Qurban merupakan salah satu ritual tahunan yang sarat muatan politik. Setiap Idul Adha tiba, hampir semua partai politik mempersembahkan qurban, baik secara kelembagaan (institusional) maupun personal.
Ciri-ciri dari qurban (bermotif) politik adalah:
pertama, dilakukan oleh lembaga politik atau aktivis politik
kedua, dilaksanakan di wilayah/daerah yang menjadi konstituen dari partai atau aktivis politik yang berqurban
dan ketiga, ada ekspose media (bila perlu besar-besaran) yang disengaja (dengan mengundang wartawan).
Lantas, apakah qurban yang bermotif politik seperti ini berpahala dan diterima oleh Allah SWT? Wallahu a’lam!, kita hanya bisa menduga-duga.
Partai politik dan atau politisi yang berqurban, meskipun mungkin disertai retorika keikhlasan dan penegasan tanpa pamrih, niatnya jelas untuk mendapatkan simpati dan pujian dari publik (rakyat).
Harapannya, simpati dan pujian itu bisa bertransformasi menjadi dukungan pada saat pemilihan umum.
Jika niatnya untuk mendapatkan simpati dan pujian, maka itulah “pahala” yang akan didapat dari persembahan qurbannya, yakni dibalas berdasarkan apa yang diniatkan. Tapi apakah akan bertransformasi menjadi dukungan nyata dalam pemilu? Belum tentu, karena banyak faktor yang mendorong seseorang, atau sekelompok orang, untuk mendukung atau tidak mendukung partai politik.
Secara garis besar, ada tiga tahap dukungan politik. Rasa simpati, berada di tahap kedua setelah pengenalan (tahap pertama). Setelah simpati, tahap berikutnya (ketiga) adalah mendukung/memilih. Artinya, rasa simpati saja tidak cukup untuk memberi dukungan.
Untuk mengubahnya menjadi dukungan, rasa simpati yang sudah diberikan oleh publik harus terus dijaga/dipelihara dengan cara “berqurban terus menerus (setiap tahun)”; ditambah “infak dan sedekah” di luar hari raya Idul Adha; dan yang lebih penting adalah dengan memperjuangkan kepentingan dan berupaya mewujudkan harapan-harapan rakyat.
Jika partai politik mengabaikan interaksi dan melupakan aspirasi politik dari publik yang (walaupun) telah bersimpati, maka jangan terlalu berharap akan mendapatkan dukungan dari mereka. Qurban yang sudah diberikan kepada mereka setiap tahuиуα.









