Topikterkini.com-Makassar- Ujian Tahap II Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tenaga Honorer lingkup Pemkab Jeneponto resmi digelar pada Selasa (13/5/2025).
Kegiatan yang bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar ini, dibuka secara langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir.
Di balik lancarnya pelaksanaan ujian, terdapat insiden kecil namun cukup mengkhawatirkan. Seorang peserta ujian sesi ketiga, Husdian Kusumawati asal Kelurahan Tolo Barat, Kecamatan Kelara, hampir tidak bisa mengikuti ujian akibat kehilangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) karena menjadi korban pencopetan dalam perjalanan menuju lokasi.
Sesuai aturan, setiap peserta wajib menunjukkan KTP elektronik dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tervalidasi sebagai syarat utama untuk mengikuti ujian. Beruntung, panitia bertindak sigap.
Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Badariah Amir, segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto.
“Kami langsung menghubungi pihak Dukcapil dan meminta agar segera menerbitkan kembali dokumen identitas peserta. Alhamdulillah, berkat respons cepat mereka, peserta tersebut akhirnya bisa ikut ujian hari ini,” ujar Badariah yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang di BKPSDM Jeneponto.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq, SH., M.Si., membenarkan bahwa pihaknya turut dilibatkan dalam kepanitiaan ujian sebagai tim pemantau. Ia juga mengungkapkan bahwa layanan ekstra memang dibuka hari itu berdasarkan arahan pimpinan.
“Ini bagian dari sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Kami membuka layanan ekstra di kantor hari ini untuk mengantisipasi situasi darurat seperti ini. Syukurlah semuanya bisa diatasi dengan baik,” pungkas Mustaufiq.
Insiden ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung kelancaran seleksi PPPK serta menjaga hak-hak peserta agar tetap dapat mengikuti tahapan seleksi secara adil.
Laporan: Arief Rahman/Redaksi











