BUOLSULTENG

Lanal Tolitoli-Buol Ungkap Penyelundupan 280 Ballpress Ilegal

94
×

Lanal Tolitoli-Buol Ungkap Penyelundupan 280 Ballpress Ilegal

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|Buol – Aparat TNI Angkatan Laut kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pakaian bekas ilegal atau ballpress.

Lanal Tolitoli-Buol bersama Pos TNI AL Buol mengamankan sebanyak 280 ballpress yang diduga kuat berasal dari Tawau, Malaysia, di Pelabuhan Kumaligon, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Kasus ini diungkap dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Lanal Tolitoli-Buol di Posal Leok pada Senin, 5 Mei 2025.

Komandan Lanal Tolitoli-Buol, Letkol Laut (P) Alpirut Yani Musa Samban, S.E., M.Tr. Opsla, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen yang diperoleh pada akhir April 2025.

Tim melakukan pemetaan terhadap beberapa titik perairan yang dicurigai akan menjadi lokasi aktivitas bongkar muat.

“Tim kami menerima laporan awal pada 28 April, dan setelah pendalaman, kami menemukan pergerakan mencurigakan pada 3 Mei yang mengarah ke wilayah Kumaligon,” ungkapnya.

Puncak operasi terjadi pada dini hari tanggal 4 Mei. Sekitar pukul 03.30 WITA, tim menerima informasi terkait sejumlah truk yang sudah bersiap untuk mengangkut muatan. Sekitar pukul 07.00 WITA, sebuah kapal tanpa nama terlihat memasuki Pelabuhan Kumaligon dan langsung menurunkan muatannya.

Penangkapan dan penggeledahan dilakukan pada pukul 10.15 WITA. Dalam operasi ini ditemukan ratusan ballpress berisi pakaian dan sepatu bekas, serta lima unit telepon genggam. Kapal tersebut tidak memiliki identitas maupun dokumen resmi, dan dikendalikan oleh seorang pria dengan inisial R alias John.

Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari:

  • 280 ballpress (272 berisi pakaian bekas, 8 berisi sepatu)
  • 5 unit HP berbagai merek
  • Tidak ada dokumen kapal maupun dokumen anak buah kapal (ABK)

Penyelundupan pakaian bekas ini menjadi perhatian serius karena dapat merugikan industri tekstil nasional, khususnya para pelaku UMKM, serta berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga merusak tatanan ekonomi dalam negeri. Penindakan ini sejalan dengan semangat program Asta Cita Presiden RI dalam melindungi perekonomian bangsa,” ujar Komandan Lanal Tolitoli-Buol.

Pihak Lanal Tolitoli-Buol menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli, khususnya di kawasan pelabuhan kecil yang rawan terhadap aktivitas penyelundupan di wilayah Buol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *