KOTA PALUSULTENG

Lecehkan Profesi Pers, JMSI dan SMSI Sulteng Minta Kapolda Sulteng Evaluasi Kinerja Dirlantas

57
×

Lecehkan Profesi Pers, JMSI dan SMSI Sulteng Minta Kapolda Sulteng Evaluasi Kinerja Dirlantas

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|Palu – Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (Pengda JMSI) Sulawesi Tengah dan SMSI Sulteng secara tegas meminta Kapolda Sulteng, Irjen Pol.Agus Nugroho S.I.K ,SH,MH untuk mengevaluasi kinerja Dirlantasnya pasca tindakan pelecehan terhadap salah satu wartawan TV di Kota Palu, Rabu (17/07/2024) di Tugu 0 Kota Palu.

Kritik pun dilontarkan pengurus SMSI kepada Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Agus Nugroho, yang meminta segera mencopot Direktrur Direktorat Lalulintas (Ditlantas), Kombes Pol. Dodi Darjanto.

Demikian diungkapkan oleh Ketua SMSI Sulteng, Mahmud Matangara, melalui Sekretaris SMSI Sulteng, Andi Attas Abdullah, di Palu, Kamis, 18 Juli 2024.

Bang Doel sapaanya, mengatakan, sesosok pejabat ini seharusnya bijak sebagai pelayan masyarakat.

“Harus bijak berbicara, lebih santun dan saling menghargai,” tegas pria penulis Kopi Pahit itu.

Dia menambahkan, penghinaan terhadap profesi wartawan ini tidak boleh dibiarkan.

“Makanya kami minta Kapolda segera mencopot Ditlantas itu, biar tidak menjadi polemik di masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, wartawan itu bukan bagian dari anak buah anggota kepolisian yang seenaknya saja bisa dipermainkan. Akan tetapi, wartawan juga memiliki kode etik yang dipatuhi dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

“Jadi hargai kami dong, tolong kalau bicara diperbaiki karena mulutmu itu harimaumu. Dia tidak mencerminkan pejabat polisi yang presisi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengda JMSI Sulteng, Murtalib mengkritisi tingkat pemahaman Dirlantas Polda Sulteng terhadap kerja kerja Jurnalistik. ” Apa korelasinya antara wawancara pakai HP dengan hasil wawancara? Apalagi alat kerja wartawan itu juga biasa dipergunakan ditempat lain dan hasilnya juga bagus, apa masalahnya dengan HP ” ujar Murtalib , Kamis (18/07/2024).

Seharusnya, menurut Murtalib, Dirlantas Polda Sulteng melayani wartawan yang menjalankan tugas dengan profesional dan humanis,bukan malah melecehkan alat kerja wartawan.

“Bukan dari apa alat kerjanya wartawan,tetapi bagaimana hasil liputannya, hasil karyanya ” ungkapnya.

Hal senada juga di ungkapkan Sekertaris JMSI Sulteng juga turut angkat bicara. Menurutnya, Kapolda Sulteng perlu ajari etika anggotanya dalam bekerja dilapangan.

” Kapolda Sulteng harus ajari etika anggotanya,masak sekelas pejabat utama Polri bicaranya kayak orang tidak punya pendidikan,melecehkan profesi ,sok kaya ” Sindir Syahrul SH, Sekertaris JMSI Sulteng ,Kamis (18/07/2024).

Kronologis

Insiden tersebut terjadi saat Syamsuddin hendak melakukan wawancara dengan Kombes Pol Dodi Darjanto di Tugu 0 kilometer, Palu, pada Rabu pagi.

Syamsuddin Tobone, yang juga merupakan Kepala Biro SCTV Palu, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

“Saya sudah janji mau wawancara dari kemarin lewat aspirasinya. Akhirnya tadi pagi Pak Dir bersedia jam 08.30 WITA di Tugu 0. Setelah apel, saya bertemu beliau untuk memulai wawancara. Saya pakai seragam SCTV, rapi. Setelah salam dan kenalan, saya mau mulai merekam.

Dia langsung berkata, ‘Kenapa merekam wawancara pakai HP? Saya tidak mau. Masak wawancara pakai HP, HP merek Cina lagi. Suruh direkturmu belikan HP yang canggih,’” ujar Syamsuddin.

Syamsuddin menjelaskan bahwa ia mencoba memberi tahu Kombes Pol Dodi Darjanto bahwa teknologi saat ini memungkinkan pengambilan gambar yang berkualitas tinggi menggunakan ponsel.

Namun, penjelasannya tidak diterima dengan baik. “Sampai anak buahnya, anggota lantas Polda, datang dan membisikkan kepada saya, bilang sudah, tidak usah dibantah,” tambahnya.***

(Sumber : Siaran Pers JMSI Sulteng dan SMSI Sulteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *