Uncategorized

Posyandu Garda Terdepan Penurunan Stunting*

35
×

Posyandu Garda Terdepan Penurunan Stunting*

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com_PADANG PANJANG,- Posyandu memiliki peran sangat penting dalam membantu meningkatkan status kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok ibu dan anak. Peran tersebut di antaranya adalah masalah pencegahan penyakit dan kesehatan ibu hamil, serta kesehatan bayi dan balita.

Posyandu melalui para kadernya menjadi pusat edukasi, dalam memberikan informasi tentang pola makan yang sehat dan memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada anak-anak yang membutuhkan.

“Posyandu adalah merupakan garda terdepan dalam penurunan kasus stunting. Sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas utama karena menyangkut nasib bangsa Indonesia ke depan,” demikian dinyatakan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Wali Kota, Dr. Winarno, M.E saat membuka kegiatan Penguatan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2024 bertempat di Hotel Pangeran.

Selanjutnya dikatakan Winarno, bahwa angka prevalensi stunting Kota Padang Panjang, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, mencapai 15,8 persen. Dimana Pemko Padang Panjang menargetkan angka stunting pada 2025 menjadi 7,1%.

“Bukan hanya Posyandu, tapi mari seayun selangkah bekerja sama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah stunting ini di kota Padang Panjang. Untuk itu, tentu diperlukan data yang akurat. Sehingga kalau ada anak stunting yang tidak datang, maka kita datangi dan kita pantau,” demikian disampaikannya didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan kota Padang Panjang, dr. Faizah dan Plh Ketua TP PKK, dr. Fitriyana Winarno, Sp.A, M.Biomed.

Selanjutnya dikatakan Winarno, bahwa Pokjanal Posyandu diharapkan dapat membantu program Posyandu agar berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat.
Dengan adanya Pokjanal ini, maka program Posyandu dapat lebih terarah serta sesuai dengan kebutuhan lokal.

“Monitoring dan evaluasi secara sistematis terhadap pelaksanaan Posyandu dapat dilaksanakan melalui Pokjanal. Dan hal ini membantu mengidentifikasi keberhasilan, tantangan, dan peluang untuk perbaikan,” tutupnya. (Zainal Warhat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *