ARTIKEL

Fadhilah Shalat Tarawih Berdasarkan  Kitab DURROTUN NASIHIN Oleh: Dr.H Misri Hasanto, S.H, M.Kes

84
×

Fadhilah Shalat Tarawih Berdasarkan  Kitab DURROTUN NASIHIN Oleh: Dr.H Misri Hasanto, S.H, M.Kes

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Jakarta, Setiap orang orang beriman sudah pasti menanti kedatangan bulan suci Ramadhan dengan gembira dan penuh harapan. Namun sedikit sekali yang paham tentang Keutamaan dan hikmah Sholat Tarawih yang dilaksanakan saat malam malam Ramdhadan tersebut.

Yuk kita bahas apa saja keutamaan & Hikmah Sholat Tarawih pada malam malam Ramadhan tersebut, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Durrotun Nasihin, ujar Dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes CEO Rumah Hukum Indonesia Raya, Rabu 05 Maret 2025 saat diwawancara awak media di salah satu Masjid di Pekanbaru.

Berikut ini adalah keutamaan (pahala) dan Hikmah sholat Tarawih urut sesuai dengan
pelaksanaannya mulai tanggal 1 sampai 30 Ramadhan. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya beliau berkata:
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. pernah ditanya tentang keutamaan Shalat Tarawih di bulan Ramadhan. Lantas beliau menjawab bahwa pada malam yang keberapa.

Keutamaan pada malam 1 : Orang yang beriman akan terbebas dari dosanya layaknya keika baru dilahirkan oleh ibunya.

malam 2 : Orang yang sholat tarawih dan kedua orang tuanya (jika keduanya beriman) akan mendapat ampunan dari Allah ‘azza wa jalla.

malam 3 : Malaikat menyeru dari bawah ‘Arsy: “mulailah untuk melakukan amal kebajikan, maka Allah ‘azza wa jalla akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu”.

Selanjutnya pada Malam 4 : Orang yang beriman akan mendapat pahala layaknya orang yang membaca kitab Taurot, Zabur, Injil dan Al-Qur’an,

malam 5 : Allah ‘azza wa jalla menganugerahinya pahala layaknya orang yang sholat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsho.

Malam 6 : Allah ‘azza wa jalla mencurahkan padanya pahala seperti pahalanya orang yang melakukan Thowaf di Baitul Makmur dan Bebatuan (batu-batu) memohonkan ampunan baginya.

Selanjutnya pada malam 7 : Seolah ia telah bertemu Nabi Musa ‘Alaihis salam. serta ikut membantunya menghadapi raja Fir’aun dan patihnya.

Malam 8 : Allah ‘azza wa jalla aka memberikan segala sesuatu yang sudah diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam.

Malam 9 : Mendapat pahala seperti pahalanya ibadah yang dilakukan oleh para Nabi‘Alaihimus salam.

Selanjutnya pada malam 10 : Allah ‘azza wa jalla akan memberikan kebaikan dunia dan akhirat.

Malam 11: mendapatkan pahala bagaikan keluar dari dunia seperti baru dilahirkan oleh ibunya.

Malam 12 : Dia akan berjalan di hari kiamat dengan wajah yang bersinar laksana rembulan di bulan purnama

Selanjutnya pada malam 13 : Dia akan menemui hari kiamat dalam keadaan selamat dari kejelekan dan keburukan,

Malam 14 : Malaikat akan turun ke bumi dan bersaksi dia telah melakukan sholat tarawih, sehingga kelak di hari kiamat dia tidak perlu dihisab (dihitung) amalnya.

Malam 15 : Seluruh Malaikat dan Malaikat yang menyangga ‘Arsy bersama-sama mendoakan selamat kepadanya.

Selanjutnya pada malam 16 : Allah ‘azza wa jalla akan menulisnya sebagai golongan orang yang selamat dari api neraka dan mendapat keberuntungan masuk surga,

Malam 17 : Dianugerahi pahala seperti layaknya para Nabi ‘Alaihimus salam.

Malam 18 : Para Malaikat berseru: “Hai hamba Allah, seseungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah memberi ampunan kepadamu dan kedua orang tuamu”.

Selanjutnya malam 19 : Derajatnya diangkat Allah ‘azza wa jalla di surga firdaus.

Malam 20 : dianugerahi pahala layaknya orang yang mati syahid dan orang-orang sholih, dan

Malam 21 : Allah ‘azza wa jalla membangunkan untuknya sebuah rumah yang terbuat dari cahaya di dalam surga.

Selanjutnya pada malam 22 : Menemui hari kiamat dalam keadaan terhindar dari segala kesusahan dan kepedihan.

Malam 23: Allah ‘azza wa jalla membangunkan sebuah kota di surga.

Malam 24 : Allah ‘azza wa jalla akan memberikan 24 (dua puluh empat) do’a yang akan dikabulkan.

Selanjutnya pada malam 25 : Allah ‘azza wa jalla akan menghilangkan siksa kubur untuknya.

Malam 26: Allah‘azza wa jalla akan mengangkat pahalanya selama 40 (empat puluh) tahun.

Malam 27 : Di hari kiamat dia akan melewati shirothol mustakim (jembatan) seperti kilat
yang menyambar.

Selanjutnya pada malam 28: akan mengangkat seribu derajat di surga untuknya, malam 29: Allah‘azza wa jalla akan memberikan pahala seribu (1000) haji yang diterima Allah.

Malam 30 : Allah ‘azza wa jalla akan berkata: “Wahai hambaku makanlah buah surga, minumlah minuman surga, mandilah dari air surga, Aku Tuhanmu dan kamu hambaKu”.

Jadi bagi orang orang yang Puasa di bulan Ramadhan, namun tidak melaksanakan Sholat Tarwih di malam malam Ramadhan tersebut, maka dia sungguh mengalami kerugian yang amat luar biasa, Mari kita mengisi Malam malam Ramadhan dengan Sholat Tarwih, karena mempunyai Keutamaan dan Hikmah yang sangat besar, ujar Dr H Misri.

Penulis  Adalah CEO Rumah Hukum Indonesia Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *