OPINI

Pilkada Damai, Ciptakan Pemimpin Berintegritas

109
×

Pilkada Damai, Ciptakan Pemimpin Berintegritas

Sebarkan artikel ini

Oleh:Dr.Mustaufiq.,S.IP.,SE.,SH.,M.Si.,MH.
(Akademisi & Birokrat Muda Jeneponto)

Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang. Semua kalangan masyarakat tentunya menginginkan agar Pilkada Serentak dapat berjalan dengan aman, damai dan berintegritas. Sehingga untuk menghasilkan pemimpin yang baik maka prosesnya pun harus dijamin damai, aman, sesuai mekanisme dan regulatif sehingga yang terpenting adalah semua pihak, baik penyelenggara, pengusung dan pendukung berkomitmen menciptakan Pilkada yang baik dan berintegritas.

Kehidupan berbangsa dan bernegara menuntut semua elemen untuk tetap menjaga kemurnian berdemokrasi. Karena Esensi dari demokrasi adalah partisipasi masyarakat luas dalam menentukan pemimpinnya dalam mengawal dan membuat kebijakan publik. sehingga Demokrasi tanpa partisipasi langsung dari rakyat merupakan bentuk pengingkaran terhadap demokrasi itu sendiri. Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1 ayat (2) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan demokratis. Sehingga supremasi hukum harus menjadi pion terdepan dalam mewujudkan negara yang berkeadilan bagi seluruh rakyat dalam Mewujudkan negara yang berdaulat dan berdiri tegak diatas kaki sendiri.

Mewujudkan demokrasi melalui Pilkada berkualitas dan berintegritas adalah tugas semua pihak, baik pemerintah, pihak penyelenggara, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, lembaga swadaya masyarakat, insan pers dan para pemilih.

Tunaikanlah hak pilih kita semua dengan riang, gembira, obyektif dan merdeka tanpa tekanan.

Integritas, kinerja dan kualitas kepemimpinan para calon hendaklah menjadi referensi utama dalam menentukan pilihan kita semua.

Abaikan dan cegah segala bentuk tindakan yang membuat kita takut, cemas, sehingga menghilangkan kegembiraan kita dalam memilih dan melemahkan rasio dan kemerdekaan kita sebagai pemilih yang justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta akan mempolarisasi masyarakat luas.

Berpihak dan bertindak tegas pada penguatan kualitas dan integritas Pilkada, dengan jalur menolak berbagai upaya yang akan merusak dan melemahkan proses yang sudah berjalan.

Utamakan kemerdekaan diri kita sebagai pemilih dengan cara melepas dan mengabaikan segala bentuk politisasi identitas yang tidak memiliki relevansi dengan proses tahapan Pilkada yang sudah berjalan. Samakan langkah dan keyakinan bahwa Pilkada adalah pesta demokrasi yang sama sekali tidak beralasan untuk mencerai-beraikan kita sebagai anak bangsa yang terikat dalam satu kesatuan yakni bangsa Indonesia yang majemuk, toleran, rukun dan damai.

Budaya yang terbangun di Sulawesi Selatan yakni sipangngaliki (menghargai) yang merupakan tata krama kesopanan adat masyarakat suku Bugis-Makassar mengandung nilai-nilai seperti sipakatau (tidak membeda-bedakan), sipakalabbiri (saling menghargai), dan sipakainga (saling mengingatkan) ini harus mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam mewujudkan perdamaian dalam bingkai kekeluargaan. Kritis dalam berfikir, teguh dalam prinsip, tegas dalam tindakan bukan berarti mengenyampingkan kesopanan antar sesama.

Perlu menjadi warning bagi kita bahwa, etika dalam bertutur, adat dalam bertindak, budaya dalam kelakuan, yang menjadi lokomotif penggerak mewujudkan perdamaian dalam setiap perbedaan harus mampu menjadi ekspektasi bersama guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas secara kuantitas dan berkelas hingga tuntas.

Jika seluruh elemen mampu menyatukan sudut pandang dalam sebuah frame “Sukses pilkada damai” maka cita-cita berbangsa dan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Sehingga muara labuhan didambakan adalah membangun negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dari Butta Turatea Jeneponto, sebagai sebuah daerah yang menjunjung tinggi nilai siri’ napacce, kita harus mampu meyakinkan masyarakat luas dari ujung sabang sampai merauke dari pinggir miangas sampai pulau rote bahwa komitmen mewujudkan Pilkada damai dan berintegritas terkandung dan lahir sempurna di Butta berjuluk Tanah Para Karaeng.

Kita teguhkan keyakinan, bahwa berbeda bukan berarti tak sama, karena tujuan kita sama yakni melahirkan pemimpin yang berintegritas dalam membangun dan memajukan daerah. Salam pemilu damai dari selatan sulawesi selatan, Jenepontoku Jenepontota, Sulawesi selatan Rumah kita semua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *