Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi setiap potensi dan ancaman bencana. Untuk di Indonesia sedikitnya ada lima wilayah yang menjadi sasaran program Caritas Germany dalam meningkatkan pengetahuan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana diantaranya Maluku, Jawa, Sulawesi, NTB dan Sumatra,” beber Yopi.
Lebih jauh Yopi menerangkan bahwa program ini memperkuat basis masyarakat dalam hal ketangguhan bencana khususnya dalam menciptakan kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Wilayah sasaran program.
“Program ini diawali dengan asesmen untuk penentuan output program. Olehnya itu, kegiatan sosialisasi, FGD, Penyusunan Draft Permakades dan Sinkronisasi, Training Sphere, dan training Evakuasi dan simulasi merupakan rangkaian kegiatan dalam program yang dilaksanakan selama empat bulan yang diakhiri dengan penyerahan aset perahu karet dan penandatanganan Permakades sebagai dasar hukum bagi desa dalam soal pemeliharaan dan pengelolaan bantuan perahu karet beserta perlengkapan pendukung bagi tiga Kecamatan sasaran Program,”katanya
Sebelumnya kami telah melakukan koordinasi dengan BPBD terkait situasi penanganan bencana dan peluang kami mensinkronkan program dan outputnya. Olehnya itu, kami hanya mampu mendistribusikan bantuan aset perahu karet tiga buah pada wilayah sasaran program. Kami belum mampu membeli satu desa satu perahu karet,” tambah Yopi.
Sekda, Moh Sufrizal Jusuf, dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi pertemuan ini karena merupakan kolaborasi dari organisasi masyarakat yang peduli akan kemanusian lebih khusus di Kabupaten Buol.
“Atas nama Pemeritah Daerah, kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan teman-teman dari YPAL Poso, LPMS-KDA Buol dan KRB Buol yang telah memberikan bantuan berupa Perahu Karet dalam tanggap bencana Banjir di daerah ini.
Sekda menambahkan, bahwa tanpa adanya kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah, khususnya melalui dukungan kebijakan Pemerintah Desa sejak awal pelaksanaan program, maka mustahil bantuan ini didatangkan.
“Ini merupakan tanggung jawab kita semua. Aset ini akan di serahkan dan diterima oleh tiga kecamatan sesuai dengan Permakades yang akan ditandatangani oleh Bapak/Ibu Kepala Desa sasaran program. Selanjutnya Sekda menyampaikan bahwa saat ini sering terjadi bencana banjir pada bulan Desember hingga Februari, sehingga kita harus siap dengan segala resiko saat bencana datang,” papar Sekda Suprizal.











