Jelang hitungan sekitar 30 hari lagi dihelatnya Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah pada 27 November 2024 mendatang, Ahmad Ali bersama Abdul Karim Aljufri serta team pemenangan hingga para relawan, terus tiada kenal lelah melakukan penguatan ke berbagai lini sektor, demi mempertebal kemenangan pasangan BerAmal ini.
Dan atas izin Allah, ketika amanah sebagai Kepala Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah yang insya Allah di periode 2024-2029 mendatang di bawah kepemimpinan Ahmad Ali dan Abdul Karim Al-Jufri selaku Gubernur dan Wakil Gubernur, pastinya pasangan ini akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur daerah.
Hal ini harus dipertegas rumusannya akibat belum optimalnya nilai tambah komoditas pertanian, keterbatasan energi, terbatasnya kualitas tenaga kerja lokal, dan belum optimalnya aksesibilitas.
Kemudian juga mutu pendidikan dan kesehatan, belum optimalnya kualitas dan kuantitas infrastruktur layanan dasar, konektivitas antar wilayah serta mitigasi bencana dan pemulihan pasca bencana, serta penurunan kualitas lingkungan atau degradasi lingkungan.
Keinginan kuat dari Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri menggiring program prioritas Sulawesi Tengah dalam mendukung pencapaian target indikator makro sekaligus mendukung sulawesi tengah sebagai daerah penyangga ibu kota nusantara.
Dan gerbang penghubung kawasan timur indonesia, antara lain pada sektor kebinamargaan, sumber daya air, keciptakaryaan, perumahan permukiman dan perhubungan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di era kepemimpinan Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri harus mempersiapakan pembangunan infrastruktur dalam rangka penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
Sebab nfrastruktur Sulteng ini masih tertinggal jauh, maka master plan yang baik dan berkesinambungan, harus ditata dengan apik.
Kendala utama masyarakat Sulawesi Tengah adalah dalam pendistribusian hasil pertanian, kelautan dan kehutanan.
Hal ini terjadi karena lemahnya infrastruktur utamanya jalan. Sesungguhnya infrastruktur perekonomian adalah rangkaian fasilitas Correspondence Author fisik dan sistem yang mendukung kegiatan ekonomi suatu negara, wilayah, atau komunitas.
Membangun infrastruktur perekonomian di Sulawesi Tengah merupakan fondasi penting yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di bumi Tadulako itu.
Jika pertumbuhan ekonomi ada peningkatan, sewajarnya pertumbuhan ini berdampak baik terhadap penyediaan infrastruktur di Sulawesi Tengah.
Akan tetapi, kenyataannya terlihat bahwa infrastruktur di Sulawesi Tengah mengalami penurunan setiap tahunnya dari bentuk ketersediaan air bersih, sarana listrik serta pendidikan dan kesehatan.
*Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Sulteng*
Kegiatan ekonomi yang selama ini berkembang di Sulawesi Tengah pada realitanya berimplikasi pada kerusakan lingkungan dan kesenjangan sosial yang menyertainya.
Praktik ekonomi yang seperti itu akan mengancam keberlangsungan hidup manusia dalam jangka panjang.
Maka dari itu, aspek berkelanjutan dalam praktik ekonomi menjadi sebuah agenda yang terus digencarkan oleh Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri untuk harapan baru Sulawesi Tengah baru menuju Sulteng lebih baik dan sejahtera.
Aspek berkelanjutan tersebut ditujukan untuk memperhitungkan pertumbuhan ekonomi yang mengikutsertakan aspek keadilan sosial dan pelestarian lingkungan dalam prosesnya.
Prinsip berkelanjutan dalam ekonomi akan memberikan peningkatan keterampilan pekerja di Sulteng dalam mendorong peningkatan daya saing sehingga dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik.
Pentingnya ekonomi berkelanjutan diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendatang adalah dengan menekankan pada keseimbangan aspek 3P yakni profit (keuntungan ekonomi), people (orang), dan planet (lingkungan hidup).
Sehingga terdapat win-win opportunities dalam ekonomi dan lingkungan pada proses produksi.
Dalam prosesnya, penggunaan sumber daya alam di Sulteng yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Hal ini akan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Sulawesi Tengah dalam konteks meningkatkan lapangan kerja, kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup.
Kegiatan ekonomi yang berfokus pada kesejahteraan bersama yang menguntungkan bagi produsen dan konsumen dengan tidak hanya mengejar pada pertumbuhan ekonomi saja.
Merujuk pada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tujuan dari berkelanjutan adalah pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berkelanjutan kehidupan sosial masyarakat.
Dengan menjaga kualitas lingkungan dan menjamin keadilan serta terlaksananya tata kelola yang menjaga kualitas hidup.
Krusialnya ekonomi berkelanjutan dapat diamati melalui dua dampak utama yang dihasilkan oleh pertumbuhan ekonomi yang selama ini berkembang yakni penurunan kualitas lingkungan hidup yang menyebabkan maraknya bencana alam yang berdampak pula pada terganggunya aktivitas industri dan perekonomian secara masif.
Kedua, kegiatan ekonomi yang hanya berfokus pada keuntungan berdampak pada tingkat kesenjangan sosial yang melebar karena pertumbuhan ekonomi tidak diiringi dengan aspek pemerataan ekonomi.
Dengan situasi seperti inilah yang kemudian semakin melecut semangat pasangan BerAmal ini untuk mengantisipasi sesuatu hal yang serba lambat dalam penanganan infrastruktur secara menyeluruh di Sulteng.
Yang menurut Ahmad Ali tidak ada yang sulit untuk dilakukan apalagi tidak mungkin.
Kembali kepada kemampuan lobi ke berbagai pihak terkait baik di Kabupaten Kota hingga Pemerintahan Pusat.
Sebab yang nyata dilakukan Ahmad Ali seputar infrastruktur di Sulawesi Tengah, sudah ia nya lakukan dengan menggiring sekror yang menganggarkan aliran untuk kebutuhan infrastruktur di daerah Sulawesi Tengah.
Inilah saatnya untuk fokus memberikan konstribusi positif lahir batin demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Ahmad Ali menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur, khususnya jalan, adalah prioritas utama yang akan ia wujudkan jika terpilih sebagai Gubernur.
Ia menekankan bahwa akses jalan yang baik akan berdampak signifikan pada perkembangan ekonomi masyarakat setempat.
Ahmad Ali ingin mewujudkan semua jalan harus dalam keadaan baik dan mulus, mulai dari kota hingga kabupaten dan provinsi, termasuk jalan-jalan pertanian.
Menurutnya, perbaikan jalan ini sangat penting agar biaya logistik menurun dan masyarakat, terutama petani, dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Ahmad Ali juga mengkritik politisi lain yang kerap mengumbar janji tanpa realisasi. “Politisi yang berbohong sekali dan masih dipercaya, akan terus berbohong,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menekankan integritas dirinya, mengklaim bahwa selama dua periode sebagai anggota DPR RI, ia tidak pernah mengambil gaji dan menggunakan pendapatannya untuk berbagai kegiatan sosial, seperti pembangunan rumah ibadah dan beasiswa pendidikan bagi warga kurang mampu.
Ia mengungkapkan bahwa baginya, jabatan gubernur adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat Sulawesi Tengah.
Dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra, menurutnya, akan memberikan kemudahan dalam pembangunan provinsi ini.
“Dengan hubungan baik dan dukungan politik, kami akan lebih mudah mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat jika menjadi gubernur,” jelasnya.
Ahmad Ali maju di Pilkada Sulteng bersama Abdul Karim Aljufri sebagai calon wakilnya, dengan dukungan dari 10 partai besar, termasuk NasDem, Gerindra, Golkar, PAN, dan PKB.
Dengan koalisi ini, Ahmad Ali dan Abdul Karim optimistis akan memenangkan pemilihan dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
“Mari bersamai kami untuk memenangkan Pilkada ini. Karena tanpa dukungan semua masyarakat, kami tidak akan mencapai itu,” tandas Ahmad Ali.
Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS / Angkatan 18 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta)
BERSAMBUNG











