Wow!… Diduga Kepala Sekolah SMAN 4 Dengan Sat-pam Bermain Sandiwara, Sampai Sampai Wartawan dan LSM Jadi Korban Pemukulan.

{“remix_data”:[],”remix_entry_point”:”challenges”,”source_tags”:[“local”],”origin”:”unknown”,”total_draw_time”:0,”total_draw_actions”:0,”layers_used”:0,”brushes_used”:0,”photos_added”:0,”total_editor_actions”:{},”tools_used”:{“addons”:1},”is_sticker”:false,”edited_since_last_sticker_save”:true,”containsFTESticker”:false}
Wow!… Diduga Kepala Sekolah SMAN 4 Dengan Sat-pam Bermain Sandiwara, Sampai Sampai Wartawan dan LSM Jadi Korban Pemukulan.

Topikterkini.com,- Kota Tangerang – Tugas Kepala Sekolah (Kepsek) adalah menjaga, mengarahkan dan membimbing agar para guru, siswa, dan bahkan Satpam sekolah saling bisa menghargai dan berdedikasi.

 

Semua itu sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Dan tidak ada sinkronisasi dan arogan untuk berbicara maupun bertindak. Sebab tata krama dan sopan santun itu yang bisa membuat semua nyaman.

Salah satu yang tidak patut untuk di contoh yakni seorang oknum Satpam di sekolah SMAN 4 Pabuaran Tumpeng Kota Tangerang, di duga telah menghalang-halangi tugas, fungsi jurnalis dan LSM hingga berujung melakukan penganiayaan fisik, Senin (24/6/2024) kurang lebih Pukul 15:00 WIB di dalam ruangan tamu.

Hal ini terjadi disaat Hengky dari Jurnalis Info Nusantara dan Asep LSM Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI) yang sedang bersamaan berkunjung untuk konfirmasi dan mengantarkan surat kepada Ninin Nirawaty selaku Kepala Sekolah (Kepsek) di SMAN 4 Kota Tangerang dan sebelumnya sudah komunikasi janjian untuk bertemu di sekolah.

Namun setelah Asep dan Hengky sesampainya di sekolah langsung meminta izin kepada Satpam yang sedang berjaga, untuk meminta bertemu dengan Kepsek, sayang nya Satpam mengatakan bahwa Ibu Kepsek sedang berada di SMAN 5 dan tidak ada di tempat.

Melihat gelagat oknum Satpam yang diketahui sedang berdusta, Asep dan Hengky tidak mempercayai terkait omongan oknum Satpam itu, dan mencoba menjelaskan kepadanya bahwa mereka berdua sudah janjian. Yang akhirnya Asep dan Hengki ngikutin di belakang Satpam menuju ke ruang tamu.

Kendati demikian setelah dijelaskan kepada Satpam terkait keberadaan Kepsek ada di ruangan karena sudah janjian, saat Asep dan Hengky mau masuk ruang tamu terjadilah percekcokan, dimana oknum Satpam yang ngotot dan arogan semenjak awal dari kedatangan Asep dan Hengky memperlihatkan muka tidak senang sehingga terjadilah insiden penganiayaan yang dilakukan oknum Satpam dengan memukul Hengky namun pukulan itu salah sasaran sehingga mengenai bibir Asep.

“Saya yakin bahwa terjadinya peristiwa ini, dan atas arogan nya oknum Satpam tersebut sudah di setting sama Kepsek SMAN 4 Nining, dan sangat di sayangkan hal ini bisa terjadi di dalam sekolah yang notabene nya pendidikan, terlebih tidak menghargai profesi wartawan,”Jelasnya.

Lanjut Hengki, terkait dengan oknum Satpam tersebut bahkan sampai arah pulang pun dirinya masih mengancam, “selagi gua ada disini lu gak boleh lagi kesini, itu diucapkan Satpam”, pungkasnya.

Diwaktu yang sama Asep juga menuturkan, “saat ini kita telah membuka laporan kepada pihak kepolisian atas insiden yang terjadi, kita ikutin saja karena setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya”, tandasnya.

Dirinya juga menambahkan, dengan adanya permasalahan yang menimpa nya, malah menuding pihak sekolah yang dianggap tidak profesional, dan disinyalir ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja, sehingga Kepsek secara tidak langsung memerintah oknum Satpam dan berujung melakukan penganiayaan.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor :LP/B/690/VI/2024/SPKT/POLRES METRO Tangerang Kota Polda Metro Jaya, dan pelaku di jerat Pasal 351 Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Sementara Subarna Sekjen Garda Aktif Tangerang Raya (GATRA) menyoroti terkait insiden tersebut, dirinya menyesalkan atas perilaku oknum Satpam yang telah menghalang-halangi poksi Wartawan dan Lsm hingga diduga terjadi sebuah penganiayaan.

“Oknum Satpam tersebut dan Kepala sekolah wajib bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa temen-temen Wartawan dan LSM yang sedang bertugas, dan ini hal konyol yang tidak pantas untuk di tiru apalagi berada di lingkup sekolah”, ujarnya Selasa (25/6/2024).

Dirinya juga menyampaikan akan mengawal proses Hukum di Polres Tangerang Kota, “apa yang sudah di laporkan temen-temen sebagai korban, kami akan monitor dan mengawal terus sampai dengan tuntas, dan ini memang harus menjadi sebuah efek jera sehingga tidak terjadi lagi perbuatan-perbuatan yang mengancam keselamatan poksi Wartawan dan LSM khususnya di Kota Tangerang dan umumnya di nusantara ini”, tegasnya.

(Red / Budi Santoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *