BUOL

Wabup Buol Pimpin Rapat Darurat, Penanganan Pascagempa Dipercepat

7
×

Wabup Buol Pimpin Rapat Darurat, Penanganan Pascagempa Dipercepat

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol langsung bergerak cepat menggelar rapat koordinasi tanggap darurat pada Senin (13/7) pagi, menyusul bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah tersebut pada semalam suntuk. Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol Moh.Nasir Dj Daimaroto Sh MH. bersama Kapolres Buol AKBP Irwan, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. , serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), para kepala dinas, dan jajaran aparatur terkait.

Rapat ini digelar dengan tujuan utama mematangkan langkah penanganan pasca-bencana agar intervensi, baik dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat, dapat berjalan secara lebih jelas, akurat, terstruktur, dan rapi dibandingkan penanganan pada malam.

Dalam pengantarnya, Wakil Bupati Buol mengungkapkan bahwa dampak gempa semalam mengakibatkan sejumlah kerusakan fisik di berbagai titik.

Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari atap dan plafon yang runtuh, hingga kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang.

Fasilitas pemerintahan juga tidak luput dari dampak guncangan; Kantor Inspektorat Kabupaten Buol dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup kuat, terutama pada bagian plafon dan beberapa item bagian atas bangunan.

“Kami berharap pada kesempatan ini, kita semua dapat memberikan informasi dan saran yang akurat mengenai hal-hal yang akan kita lakukan ke depan, agar proses penyelesaian masalah ini bisa teratasi dengan baik,” ujar Wakil Bupati saat membuka rapat.

Sementara itu, Kapolres Buol AKBP Irwan, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. menegaskan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi langsung dengan Polda Sulteng sesaat setelah gempa terjadi.

Hasilnya, dipastikan bahwa bantuan personel Brimob akan didatangkan hari ini untuk membantu proses pembersihan dan penanganan di lapangan.Selain fokus pada evakuasi dan bantuan fisik, Kapolres menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kesiapsiagaan aparat. Menurutnya, peristiwa gempa semalam menjadi momentum penting untuk memperbaiki sarana, prasarana, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) mitigasi bencana.

Ia mengkritisi fenomena psikologis yang kerap terjadi saat bencana melanda, di mana acap kali aparat penegak hukum maupun aparatur sipil negara (ASN) ikut panik dan cenderung menyelamatkan diri masing-masing terlebih dahulu, sehingga sempat melupakan kewajiban utamanya sebagai pelayan masyarakat.

“Begitu terjadi kejadian, kita sempat lupa sebagai aparat pemerintah dan pelayan masyarakat tentang apa yang harus dilakukan setelah mengamankan keluarga. Ini yang perlu kita perbaiki. Kesiapsiagaan seluruh ASN, TNI, dan Polri harus ditingkatkan agar tahu persis apa yang harus diperbuat untuk melayani masyarakat apabila terjadi gempa atau bencana,” tegas Kapolres.

Pemerintah Kabupaten Buol juga menyampaikan apresiasi atas rencana kedatangan bantuan dari luar daerah. Seluruh alokasi bantuan dan pergerakan personel nantinya akan dikoordinasikan bersama agar tepat sasaran.

Setelah koordinasi ini, agenda rapat dilanjutkan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) untuk merumuskan teknis pembagian tugas di lapangan agar pemulihan pasca-gempa Kabupaten Buol dapat diselesaikan secara cepat dan terintegrasi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *