Menunjukkan segala kebaikan yang diperbuat seseorang dengan niat menguatkan hati masyarakat bahwa dalam kontestasi Pilgub Sulawesi Tengah bukanlah sekedar menebar janji, akan tetapi telah memberikan bukti nyata kepada rakyat Sulteng.
Dan ini bukanlah niat untuk pamer apalagi menjadi ria, karena niat atas perbuatan itu adalah sesuatu yang dilarang Allah.
Namun bagi penulis, dalam konteks ijtihad politik menuju Harapan Baru Sulawesi Tengah untuk kesejahteraan ummat, menjadi keniscayaan yang sejatinya masyarakat Sulteng harus lebih tahu dan memahami sejauh mana seorang H Ahmad Ali telah berbuat sedari dulunya bagi warga Sulawesi Tengah.
Sebagai seorang pemimpin atau leader, selama ini Ahmad Ali telah berhasil memperlihatkan kemampuannya.
Meskipun sudah menjalani masa berbagai jabatan yang dipikulnya, semangat Ahmad Ali tidak pernah pudar memberikan pengabdian terbaik kepada negeri dan masyarakat tercintanya khususnya di Sulawesi Tengah.
Terbukti dengan tidak pernah berhentinya Ahmad Ali sejak puluhan tahun lalu dengan mengalirkan hartanya yang kemudian menjadi manfaat ummat dan selalu berada di garis terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Malang melintang diberbagai organisasi, tampaknya Ahmad Ali paham betul dan menyadari, bahwa maju mundurnya suatu organisasi tergantung dari kinerja para pimpinan.
Kepemimpinan meliputi beragam kualitas dan keterampilan diri. Seorang pemimpin yang baik adalah orang yang mampu mengatur berbagai tugas, berkomunikasi secara efektif, dan menciptakan lingkungan kerja tim yang positif.
Ahmad Ali juga berhasil membuktikan, bahwa kekuatan skill leadership dapat memperlancar seorang pemimpin berhubungan dengan orang lain dalam membuat keputusan yang produktif, dan memberikan bimbingan yang efektif terhadap bawahan.
Kekuatan profesional dapat mencakup keterampilan atau kualitas yang telah ditunjukkan, karakteristik atau kemampuan sosial serta seorang pemimpin dapat mengelola tim secara efektif, memotivasi bawahan, mendelegasikan tugas dan menggunakan umpan balik untuk meningkatkan level kepemimpinan dari waktu ke waktu.
Sebagai seorang yang sudah tidak asing lagi menjadi pemimpin di berbagai level organisasi hingga partai politik, Ahmad Ali memiliki keterampilan interpersonal yang kuat dan soft skill lainnya seperti mendengarkan secara aktif, memetakan strategi dan kemampuan untuk menengahi konflik.
Ahmad Ali juga mampu meyakinkan bawahannya, akan pentingnya kerjasama antar sesama tim di setiap tingkatan organisasi yang dipimpinnya.
Sehingga di lingkungan apa dan dimanapun memimpin, selalu berhasil dibuatnya senyaman mungkin.
Hubungan antara satu dengan yang lainnya terbangun dengan harmonis dan baik. Masing-masing jajarannya selalu bekerja sesuai Tupoksinya.
Berkat hasil kerja baiknya di setiap lini sektor yang diamanahkan kepada, Ahmad Ali bukan hanya sekedar membaktikan akal fikirannya untuk kemajuan anak bangsa.
Namun lebih daripada itu, sumbangsih amal jariah senantiasa mendarah daging baginya, untuk kemudian bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.
Selama kepemimpinannya di berbagai organisasi apapun, bekerja dengan ikhlas, suami dari Nilam Sari tersebut juga telah melakukan berbagai hal yang berdampak positif bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan berbagai pihak terkait lainnya demi memajukan daerah Sulawesi Tengah.
Dengan tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa dan tercapainya kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Bagi Ahmad Ali menjalani jabatan apa saja tetap dijalaninya dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Bahkan tidak jarang, beliau juga memanfaatkan hari liburnya untuk melaksanakan kegiatan untuk mencerdaskan anak bangsa dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Karenanya Ahmad Ali hanya berharap khususnya dengan izin Allah amanah Gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029 diamanahkan Allah kepadanya adalah menjadi jabatan dan amanah yang dilaksanakannya, dapat menjadi ladang amal dan mampu menjadi amal ibadah bagi dirinya.
Maka ketika bakal calon gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Ahmad Ali menyatakan bahwa, selama ia menjabat sebagai anggota DPR RI dua periode, ia tidak pernah menerima gajinya satu bulan pun, adalah hal patut diresapi lebih seksama.
Semua gajinya diperuntukan kepada panitia pembangunan mesjid, serta mengumrahkan para imam dan penghafal Al-Quran.
Kata Ahmad Ali, komitmen itu akan dijalankan ketika nanti terpilih menjadi Gubernur Sulteng, bersama wakilnya, Abdul Karim Aljufri (AKA).
Ahmad Ali mengatakan dirinya dengan Abdul Karim Aljufri maju menjadi gubernur, Alhamdulillah mereka bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan hari ini, jadi tidak lagi untuk mencari harta.
Ahmad Ali menyatakan, dirinya bersama Abdul Karim Aljufri maju dalam pilgub 2024 ini, semata-mata hanya untuk memperbaiki kualitas pengabdian.
“Selalu saya bilang, saya ini nakal dulu. Nah, saya tidak mau masuk surga regular, karena kalau reguler antreannya panjang sekali. Saya mau bikin lompatan,” ujar Ahmad Ali.
Ahmad Ali berharap, dengan jabatan gubernur ini akan memudahkan dirinya dan Abdul Karim Aljufri untuk masuk surga nanti.
“Karena ketika pemimpin itu amanah dan menggunakan kebijakannya untuk kepentingan rakyat, Insyaallah dia akan mendapatkan privilege (hak istimewa) untuk di surga nanti. Kalau regular, bahaya bos, panjang sekali antrean kita,” kata Ahmad Ali.
Dan akan sangat sulit dilakukan oleh orang sekaya apapun jika hati nuraninya tidak tersentuh apalagi tergerak melakukan kebaikan-kebaikan yang tiada berbatas.
Adalah juga bagaimana Ahmad Ali menyalurkan beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa Sulawesi Tengah. Baik bagi mereka yang berkuliah di Sulawesi Tengah ataupun melanjutkan pendidikannya ke luar Sulteng bahkan ke luar negeri sekalipun.
Belum lagi dengan Pondok Pesantren yang dimiliki olehnya dengan fasilitas super mewah, yang khusus mencetak generasi qur’ani.
Segala kebutuhan santri dipenuhi secara gratis. Mutu dan kualitas makanan terjaga dengan tingkat kualitas gizi terbaik.
Para ustadz yang ditempatkan untuk mengajar di Pesantren ini, juga bukan dari sembarang tempat. Bahkan khusus ada yang didatangkan dari Timur Tengah.
Sumbangsihnya untuk berbagai kegiatan hari besar keagamaan dan nasional, melalui aneka ragam Orsospol, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa, Pelajar, Kewanitaan, Lembaga Adat, berbagai majelis taklim dan pengajian umum dan masih banyak lagi yang kerap dibantunya secara rutin.
Hingga para anak yatim piatu, fakir miskin, janda kurang mampu, bilal mayit, penggali kubur, orang tua jompo, juga tidak luput di santuni pada waktu yang telah ditentukan setiap tahunnya.
*Sekelumit Tentang Kebaikan Ahmad Ali Pasca Gempa Palu*
Sehari setelah kejadian bencana 28 September 2018 silam, suasana di Kota Palu kacau balau. Geliat ekonomi mati total, tak ada warung makan yang buka, tak ada aktivitas di pasar, hampir semua toko dan kios juga tutup.
Mayat-mayat bergelimpangan di tepi pantai Talise, ribuan mayat tertimbun dalam tanah dan lumpur likuifaksi.
Ruas-ruas jalan raya terpecah belah hingga ribuan orang lari mengungsi untuk keluar dari kota Palu.
Di bandara, ribuan orang mengantri buat berharap mendapatkan tumpangan dari pesawat hercules. Meski setelah keluar dari Kota Palu, tak tahu kemana karena tak punya saudara.
Saat itu listrik mati total, ribuan orang tidur di halaman rumah. Saat sebahagian mulai kehabisan makanan, kelaparanpun mulai melanda.
Namun saat itu jugalah, Ahmad Ali bersama dengan pasukan yang dipimpinnya, menyebar memberikan bantuan pangan dan berbagai kebutuhan darurat.
Yang terluka parah dan menderita sakit langsung di rawat di kantor NasDem Sulawesi Tengah. Sebab saat itu situasi kota benar-benar dalam keadaan genting.
Puluhan truk bantuan dari Ahmad Ali menyebar ke pelisok Sigi dan Donggala. Berbuat terbaik untuk meringankan beban para korban bencana gempa itu.
Dan seluruh tenda pengungsian yang ditempati para pengungsi, saat di hari ke 2 pasca bencana, Ahmad Ali adalah orang pertama yang menyentuh tenda pengungsian itu, disaat akses masuk ke Kota Palu masih terisolasi.
Inilah fakta kemanusiaan menunjukkan bakti dan kepedulian Ahmad Ali kepada rakyat kecil sungguh tidak mampu dirangkai dalam ungkapan kalimat.
Jiwa sosialnya dan langsung turun melihat langsung kenyataan di lapangan, adalah bukti betapa baktinya untuk masyarakat kecil hadir di saat yang tepat.
Maka kini, Calon gubernur nomor urut 1 H Ahmad Ali ini, mengajak seluruh pihak untuk selalu menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar bisa lebih baik dalam memitigasi bencana yang sulit diprediksi.
Dia berharap, pengalaman menghadapi bencana 2018 silam bisa menjadi pelajaran semua pihak, termasuk pemerintah daerah dalam menyiapkan kebijakan yang tidak abai pada kebencanaan.
“Masyarakat Sulteng Insya Allah ke depan makin kuat menghadapi tantangan,” kata calon Gubernur nomor urut 1 itu.
Ahmad Ali pun ingin menjadikan pengalaman para penyintas bencana sebagai salah satu modal dalam menyusun kebijakan saat diberi amanah memimpin Sulawesi Tengah pada pemilihan Gubernur 27 November mendatang.
“Saya tidak mau ada lagi masyarakat Sulteng jadi korban tragedi. Karena tidak ada yang bisa memprediksi (kapan bencana terjadi), sehingga kita harus menyiapkan untuk lebih adaktif,” jelas Ahmad Ali.
Dia bilang, momen mengenang peristiwa 28 September 2024 bukan untuk mengungkit kesedihan dan cerita memilukan. “Tapi untuk jadi pelajaran bagi kita, agar tidak mengulangi kesalahan yang terjadi,” tandasnya.
Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)
BERSAMBUNG











