Topikterkini.com-Jeneponto- Komisi 4 DPRD Kabupaten Jeneponto menunjukkan kepedulian dan tanggung jawabnya terhadap pelayanan publik dengan melakukan kunjungan langsung ke RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas), Selasa (8/4/2025), menyusul viralnya video seorang pasien melahirkan yang menjadi perhatian masyarakat.
Hari pertama masuk kerja usai libur Idul Fitri, Ketua Komisi 4 H. Awaluddin Sinring bersama anggota Saharuddin Tompo, Amdy Safri Kr. Daming, dan Agus TS langsung tancap gas dengan menggelar rapat internal. Fokus pembahasan mereka adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di RSUD Latopas.
Setelah rapat, rombongan Komisi 4 langsung menuju RSUD Latopas. Di sana, mereka melakukan pengawasan langsung, meminta klarifikasi dari pihak manajemen rumah sakit, dan menemui langsung pasien SD (22 tahun) beserta keluarga yang tengah dirawat.

Anggota Komisi 4 dari Partai PKB, Saharuddin Tompo, mengatakan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk keseriusan dalam menjalankan fungsi pengawasan sebagai mitra kerja instansi pelayanan kesehatan.
“Kunjungan Komisi 4 DPRD Kabupaten Jeneponto kemarin adalah bagian dari tanggung jawab sebagai mitra komisi yang mengharapkan perbaikan layanan di rumah sakit Lanto dan layanan kesehatan lainnya, apalagi dengan viralnya beberapa hari yang lalu terkait ibu yang bersalin,” ujar Saharuddin kepada Topikterkini.com, Rabu (9/4/2025).
Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan dan menyebut pihak rumah sakit telah menyatakan komitmennya.
“Kami menyarankan dan menekankan agar layanan di rumah sakit semakin baik dan berkualitas. Pihak rumah sakit telah berkomitmen untuk memperbaiki hal tersebut, dan hal ini akan kami pantau terus supaya masyarakat merasa nyaman dalam menerima layanan,” tutup Saharuddin.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi 4 lainnya, Amdy Safri Kr. Daming. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk kerja nyata dan komitmen dewan terhadap masyarakat Jeneponto.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik. Kami juga telah berdiskusi langsung dengan pihak rumah sakit terkait video viral tersebut,” ujar Amdy kepada Topikterkini.com, Rabu (9/4/2025).
Amdy menambahkan bahwa kondisi pasien saat ini dalam keadaan baik dan pihak rumah sakit telah memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut.
“Pihak RSUD dan keluarga pasien sudah saling memahami, diharapkan ada perbaikan pelayanan kedepannya,” imbuh legislator dari Partai Ummat itu.
Komisi 4 tidak hanya datang membawa simpati, namun juga solusi. Mereka merekomendasikan penambahan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis, seperti loket pelayanan dan ruang tunggu, guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Sementara itu anggota Komisi 4 lainnya, Agus TS, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan politik terhadap konstituen.
“Kami menyarankan perbaikan pelayanan dan peningkatan kebersihan lingkungan rumah sakit. Semua ini demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Jeneponto,” tegas politisi dari Partai PPP tersebut.
Diketahui sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Facebook “Riska Aulia” pada Minggu (6/4/2025) memperlihatkan suasana panik keluarga saat mendampingi pasien yang hendak melahirkan di RSUD Latopas. Video ini pun viral dan menuai berbagai respons dari masyarakat.
Langkah cepat dan responsif Komisi 4 DPRD Jeneponto dalam menyikapi isu ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Mereka membuktikan bahwa kehadiran wakil rakyat bukan hanya di ruang rapat, tetapi juga langsung di tengah persoalan masyarakat.
Laporan: Arief Rahman/Redaksi











