OPINI

Mengapa Harus Ahmad Ali Jabat Gubernur Sulteng? Tinjauan Kritis Dengan Tidak Memberi Mimpi Bagi Rakyat (Jilid 99)

102
×

Mengapa Harus Ahmad Ali Jabat Gubernur Sulteng? Tinjauan Kritis Dengan Tidak Memberi Mimpi Bagi Rakyat (Jilid 99)

Sebarkan artikel ini

Mencermati geliat masa kampanye Pilgub di Sulawesi Tengah saat ini, banyak hal yang patut dicermati dengan analisis objektif dengan mengedepankan rasio kualitatif atas daya serap rakyat Sulawesi Tengah.

Yang sangat berharap akan terjadinya perubahan mendasar terhadap peningkatan mutu dan kualitas perubahan pembangunan serta peningkatan perekonomian rakyat yang adil, makmur menuju harapan baru Sulteng kesejahteraan.

Melontarkan ide bernash untuk janji politik adalah keniscayaan yang sesungguhnya dicerna sesuai kebutuhan daerah Sulawesi Tengah.

Dan ketika Ahmad Ali yang kini disorot sebagai Cagub terkuat terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029, tetap mengindahkan cakrawala berfikir, bersikap, berbuat dan bertanggungjawab.

Membongkar pokok-pokok pikiran dari seorang Ahmad Ali yang telah berketetapan hati memberikan perubahan kepada rakyat di bumi Tadulako ini, tentunya tidak hanya mengandalkan saat terpilih, hanya memanfaatkan apa yang telah terhidang di pemerintahan Sulawesi Tengah.

Akan tetapi, kecerdasan sebagai seorang top leader yang memiliki kemampuan komunikasi di atas rata-rata, akan berdampak positif plus mengalirnya berbagai program pemerintahan pusat beriringan dengan masuknya para investor yang benar-benar berkomitmen membangun peradaban baru lebih bermartabat di negeri khatulistiwa ini.

Sebelum lebih lanjut menguak kembali ide cerdas yang dikemas dalam program gagasan besar Ahmad Ali mensejahterakan rakyat Sulawesi Tengah, sejenak kita menoleh suasana ‘Lembah Palu’ kurun waktu sepekan terakhir.

Meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, wilayah ini menjadi sangat ‘sexy’ diperebutkan potensi pemilihnya di Pilgub mendatang.

Dari berbagai tempat yang penulis kunjungi untuk bersilaturahmi baik itu di Kota Palu, Sigi dan Donggala, dari perbincangan umum, obralan ala rakyat yang tidak ada basa-basi, namun berharap dengan hati nuraninya, berkeinginan kuat agar Ahmad Ali terpilih sebagai Gubernur Sulteng.

Alasan mereka sangat sederhana, kata mereka, walaupun selama ini Ahmad Ali belum menjadi pejabat di pemerintahan Sulawesi Tengah, akan tetapi bukti nyata kepeduliannya untuk rakyat Sulawesi Tengah dapat dilihat jelas.

Sebab, Ahmad Ali sebagai calon gubernur sudah dikenal sebagai sosok yang telah banyak berkontribusi bagi masyarakat di Sulawesi Tengah di banyak sektor, termasuk pendidikan, sosial dan pembangunan.

Beliau belum jadi gubernur tapi sudah bikin apa yang dibutuhkan masyarakat. Sekolah? Bapak Ahmad Ali ini bikin pesantren dan dikasih gratis.

Beliau belum jadi gubernur saja sudah bisa kasih begitu banyak ke masyarakat, apalagi jika jadi gubernur, pasti lebih banyak lagi yang bisa dia berikan.

Petikan sekelumit kenyataan di atas ini jugalah yang memantik harapan baru masyarakat Sulawesi Tengah.

Selain itu, keyakinan Sulawesi Tengah bakal lebih sejahtera ketika Ahmad Ali terpilih sebagai gubernur, sebab ada banyak tokoh penting yang bakal ikut menemani Ahmad Ali dalam menjalankan programnya.

Denga demikian, masyarakat berkeyakinan bahwa para tokoh di Sulawesi Tengah ada bersama Ahmad Ali. Para tokoh itu semua bisa jadi perpanjangan tangan masyarakat kepada Gubernur, sehingga masalah masyarakat semua bisa diselesaikan.

Maka jika muncul pertanyaan mengapa harus memilih Ahmad Ali sebagai Gubernur Sulawesi Tengah?

Salah satu dari sekian alasannya adalah Ahmad Ali ingin memastikan setiap orang tua di daerah ini tidak ada lagi yang kesulitan menyekolahkan anaknya karena keterbatasan biaya.

Orang tua tidak boleh lagi pusing karena tidak bisa beli baju sekolah anaknya, tidak bisa beli buku anaknya. Pemerintah harus hadir menjamin semua seragam sekolah dan buku sekolah gratis.

Ahmad Ali optimistis harapan yang digantungkan masyarakat kepada dirinya untuk memajukan Sulawesi Tengah agar lebih baik dapat dilaksanakan.

Sebab ada dukungan dari presiden terpilih Prabowo Subianto kepada dirinya dan Abdul Karim Al Jufri untuk maju sebagai calon gubernur di Sulawesi Tengah.

Belum lagi dengan kemampuan lobi-lobi Ahmad Ali ke berbagai lini sektor yang dianggap bisa memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu dan kualitas pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah, sudah teruji dan terbukti dengan pengalamannya baik itu di tingkat regional, nasional bahkan internasional.

Apalagi memang Ahmad Ali memiliki sejarah panjang dalam pergerakan pelajar dan mahasiswa.

Semua pastinya tahu bahwa salah satu kemampuan mereka yang terlibat dalam pergerakan, apalagi menjadi pemimpin dan pelopor pergerakan adalah kemampuan berkomunikasi.

Sebagai pemimpin pergerakan Ahmad Ali terbukti mampu mengkomunikasikan ide-ide dan gagasannya kepada semua.

Karenanya pintar bicara dan kemampuan merangkai kata bukankah lobang kekurangan.

Justeru sebuah kelebihan yang dikaruniakan kepada seseorang yang memang ditakdirkan untuk menjadi aktifis dan pemimpin.

Sebab memang salah satu kriteria pemimpin yang dimiliki oleh Ahmad Ali adalah “tablig” yang salah satu dipahami sebagai kemampuan untuk mengkomunikasikan pesan-pesan kepada masyarakat.

Sebaliknya, tentu sangat disayangkan, penulis seringkali merasa malu dan risih melihat pemimpin yang tidak bisa mengekspresikan ide/ide dan gagasannya. Lebih runyam lagi jika memang pemimpin itu minim ide dan gagasan.

Karenanya kita sangat bangga membaca sejarah Soekarno yang hebat dalam berkomunikasi. Juga dengan kemampuan Soeharto dalam komunikasi walau tidak dalam bahasa asing. Demikian juga dengan Gus Dur dan Habibie. Juga Bapak Susilo Bambang Yudhoyono semua tahulah.

Karenanya kemampuan berkomunikasi (bicara) Ahmad Ali adalah kelebihan yang membawa rahmat. Dan merupakan satu kelebihan yang patut diacungi jempol akan kelebihan yang dimiliki Ahmad Ali ini.

Penulis : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)

BERSAMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *