DAERAHHUKRIMNTB

Klaim Dirinya Pemilik Tanah, Kantor Desa Beleke Nyaris di Bakar

654
×

Klaim Dirinya Pemilik Tanah, Kantor Desa Beleke Nyaris di Bakar

Sebarkan artikel ini

 

TOPIKTERKINI.Com LOMBOK BARAT-Kantor Desa Beleke, yang terletak di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, nyaris dibakar oleh seorang pria yang mengklaim bahwa tanah tempat berdirinya kantor desa adalah milik orang tuanya. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Desember 2024, sekitar pukul 14.00 WITA.

Peristiwa tersebut bermula ketika pria yang belum diketahui identitasnya mendatangi kantor desa dan mengungkapkan klaim kepemilikan atas lahan tersebut.

Ketika salah satu staf desa berusaha untuk menenangkannya, pria tersebut menjadi marah dan keluar untuk mengambil bahan bakar campuran oli dan pertalite yang diduga sudah dipersiapkan sebelumnya.

Bahan bakar tersebut kemudian disiramkan kepada Rumiadi, Kepala Dusun (Kadus) setempat, yang kebetulan berada di lokasi.

“Saya diajak bicara, namun dia yang terus berbicara. Mungkin karena saya diam, dia marah dan keluar. Ternyata, dia membawa campuran oli dan pertalite dari motornya, lalu menyiramkan itu ke saya,” ujar Rumiadi yang menjadi salah satu korban dalam insiden ini.

Selain Rumiadi, seorang staf desa juga mengalami kekerasan fisik, dengan luka di bagian rahangnya. Staf desa tersebut telah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit.

Kepala Desa Beleke, Islahudin, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan kali pertama terkait klaim tanah tersebut. Masalah tersebut sudah berlangsung lama, dan pihak desa telah berulang kali menjelaskan bahwa lahan kantor desa telah bersertifikat. Namun, klaim tersebut tidak dapat diterima oleh pria tersebut.

“Kami sudah menjelaskan berkali-kali bahwa lahan kantor desa sudah bersertifikat. Kami bahkan sudah memperlihatkan foto kopi sertifikat tersebut kepada masyarakat dan pihak berwenang, termasuk pihak BPN Lombok Barat,” terang Islahudin.

Pihak desa juga telah mengupayakan mediasi antara mereka dan pria tersebut dengan menghadirkan Sekda Lombok Barat dan pihak BPN Lombok Barat di Kantor Satpol PP.

Namun, pria tersebut tetap tidak mempercayai bukti yang diberikan, dan tindakan kekerasan terus berlanjut.

Pihaknya mengaku bahwa pria tersebut beberapa kali merusak fasilitas desa dan bahkan berniat untuk menyegel kantor desa.

Perilaku pria ini telah mengganggu pelayanan publik di kantor desa dan meresahkan warga. Pihak desa bahkan telah mempersilakan pria tersebut untuk menempuh jalur hukum jika ia merasa dirugikan, namun tawaran tersebut ditolak.

“Ini sangat membingungkan kami. Kami sudah menempuh segala cara, tapi dia terus melakukan tindakan ekstrim. Penyiraman bahan bakar yang mengancam keselamatan sangat berbahaya,” tambah Islahudin.

Selain itu, ada laporan bahwa pria tersebut diduga didampingi oleh seorang oknum polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) saat mendatangi kantor desa. Terkait hal ini, Kades Beleke mengaku tidak mengetahui apakah ada pihak lain yang mendukung tindakan tersebut.

“Saya tidak tahu apakah ada oknum yang memback-up tindakan ini atau tidak. Namun, yang jelas, tindakan yang dia lakukan kali ini sangat ekstrem,” kata Islahudin dengan nada kecewa.

Kepolisian setempat dan aparat terkait saat ini sedang menangani peristiwa ini, sementara kantor desa berharap agar masalah klaim lahan yang sudah diselesaikan melalui jalur hukum ini segera mendapatkan penyelesaian yang adil dan tidak mengganggu pelayanan masyarakat. (TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *