalah mereka merayakan kesuksesan dengan peringatan Penuh makna dan keharuan, ada juga kepada desa pitue kecamatan ma’rang Kab. Pangkep merayakan kemerdekaan dengan mewisuda sejumlah lansia yg telah sukses menyelesaikan pembelajaran keaksaraan fungsional di desanya bersama para relawan desa, dan banyak lagi contoh cara merayakan kemenangan di hari kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Ada pula cara merayakan kemerdekaan dengan cara tidak merayakan, karena sadar diri tahun ini atau perayaan kemerdekaan yg ke 77, tidak ada kesuksesan yg patut dirayakan bahkan justru adanya adalah kegagalan, sebut saja polisi republik Indonesia yang berjibaku mengembalikan kepercayaan publik atas perilaku oknum yg mencabik cabik harkat dan martabat Institusi POLRI saat ini, POLRI memilih merayakan dengan tidak ada perayaan yg gegap gempita sebagai mana tahun tahun sebelumnya,,

Tapi ada juga yang aneh bin ajaib, peringatan 17 Agustus, kemerdekaan Indonesia di tahun 2022 dilakukan dengan sorak Sorai, joget joget, pesta pesta, lenggak lenggok dalam kelatahan yang akud, padahal tak jelas prestasi dan kesuksesan apa yang dirayakan, katakanlah beberapa instansi dengan bangga postingan postingan di medsos hingar bingar perayaan kemerdekaan di instansinya, padahal patut diduga prestasinya nol, pencapaian indikator paling jeblok, Demonstran setiap saat bertandang ke kantornya, lalu mereka merayakan apa, atau jangan jangan malah menutupi kegagalan,, entahlah,,,

Merayakan kemerdekaan sejatinya adalah merayakan kesuksesan bagi mereka yang mengisi kemerdekaan, menyediakan panggung bagi mereka yg berjuang, memberi hiburan bagi mereka yg lelah mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa Indonesia,,
(07i)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.