Topikterkini.com. LOMBOK TIMUR – Ratusan warga Desa Rensing Raya, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, mendatangi Kantor Desa pada Senin malam untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap dugaan penyalahgunaan kendaraan milik desa.
Mereka mempertanyakan keberadaan mobil sampah desa yang diduga digadai oleh Kepala Desa, serta mobil ambulance yang sering terlihat berada di lokasi hiburan, seperti kafe.
“Selain mobil sampah yang diduga digadai, kami juga heran kenapa mobil ambulance desa bisa sering ditemukan di tempat hiburan seperti kafe,” ujar sejumlah warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Saat warga menyebutkan mobil ambulance yang sering terparkir di tempat hiburan, spontan sejumlah warga lainnya mengomentari, “Pak Kades sedang mabok,” sebuah celetukan yang membuat suasana semakin panas. Masyarakat pun merasa ada kejanggalan karena mobil ambulance yang seharusnya siap sedia untuk kebutuhan darurat, justru sering ditemukan berada jauh dari lokasi tugas.
Ketua Forum Pemuda Desa Rensing Raya, Muhammad Karran Briliando, turut angkat bicara mengenai masalah ini. “Kami menghormati kepala desa, tetapi kenapa harus seperti ini? Mobil ambulance yang seharusnya stand by di kantor desa, justru ditemukan di luar desa, bahkan di depan penjual tuak di wilayah Suwangi. Ini sangat tidak etis,” jelas Karran.
Namun, Kepala Desa Rensing Raya, Munawir Haris, memberikan penjelasan terkait kedua isu tersebut.
Mengenai mobil sampah yang tidak beroperasi beberapa bulan terakhir, ia menyatakan ada kesalahan teknis dan mis komunikasi.
Ia membantah tuduhan bahwa kendaraan tersebut digadai, dan menegaskan bahwa mobil tersebut hanya dipinjamkan oleh temannya.
“Saya tidak pernah menggadaikan mobil sampah, itu hanya dipinjam. Ada sedikit kesalahan teknis yang menyebabkan mobil itu tidak beroperasi beberapa waktu lalu,” ujar Munawir dengan tenang.
Terkait dengan mobil ambulance yang sering berada di luar wilayah desa, Munawir menjelaskan bahwa sebagai kepala desa, dirinya terkadang harus menyelesaikan urusan di luar kantor.
“Tidak selamanya kepala desa berada di dalam kantor. Tentu saja saya juga banyak melakukan tugas di luar kantor,” jelas Munawir, meskipun jawaban tersebut tidak memuaskan banyak warga.
Kendati demikian, masyarakat desa berharap agar masalah ini segera mendapatkan perhatian serius, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut. Warga pun menginginkan agar kendaraan milik desa digunakan semestinya dan tidak disalahgunakan.
Polemik ini menciptakan ketegangan di kalangan warga Desa Rensing Raya, yang berharap agar kepala desa dapat memberikan penjelasan lebih jelas dan mempertanggungjawabkan setiap tindakannya.(TT).











