OPINI

Ahmad Ali Tekankan Keberimbangan Dengan Keselarasan Antara Komitmen dan Konsistensi Demi Lahirkan Pemimpin Sulteng Sejati (Jilid 137)

29
×

Ahmad Ali Tekankan Keberimbangan Dengan Keselarasan Antara Komitmen dan Konsistensi Demi Lahirkan Pemimpin Sulteng Sejati (Jilid 137)

Sebarkan artikel ini

Keseriusan dan keberpihakan Ahmad Ali sebagai Gubernur mendatang terhadap aspirasi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah, tidak lagi nanggung apalagi sekedar omon-omon belaka.

Apa yang kemudian dilakukan Ahmad Ali saat menjabat sebagai Gubernur adalah demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Semua pasti berharap dengan kerjasama yang kuat di jajaran Pemerintahan Sulawesi Tengah, selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga akan mampu meningkatkan pendapatan daerah khususnya dari berbagai sektor di masa akan datang.

Dan penulis sangat meyakini jika ke depannya saat Ahmad Ali menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah, tidak boleh ada pungutan-pungutan yang memberatkan masyarakat.

Apalagi kepada masyarakat yang kurang mampu, tidak boleh ada pungutan-pungutan, bahkan sebaliknya mereka yang harus dibantu oleh pemerintah.

Semuanya harus diniatkan dan dijalankan keberimbangan dengan keselarasan antara komitmen dan konsistensi pemimpin Sulteng sebagai proses perbaikan masyarakat di masa depan, dengan harapan agar Allah SWT menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

Lalu dengan kehadiran para investor di Sulawesi Tengah ke depannya, merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang pembangunan dan kesrjahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah harus selalu memuliakan dan menggelar karpet merah bagi para investor yang berinvestasi di Sulawesi Tengah.

Tapi sisi lain, para investor juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi sesuai undang-undang yang berlaku terutama bagaimana masyarakat Sulawesi Tengah harus benar-benar merasakan manfaat dari investasi dilakukan juga diperhatikan kesejahteraannya.

Penurunan tingkat kemiskinan merupakan upaya bersama semua pihak, termasuk kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Sulawesi Tengah.

Efektivitas penggunaan sumber pembiayaan, baik yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Sulawesi Tengah, menjadi kunci penurunan tingkat kemiskinan.

Selain itu, upaya penanggulangan kemiskinan akan semakin ditentukan oleh kemampuan Pemerintah Sulawesi Tengah dalam menggalang partisipasi semua pihak.

Khususnya kemampuan daerah dalam memobilisasi perangkat kelembagaan pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan upaya penurunan tingkat kemiskinan.

Dalam konteks ini, tentunya disaat menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah mendatang, Ahmad Ali akan mempertegas dan menguatkan keberadaan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh kabupaten/kota se Sulawesi Tengah, yang merupakan modal penting bagi upaya penurunan tingkat kemiskinan.

Melalui TKPK adalah untuk memastikan berbagai prasyarat penanggulangan kemiskinan terpenuh dengan kuatnya dukungan politik Ahmad Ali sebagai Gubernur terhadap misi penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Tengah.

Lalu ketepatan program dan efisiensi pengalokasian anggarannya, beriring dengan ketepatan sasaran penerimanya.

Selanjutnya sinergi antar program dari setiap dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan dan komplementaritas antara program Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Pusat.

Dan saat kesempatan Kampanyenya sebagai alon Gubernur Sulawesi Tengah, Ahmad M Ali, didampingi seorang politisi Sulawesi Tengah Andi Mulhanan Tombolotutu, menyambut baik beberapa perwakilan masyarakat dan tokoh pemuda di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (22-10-2024).

Dalam diskusinya, kandidat dengan tagline “Beramal” itu menegaskan bahwa seorang politisi harusnya bersikap sebagai seorang kesatria.

Menjadi politisi, kata dia, yang terpenting adalah menunjukkan esensi nilai dalam diri manusia itu sendiri.

Apa yang dijanjikan (komitmen) harusnya selaras dengan tindakan atau konsistensi.

Sebab ketidak berimbangan dan ketidakselarasan antara komitmen dan konsistensi inilah yang menjadikan politik dipandang negatif oleh kalangan masyarakat akar rumput.

Kondisi inilah yang kemudian melahirkan krisis kepemimpinan di beberapa daerah termasuk Sulawesi Tengah.

“Olehnya itu, kehadiran saya adalah untuk menunjukkan bahwa politik sejatinya adalah untuk menjaga nilai yang melekat dalam diri manusia itu (khususnya politisi). Karena menjadi politisi adalah menjadi seorang kesatria,” tutur Ahmad Ali.

Seorang tokoh pemuda Kabupaten Banggai, Hari Sutrisno, di sela diskusi itu mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran pasangan calon, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri, dalam kontestasi Pilgub Sulawesi Tengah.

Ini menarik, sebab kehadiran pasangan Beramal ini tidak hanya sekedar tampil menjadi seorang pemimpin dalam perebutan kekuasaan, namun lebih dari itu bahwa mereka menjelaskan esensi seorang pemimpin sejati adalah menjadi seorang kesatria”, kata Hari.

Menjadi seorang kesatria adalah tantangan besar bagi seorang politisi, sebab komitmen yang dibangun harusnya selaras dengan tindakan atau konsistensi.

Karena itu, kehadiran pasangan Beramal diharapkan dapat memberi contoh bagi kaum muda agar tetap menjaga nilai diri dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk eksistensi dalam dunia politik.

“Semoga pasangan Beramal menjadi harapan baru dalam mewujudkan Sulawesi Tengah sejahtera, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Banggai,” harapnya.

Ahmad Ali juga adalah sosok yang berkomitmen untuk mendorong dan sangat peduli dengan dunia pendidikan di Sulawesi Tengah dan saat bertemu membaur bersama dengan generasi milenial di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (22-10-2024) malam, disambut hangat dan penuh sukacita.

Sebagai mana diketahui bahwa saat menjabat sebagai Anggota DPR RI, Ahmad Ali mendorong Program Indonesia Pintar (PIP) yang setiap tahun untuk 4.000 siswa dan mahasiswa yang mendapat beasiswa, diluar yang dia sekolahkan pribadinya.

Sementara itu, Andi Mulhanan Tombolotutu menyoroti puncak bonus demografi di tahun 2030. Usia produktif ke depan akan terus mengalami peningkatan.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas 100 tahun 2045 harus dari sekarang,” katanya.

Andi Mulhanan Tombolotutu cukup mengenal dekat Ahmad Ali, termasuk kedermawanan Calon Gubernur Sulteng itu.

Menurutnya, Ahmad Ali telah selesai dengan dirinya sendiri. Gajinya sebagai wakil rakyat di Senayan, disumbangkan untuk penghafal Al-qur’an hingga membantu membangun masjid.

Andi Mulhanan Tombolotutu juga menyinggung anak-anak yang di sekolahkan Ahmad Ali hingga luar negeri, dan bukan hanya dari Sulawesi Tengah.

“Ada yang dari Medan beliau kuliahkan sampai di Swedia,” ungkapnya.

Bahkan, tahun ini rencananya terdapat salah satu masyarakat Sumbawa yang disekolahkan Ahmad Ali ke Maroko.

Sementara Partai Golkar Kabupaten Banggai menggelar kampanye akbar untuk pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 1, Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri (BERAMAL), di Desa Salodik, Rabu (23-10-2024).

Kampanye ini dihadiri oleh lebih dari 500 orang, termasuk seluruh 11 anggota legislatif (Anleg) Partai Golkar Kabupaten Banggai serta pengurus DPD I Golkar dan dua anggota DPRD Sulteng dari dapil 4 Banggai Bersaudara.

Dalam orasinya, Sekretaris DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah, Amran Bakir Nai, menegaskan bahwa dukungan Golkar kepada pasangan BERAMAL didasarkan pada visi dan misi yang jelas berpihak kepada rakyat.

“Golkar adalah suara rakyat. Kami yakin seluruh janji politik Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri akan kami kawal untuk kepentingan rakyat Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Nasir Djibran, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Banggai Bersaudara, menambahkan bahwa keputusan Golkar untuk mendukung pasangan BERAMAL melalui proses yang sangat selektif.

“Kami percaya pada dukungan besar dari 10 partai yang mengusung mereka, dengan total 33 anggota DPR provinsi dan 5 anggota DPR pusat. Ini adalah kekuatan besar yang akan membawa visi dan misi untuk kemajuan Sulawesi Tengah dalam lima tahun ke depan,” ungkap Nasir.

Syarifudin Tjajo, anggota legislatif DPRD Kabupaten Banggai dari Dapil 1, memberikan jaminan kepada masyarakat, terutama para petani buah naga yang hadir di kampanye tersebut. “Jangan ragu memilih pasangan BERAMAL, karena visi dan misi mereka jelas memberikan perlindungan bagi para petani, seperti asuransi pertanian dan jaminan BPJS Kesehatan gratis. Tidak hanya itu, seragam sekolah gratis juga menjadi komitmen mereka,” tegas Syarifudin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Banggai.

Kampanye ini semakin menguatkan keyakinan masyarakat bahwa pasangan BERAMAL, dengan dukungan penuh Partai Golkar, akan mengawal kepentingan rakyat dan mewujudkan janji-janji politik mereka demi kemajuan Sulawesi Tengah.

Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)

BERSAMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *